Ini Cara First Travel Tanggulangi Krisis PR

Suara” pertama di dalam narasi pernyataan akan menentukan jalan cerita. Ini adalah krisis anda, jadi andalah yang pertama kali dan paling paham kirisis ini.

First Travel tampaknya paham benar prinsip PR Crisis Strategy tersebut. Akhir pekan ini, mereka kembali mengeluarkan rilis yang menjelaskan duduk persoalan tertundanya keberangkatan 45 orang jamaah umrah First Travel (FT) yang terjadi pekan lalu. Penundaan tersebut, jelas Icha Zulfida dari Manajemen FT, bukan berarti gagal berangkat karena jamaah akhirnya diberangkatkan tiga hari kemudian. Penundaan terjadi karena beberapa faktor teknis di lapangan.

“Yang terpenting bagi kami adalah menyelesaikan kendala tersebut dengan cepat dan baik. Kami rasa merupakan sesuatu yang wajar bagi semua perusahaan jikia menemukan kendala di lapangan,” ujarnya.

Icha menjelaskan apa saja yang sudah mereka lakukan untuk mengatasi crisis itu. Pertama, para jamaah jamaah yang mengalami penundaan dari berbagai daerah tersebut mendapat mendapatkan pelayanan akomodasi dan konsumsi di tiga hotel berbeda. Sebanyak 135 jamaah menginap di Hotel Pop, 90 jamaah di Hotel Zest, sedang 45 Jamaah di Hotel Mandala. Mereka juga mendapat pelayanan yang baik dan selalu mendapat informasi.

“Tidak mudah arrange puluhan ribu jamaah ribu tiap tahun, butuh waktu dan koordinasi yang baik antara management dengan agen First Travel dan jamaah,” lanjutnya.

First Travel masuk ke pasar umrah dan memelopori penawaran layanan umroh dengan harga yang sangat terjangkau sejak 2010. Melalui program-program promosi yang inovatif, terutama melalui strategi pricing yang spektakuler, FT berhasil membuka pasar lebih luas kepada konsumen yang ingin menunaikan ibadah umroh dengan biaya murah. Umrah paket promo di tahun 2017 ini mereka pasang pada level sekitar Rp14,5 juta.

“Untuk harga promo kami di sini adalah pelopor. Kami ingin membuka pintu selebar-lebarnya bagi umat muslin agar bisa beribadah. Kami hanya perantara yang membantu mewujudkan itu dengan terencana,” kata Icha.

Karena murahnya, strategi harga FT banyak diserang oleh para pemain travel umrah lantaran biaya yang dipasang dinilai kurang realistis. Namun di sisi lain, tidak sedikit kompetitor yang mengekor strategi tersebut. Tak pelak di lapangan pun terjadi perang bisnis yang cukup sengit. Sebagai contoh, pada periode Maret 2017 ini, salah satu travel nasional akan memberangkatkan jamaah dengan biaya Rp15,9 jutaan untuk program 9 hari melalui maskapai penerbangan lokal.

Namun kendati murah, menurut Icha, pelayanan yang diberikan First Travel tetap sesuai standar sehingga jamaah bisa beribadah dengan nyaman, aman, khusyu dan tenang. “Kami sudah berpengalaman melayani jamaah promo lebih dari tujuh tahun dan tentunya paket ini satu kesatuan dengan syarat ketentuan berlaku, Alhamdulillah sampai sekarang kami terus memasarkan produk promo dengan berbagai harga untuk keberangkatan 2018 nanti,” ujarnya lagi. Tahun depan, sepanjang penelusuran kami, FT memasang harga promo pada level Rp 16,7 jutaan.

Sejak menerapkan program promo melalui strategi harga, animo masyarakat yang memilih FT sebagai agen keberangkatan umrah terus meningkat. Selama tiga tahun terakhir, First Travel merupakan travel umroh terbesar di Indonesia dengan jumlah pemberangkatan yang selalu memenuhi quota usaha yang ditetapkan pemerintah. Tahun 2017 saja, mereka akan memberangkatkan 50 ribu jamaah. Padahal untuk mengomunikasikan program-program marketing mereka, sejauh ini FT masih mengandalkan promosi wordd of mouth dari para pelanggannya. Kenyataannya, First Travel berkembang pesat dalam umurnya yang relatif masih muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
HUT ke-35, RS Tebet Gelar Program “Tenda Sehat”

Program "Tenda Sehat" sebagai puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Rumah Sakit (RS) Tebet resmi digelar hari ini (8/4)....

Close