Agar PR Dapat Optimal di Era Digital

Drew Gerber, CEO Wasabi Publicity, menegaskan bahwa saat ini dunia telah berubah. Perkembangan teknologi membuat Public Relations (PR) tidak bisa bekerja dengan cara yang sama seperti dulu. “PR telah berevolusi,” ia menegaskan.

Kabar baiknya, PR tradisional masih memiliki nilai yang sangat besar dan masih menjadi tools penting untuk kampanye apapun. Tidak ada yang mampu berperan seperti PR tradisional, dimana PR tradisional dapat membangun kredibilitas produk, layanan, atau yang lainnya.

Dengan strategi yang tepat plus placement di kanal yang tepat, maka PR tidak hanya dapat menciptakan kredibilitas, namun juga dapat menciptakan peluang, Bahkan, PR mampu membuka pintu untuk mencapai semua objektif yang diharapkan brand dari sebuah kampanye PR.

Lantas, bagaimana cara membuat PR tradisional dapat efektif di dunia modern seperti sekarang? Drew pun memberikan sejumlah saran agar pemasar memperhatikan dua fakta ini.

#1 Old-School Versus New-School PR

Perbedaan utama antara kesuksesan PR lama (old-school PR) dan PR baru (new-school PR) terletak pada kenyataan bahwa sekarang PR harus mampu terikat dengan ekspektasi modern, seperti situs web yang hebat dan kehadiran media sosial yang kuat. Oleh karean itu, suda saatnya PR mulai membenahi situs web. Tentu saja, PR harus memiliki rencana inbound marketing yang jelas untuk membenahi hal itu.

Menurut Drew, ada sejumlah hal yang harus dilakukan dalam pembenahan itu. Antara lain, desain situs website harus profesional dan diperbarui, gambar yang dihadirkan harus berkualitas, mengelola sekaligus merancang strategi, memiliki identitas merek yang jelas dan selaras, serta mampu mengundang audience untuk terlibat dan beraksi.

Dengan cara-cara seperti itu, diyakini Drew, akan memungkinkan pemasar untuk memelihara hubungan baik melalui saluran PR dan periklanan. Diakuinya, saat ini dibutuhkan lebih banyak energi untuk menjalin kesepakatan dengan pelanggan, karena publik sudah dibombardir dengan informasi yang berlebihan dan lebih banyak pilihan. Artinya, jika situs merek atau perusahaan tidak menonjol alias tidak dikelola dengan cara yang baik, maka merek akan kehilangan kredibilitas yang notabene parameter dari kinerja PR.

#2 Booming Media Sosial

Cara modern lainnya yang dapat dilakukan PR adalah memanfaatkan kehadiran media sosial. Faktanya, lanjut Drew, PR akan menempatkan merek di media tradisional, namun target market brand justru ingin terhubung di semua saluran media sosial yang paling mereka sukai. Jika merek atau perusahaan tidak membuat diri mereka tersedia dan koneksi pada platform media sosial, maka sekali lagi hal itu akan menggagalkan objektif dalam membangun kredibilitas lewat liputan media PR yang telah diinvestasikan untuk merek Anda.

Untuk mengelola media sosial, Drew menyarankan agar media sosial mampu menyajikan konten yang menarik, melibatkan pengikut (follower), menggunakan engagement strategy, melakukan penyelarasan identitas merek, dan menjaga frekuensi posting.

"Buatlah publik dan target market tetap terhubung dan saling berbagi secara online sepanjang hari, setiap hari. Jika merek bukan bagian dari percakapan, maka PR tidak bisa bekerja sesuai keinginan atau objektif brand," yakin Drew.

Di era digital age seperti sekarang, liputan media yang besar setara dengan keseluruhan kesuksesan kampanye merek di platform website dan media sosial. Diungkapkan Drew, "Di era digital age, PR masih bekerja. Hanya saja bekerja secara berbeda. Dan, saat ini PR butuh kerja ekstra dibandingkan dulu."

(Sumber: Forbes.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Indofood Sponsori Bali United di Liga Champions Asia

PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. melalui brand Indomie menjadi sponsor resmi klub sepak bola asal Bali, Bali United yang akan...

Close