Begini Strategi City Branding Cirebon

Tahun ini, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tengah giat melakukan destination branding maupun city branding untuk sejumlah kota di Indonesia. Adalah Cirebon menjadi salah satu kota yang sedang gencar dibranding oleh Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah setempat.

IMG_20160404_18511

Diungkapkan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arif Natadiningrat SE, Cirebon kini memiliki segalanya. Ya, Cirebon tidak lagi sekadar kota udang maupun kota wali. Namun, Cirebon kini mempunyai sejumlah kekayaan yang dapat menjadi elemen kunci untuk melancarkan strategi city branding-nya. Objektifnya, tentu saja guna menarik wisatawan untuk menjadikan Cirebon sebagai pilihan destinasi wisata mereka.

Elemen pertama, dikatakan Sultan, adalah kekayaan kuliner Cirebon yang sudah terkenak. Sebut saja, tahu gejrot, nasi jamblang, sego lengko, empal genthong, emping besar, kripik mlarat, tjampolay, serta es doger.

Elemen kedua adalah fashion. Cirebon memiliki batik trusmi dan corak batik berupa gambaran awan yang dikenal sebagai motif mega mendung. Elemen ketiga adalah kesenian. Cirebon memiliki kesenian berupa Tari Topeng, Sintren, Tarling, Gembyung, Sandiwara Cirebonan, dan lukisan kaca.

Elemen keempat adalah sejarah dan pusat peradaban. Antara lain, Keraton Kasepuhan peninggalan Sunan Gunung Jati yang terpelihara indahnya, Gua Sunyaragi, hingga tempat wisata modern Waterland. “Sebagai destinasi, Cirebon itu sempurna,” yakin Menteri Pariwisata Arif Yahya.

Demi mensukseskan strategi destination branding Cirebon, pemerintah pun membangun sekaligus membenahi infrastruktur di sana. Di antaranya, jalur kereta api rel ganda (double track) dan Tol Cipali. Cirebon sebagai destinasi wisata pilihan, kini telah dilengkapi dengan sejumlah hotel.

Diyakini Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Cirebon bakal menjadi kawasan metropolis Cirebon Raya. “Sebentar lagi akan selesai dan segera beroperasi Bandara Internasional Kertajati dekat dari sini,” katanya.

Sebagai upaya promosi, Kasepuhan Cirebon yang saat ini dipimpin oleh Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadingrat SE menngelar Festival Pesona Cirebon, suatu gelaran berbagai kekuatan dan kekayaan seni-budaya khas Cirebon yang berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2016.

“Gelaran Festival Pesona Cirebon adalah perpaduan antara cultural value atau nilai budaya yang kuat berkat peranan Kasepuhan Cirebon sebagai pusat kebudayaan, kesenian, dan kuliner dengan commercial value berupa pengelolaan kegiatan yang menarik banyak wisatawan,” tegas Arif Yahya, yang menilai Cirebon memiliki potensi wisata yang lengkap, yaitu budaya, alam, religi, kuliner, maupun sejarah.

Diimbuhkan Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya, pihaknya telah mempromosikan Festival Pesona Cirebon ke seluruh Indonesia, bahkan luar negeri sejak beberapa waktu lalu. Sebab, tambahnya, Festival Pesona Cirebon adalah bagian dari promosi pariwisata Pesona Indonesia maupun Wonderfull Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.