Sektor Pariwisata Indonesia Tumbuh 22%

Sektor pariwisata Indonesia pada tahun lalu tumbuh 22%, jauh di atas pertumbuhan industri pariwisata dunia yang hanya 6,4%, dan pertumbuhan pariwisata ASEAN sebesar 7%. Mengutip catatan The World Travel & Tourism Council, Menteri Pariwisata dan Budaya Arief Yahya mengatakan bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia ini berada di urutan ke-9.

Dibandingkan negara ASEAN lainnya, industri pariwisata Vietnam lebih maju dengan pertumbuhan 29%. Namun dibandingkan dengan negara Malaysia yang tumbuh hanya 4%, Singapura 5,8%, dan Thailand 8,7%, Indonesia lebih maju.

Sektor pariwisata ini kini menjadi sektor penghasil devisa terbesar setelah kelapa sawit (CPO), minyak dan gas bumi serta pertambangan (batu bara). Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari US$12,2 miliar, menjadi menjadi US$13,6 miliar pada 2016, dan US$15 miliar pada 2017. Pada pada tahun ini sektor pariwisata diharapkan dapat meraup devisa hingga US$17 miliar, dan US$ 20 miliar pada 2019.

Kementerian Pariwisata mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat sejak 2015 sebanyak 9,7 juta, menjadi 11,5 juta (2016), dan 14 juta (2017). Tahun ini sampai Agustus jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, dari target 17 juta wisman. Kunjungan pelancong Nusantara juga meningkat yakni 255 juta orang (2015), menjadi 264 juta (2016), dan menjadi 271 juta orang (2017). (*/Lis)

Leave a Reply

Your email address will not be published.