Home » Branding » Menjadikan Nenas Sebagai Identitas Daerah

Menjadikan Nenas Sebagai Identitas Daerah

Lingkungan dan aturan baru di sektor bisnis yang kompetisini ketat dan dinamis seperti sektor pariwisata mendorong terjadinya pergeseran pemahaman dari yang bersifat teknis klasik dari suatu tujuan wisata ke aspek konten dan kapasitas dari tujuan sebagai identitas terpadu dan portofolio pengalaman dari situs yang diamati, yaitu ruang.

Disini ruang berisi potensi dan usaha organisasi untuk mendeliver semua janjinya kepada calon wisatawan secara konseptual sejalan dengan komunikasi yang dijalankan. Dalam rangka untuk mencapai hal ini, tiga komponen kunci harus diidentifikasi dalam membangun destinasi sebagai merek, yakni point of diferensiasi, positioning, dan dimensi kepribadian destinasi.

Berbagai strategi diterapkan oleh emerintah daerah untuk membangun merek destinasi. Kabupaten Barito Selatan misalnya, menjadikan Nenas (nanas) Parigi yang merupakan salah satu komoditi unggulan yang diharapkan menjadi identitas atau kepribadian daerahnya.

nenas Parigi

Nenas Parigi

Untuk itulah, Pemda Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mendaftarkan nenas Parigi ke Kementerian Pertanian sebagai tanaman hortikultura khas kabupaten tersebut.

Bupati Barsel Ir HM Farid Yusran, MM, di Buntok,  mengatakan pihaknya bersyukur karena tanaman nenas Parigi kini memiliki kekuatan hukum dan pengakuan secara nasional sebagai tanaman khas Barsel.

“Kami telah instruksikan Dinas Pertanian dan Perkebunan melakukan penanaman nenas secara massal, terutama di wilayah kecamatan Dusun Selatan dan Dusun Utara yang merupakan tempat asal tumbuhnya tanaman hortikultura tersebut,” kata Farid Yusran.

Dia menjelaskan, nenas Parigi yang dijual di sejumlah mall di pulau Jawa itu memiliki karakter tidak menimbulkan gatal dan rasa manisnya di atas rata-rata nenas sejenis. “Nenas Parigi merupakan tanaman hortikultura yang dapat tumbuh di lahan gambut tanpa memerlukan pemupukan dengan hasil produksi rata-rata 50-60 ton buah nenas per hektare,” katanya.

Kepala Balai pengawasan dan sertifikasi benih tanaman pangan dan hortikultura (BPSBTPH) Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Sumarli mengatakan, nenas Parigi sudah terdaftar di kementan RI, namun masih belum menjadi komoditas unggulan secara nasional. Harapannya adalah bila melihat, mendengar atau ingat nenas parigi, orang akan ingat Barito Selatan.

Tags: ,
Category: Branding, Headline  |  Comment (RSS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


five × 5 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>