“Memindahkan” Bandung ke Tangerang

Tahun ini pagelaran wisata belanja “Tangerang Great Sale 2018” kembali digelar. Selama hampir sebulan, mulai 15 Februari hingga 11 Maret 2018 masyarakat dapat memanjakan hobi belanja mereka dengan harga miring. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Tangerang bahkan menggandeng mall, restoran, hotel, dan retail supaya ikut memberi diskon selama great sale berlangsung. “Event diharapkan menjadi magnet tujuan wisata bagi masyarakat dari luar daerah sekaligus untuk merayakan hari jadi ke-25 Kota Tangerang,” papar Junijar, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Tangerang.

Event tahunan great sale menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menarik kunjungan wisatawan dalam program destination branding. Jika pada 2017 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Tangerang mencapai 1.08 juta wisatawan, tahun ini diharapkan jumlah wisatawan akan bertambah lebih banyak lagi, ungkap Kepala Bidang Pariwisata Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Rizal Ridolloh,

Sejumlah program digulirkan untuk menarik wisatawan, dintaranya membentuk Asosiasi Travel Kota Tangerang yang melibatkan para pelaku usaha biro perjalanan untuk membuat paket wisata. Pihaknya juga akan memberikan pelatihan tour guide kepada pelaku pariwisata. “Tahun ini kami akan lebih gencar melakukan program pengembangan wisata untuk memperkenalkan destinasi wisata Kota Tangerang,” ujar Rizal.

Walikota Tangerang Arief Wismansyah pada satu kesempatan mengatakan bahwa target membidik wisatawan asing dan wisatawan lokal dari daerah lain termasuk dalam rencana pengembangan pariwisata. Namun, membidik wisatawan asal Jakarta merupakan target realistis yang memberi peluang besar. “Yang datang ke Tangerang ini orang kebanyakan dari Jakarta, karena mereka mulai males untuk pergi ke Bandung karena sudah macet. Peluang inilah yang harus kita tangkep,” paparnya.

“Memindahkan Bandung” ke Kota Tangerang sebagai tujuan wisata warga Jakarta, inilah yang sedang digencarkan pemkot. Secara geografis, letak Tangerang lebih dekat dengan Jakarta. Secara potensi wisata, Kota Tangerang memiliki potensi wisata yang laik untuk dikunjungi. “Makanya, pemkot belakangan ini gencar mengembangkan sejumlah lokasi yang potensial untuk menarik wisatawan (terutama dari Jakarta),” kata Walikota.

Salah satua program pengembangnan wisata Kota Tangerang adalah merenovasi kawasan Pasar Lama menjadi kawasan wisata kuliner. Pasar yang terletak di Jalan Kisamaun, Sukasari, ini dikenal dengan pasar Pecinan karena lokasinya berdekatan dengan klenteng Boen Tek Bio. Sejak dulu pasar ini menjajakan kuliner khas Tionghoa. Terlebih saat Imlek, pasar ramai dikunjungi pembeli yang datang dari luar Tangerang.

Program revitalisasi Pasar Lama dilaksanakan tanpa menghilangkan nuansa Pecinan. Toko yang menjajakan penganan khas Tionghoa mulai ditambah, termasuk untuk restoran. Bahkan, Pemkot akan membuat mural-mural agar pasar terlihat semakin cantik. Sebagai wisata kuliner, Pasar Lama buka hingga larut malam.

Pemkot juga mengembangkan Situ Gede di kawasan Cikokol sebagai destinasi danau serta panorama Sungai Cisadane dan Danau Cipondoh sebagai wisata alam. Termasuk pula mengembangkan taman-taman kota menjadi salah satu destinasi wisata seperti Taman Pramuka dan Taman Gajah Tunggal. Wisata Taman Gajah Tunggal yang diresmikan pada Agustus 2017 ini merupakan ruang terbuka hijau di atas lahan 6.066 meter persegi dengan landmark replika gajah.

Selain sebagai tempat rekreasi, Taman Gajah Tunggal juga mengusung wisata edukasi karena sebagian besar fasilitas yang ada di dalam tamani berasal dari produk ban yang telah didaur-ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi ikon-ikon taman seperti replika patung gajah, tempat sampah, tempat duduk bahkan pada ornamen lampu taman. Taman ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepian Sungai Cisadane, Cikokol.

“Ada 27 taman tematik yang tersebar di hampir seluruh Kota Tangerang. Mereka dibuat tidak hanya untuk meningkatkan jumlah pengunjung, tapi juga sebagai fasilitas untuk masyarakat,” papar Rizal Ridolloh, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang.

Tidak hanya itu, Pemkot juga menggarap wisata religi untuk mendongkrak kunjungan ke kawasan ini. Hal ini lantaran Kota Tangerang memiliki banyak tempat bernuanas religius. Sebut saja Masjid Kali Pasir yang berada di tepi bantaran Sungai Cisadane dan masjid tertua peninggalan kerajaan Pajajaran. Kemudian, Masjid Raya Al Azom yang menjadi landmark Kota Tangerang. Ada pula masjid 1000 Pintu di kawasan Kampung Bayur. Wisata religi yang lain adalah klenteng Boen Tek Bio yang berusia lebih dari tiga abad.

Pemkot juga mengembangkan destinasi wisata sejarah, berupa Kampung Berkelir di Kelurahan Babakan. Kampung berkelir merupakan wilayah pemukiman yang seluruh bangunan rumah dihias mural. Warna-warni dinding, genting, jalan, hingga sarana umum terlihat saat memasuki Kampung Berkelir. Hiasan mural dikerjakan oleh warga setempat dan berhasil mengubah kampung yang dahulu berstatus kampung kumuh menjadi kampung wisata.

Memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) termasuk dalam konsep pengembangan pariwisata. Hal ini sejalan dengan julukan Kota Tangerang sebagai kota seribu industri dan sejuta jasa. Keberadaan UKM dengan beragam produk yang dihasilkan bisa menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan. Salah satunya adalah membentuk sentra bagi UKM seperti Cipadu yang menjadi sentra tekstil, sentra kuliner di Cipondoh, dan sentra kerang kiloan di Serpong.

Upaya promosi dilakukan melalui website www.disbudpar.tangerangkota.go.id maupun melalui social media Facebook, dan Twitter. Agar edukasi semakin luas, Pemkot Tangerang mengembangkan aplikasi smartphone bernama e-Plesiran yang terintegrasi dengan Google Maps dan diluncurkan pada Agustus 2017 lalu.
Aplikasi e-Plesiran berisi informasi pariwisata seperti obyek wisata, kuliner dan hiburan, berikut fasilitas yang ada di Kota Tangerang seperti SPBU, masjid, banbk, ATM, kantor polisi, rumah sakit, dokter, sekolah, universitas, stasiun, terminal, dan agen travel. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur, seperti LIVE News, Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA), Pencaker (Pencari Kerja), daftar harga sembako di pasar, serta kumpulan berita tentang Kota Tangerang. E-Plesiran menjadi panduan bagi wisatawan yang melancong ke Kota Tangerang. *

Leave a Reply

Your email address will not be published.