5 Alasan Mengapa PR Harus Beralih ke Konten Video

Video diramalkan akan menjadi konten yang paling efektif dalam menjangkau audience di tahun 2018 ini. Demikian juga di dunia Public Relations (PR). Menurut Michael Sadowski, PR Manager Intrepid Group, konten video yang bagus bukan hanya tentang membuat satu bagian konten untuk didistribusikan di satu saluran atau platform. Sebaliknya, konten video yang paling efektif harus memiliki kemampuan untuk bertahan di berbagai tempat dalam berbagai format.

Ia pun menyebutkan bahwa PR menjadi salah satu platform yang dapat digunakan untuk mendistribusikan konten video dari brand. Artinya, di tahun 2018 ini, sudah saatnya PR mengalihkan fokusnya ke konten video, alias membuat konten siaran pers-nya tidak lagi dalam bentuk cetak (tertulis), melainkan dalam bentuk video. Michael memberikan lima alasan mengapa konten video menjadi krusial bagi PR.

#1 Cetak Masih Mengalami Penurunan Banyak profesional PR telah kecanduan membuka koran dan melihat cerita mereka di media cetak. Namun, dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, publik tidak lagi mau menunggu koran pagi atau media cetak hanya untuk sekadar mendapatkan informasi atau berita. Saat ini, perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi informasi atau berita sudah bergeser ke digital, dengan video sebagai kontennya.

#2 Digital Newsroom Menyusut Selain media cetak, publikasi digital juga merasakan efeknya. Publikasi seperti BuzzFeed dan Mashable telah mengalami perubahan besar agar menjadi lebih lincah dan meningkatkan konten sponsor dan periklanan digital mereka. Ini berarti, orang menuntut berita dan informasi lebih cepat dari sebelumnya. Dengan anggaran yang menyusut, membuat konten video yang unik hanyalah mimpi bagi sebagian besar newsroom. Jika profesional PR dapat melengkapi permintaan itu dengan konten video yang sangat menarik dan layak diberitakan, maka akan sangat cepat menjadi win-win solution bagi semua pihak.

#3 Peran Editor Video Sedang Meningkat

Belakangan, peran baru bermunculan, sebut saja editor online, editor video, editor produksi, dan lainnya. Banyak newsroom mulai menggunakan materi iklan untuk disematkan di dalam tubuh cerita. Sejatinya, memiliki video yang disematkan dalam cerita atau informasi akan membantu pencarian, jangkauan, dan berbagi di media sosial, dan akhirnya membuat berita lebih menarik. Hal itu tentu akan sangat bergantung pada konten video yang akan diselipkan dalam cerita atau berita.

#4 Distribusi Tetap Menjadi Content Marketing yang Efektif Strategi distribusi atau placement masih menjadi kunci keberhasilan dari sebuah content marketing. Begitu juga dengan publikasi konten video, keberhasilannya akan sangat ditentukan dari bagaimana PR mampu mendistribusikannya ke banyak platform sehingga daya jangkaunya menjadi luas. Dengan lebih banyak editor dan publikasi video online yang menggunakan cerita Facebook dan Instagram sebagai kanal story telling utama mereka, maka merek--termasuk PR--sekarang ini memiliki kesempatan untuk membuat video mereka sebagai bagian dari bauran distribusi konten mereka.

#5 Cara Orang Mengkonsumsi Berita

Alasan terakhir, konten video online adalah tentang bagaimana orang mengkonsumsi dan akan terus mengkonsumsi berita di masa depan. Pemimpin konten digital seperti NowThis telah membangun keseluruhan publikasinya melalui video storytelling Facebook. Bahkan pemain baru seperti Cheddar telah dengan cepat menggunakan video yang sudah diedit sebagai inti strategi pertumbuhan organik mereka.

Pemain media yang terbaik adalah yang mengerti bagaimana cara mengambil video dan mengubahnya menjadi sketsa berita singkat yang menarik. Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah apakah publisher bisa sesuai dengan permintaan dan mempertahankan volume cerita video yang mereka publikasikan. Ketika semua dikatakan dan dilakukan, pekerjaan itu terletak di pundak para profesional PR yang harus mencari cara bagaimana mengintegrasikan video ke dalam strategi mereka di tahun 2018.

(Sumber: Forbes.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pasca Memangkas Belanja Iklan Digital, Bagaimana Kinerja Penjualan P&G?

Di tengah booming digital dan hampir seluruh pemasar berlomba-lomba memanfaatkan digital sebagai kanal komunikasi merek mereka, Procter & Gamble (P&G)...

Close