Tips Google Beriklan Saat Ramadan

Oleh Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communications at Google Indonesia.  Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Diperkirakan sekitar 200 juta penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Oleh karenanya, bagi sebagian besar orang Indonesia Ramadan adalah bulan untuk semakin mendekatkan diri pada Tuhan dan meluangkan waktu bersama keluarga. Kini banyak dari mereka yang menggunakan internet guna memaksimalkan aktivitas pada bulan Ramadan. Dari mulai mempersiapkan perayaan Ramadan mereka, mencari resep makanan, menonton film atau ceramah religi, mencari doa-doa khusus, memilih pakaian muslim, membeli tiket mudik, sampai ke mencari promo liburan. Ramadan tak pelak menjadi momen yang penting dalam hal spiritual, keluarga, dan juga bisnis. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menaksir jumlah pengeluaran bulanan dan belanja konsumen meningkat hingga 30% ketika Ramadan dibanding bulan lainnya. Selanjutnya, data dari Google menunjukkan bahwa waktu tonton di YouTube pada Ramadan tahun lalu tercatat meningkat 5 kali lipat, dan volume pencarian di Google meningkat 2 kali lipat dibanding bulan lainnya. Menariknya, 83% pencarian dilakukan lewat ponsel pintar. Hal ini menunjukkan bahwa selama Ramadan animo dan aktivitas belanja konsumen, termasuk via online, tidak mengendur bahkan semakin meningkat. Nah, sekarang apa yang harus dipersiapkan oleh para penjual dan pengiklan yang ingin meningkatkan kunjungan dan konversi produk atau jasa mereka? Berikut tiga tips dari Google:
  1. Timing
Timing sangatlah penting. Banyak pengiklan mulai bergerilya beriklan lewat Google AdWords pada hari pertama Ramadan. Hal ini baik, tetapi kurang optimal. Sebaiknya mereka mulai beriklan dua (2) minggu sebelum Ramadan, yaitu ketika pencarian seputar topik Ramadan mulai menunjukkan peningkatan. Tunjangan Hari Raya (THR) adalah salah satu hal yang dinanti oleh banyak orang ketika Ramadan. Ada yang menunggu THR sebelum berbelanja Ramadan ada pula yang tidak. Konsumen yang memiliki kartu kredit, misalnya, dapat mulai berbelanja sebelum THR mereka cair.Oleh karena itu, timing beriklan memang idealnya dilakukan mulai dua minggu sebelum Ramadan.
  1. Buat Konten Spesial Ramadan
Guna memanfaatkan momentum Ramadan, buatlah artikel, video, konten spesial Ramadan yang menawarkan produk dan jasa yang relevan terhadap konsume di bulan suci tersebut. Tawarkan promo atau diskon spesial Ramadan di kala banyak konsumen sedang aktif berburu diskon. Bisnis Anda dapat berkembang secara organik melalui tawaran dan konten yang menarik dan berpotensi viral. Google Internal Data 2016 mencatat peningkatan pencarian yang signifkan terkait ponsel pintar, pakaian muslim, peralatan rumah tangga, dan kartu kredit. Hal ini berarti banyak konsumen yang tertarik untuk membeli produk-produk tersebut. Sehingga bagi para penjual dan pengiklan komoditas tersebut bulan Ramadan adalah momen yang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin guna meningkatkan konversi.  
  1. Penargetan melalui GDN dan YouTube
Seperti yang telah disampaikan di atas, grafik pencarian di Google Search Network (GDN) dan waktu tonton di YouTube melonjak ketika Ramadan. Oleh karenanya, Ramadan adalah momen untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan menggunakan GDN dan YouTube. Calon konsumen akan berada di sana, maka Anda pun harus berada di sana. Anda dapat menampilkan topik konten video dan penawaran bernuansa Ramadan. Selanjutnya, Anda juga dapat menargetkan pengguna tertentu, penempatan situs tertentu, mantan pelanggan Anda, hingga pelanggan di umur dan demografis tertentu dengan bantuan produk periklanan Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Blobby Caravan, Strategi Nippon Paint Mengedukasi Produk

Produsen cat dan pelapis Nippon Paint memanfaatkan hari car free day dengan menghadirkan mobil pamer keliling untuk edukasi sekaligus menciptakan...

Close