Belajar dari Program Pemberdayaan "Kartini Blue Bird"

Di bawah payung besar program "Blue Bird Peduli", lahirlah salah satu inisiatif sosial bertajuk "Kartini Blue Bird". Diungkapkan Noni Purnomo, President Director Blue Bird Group, Kartini Blue Bird merupakan program pemberdayaan perempuan untuk memberikan pilihan kepada ibu, khususnya para istri dari pengemudi Blue Bird, untuk dapat berkarya.

"Melalui program Kartini Blue Bird, kami memberikan kesempatan kepada para kaum perempuan untuk memperoleh pelatihan dalam berbagai bidang keahlian, seperti tata-boga, jahit-menjahit, serta diberikan pendidikan dan pelatihan untuk memasarkan barang dan mengembangkan bisnis," ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa program Kartini Blue Bird dimulai pada tahun 2014 lalu. Pelatihan pertama yang digelar kala itu adalah untuk ibu-ibu yang mau langsung berkarya serta ibu-ibu yang berminat dan punya bakat agar masuk ke kelas advance untuk menjadi pelatih. Selanjutnya, mereka akan ikut melatih untuk ibu-ibu yang lain.

Program pelatihan untuk para istri pengemudi Blue Bird, yang disebut sebagai Kartini Blue Bird, digelar secara berkala. Dalam tiga bulan, ada 12 kali pertemuan. Untuk pelatihan boga misalnya, bulan pertama digelar pelatihan membuat snack, bulan kedua adalah pelatihan membuat kue kering, dan bulan ketiga dilatih membuat nasi tumpeng dan sejenisnya.

Tahun ini, program Kartini Blue Bird kembali diwujudkan lewat peluncuran buku berjudul "Kartini Blue Bird: The Spirit of Emak-Emak". Peluncuran buku yang dilakukan hari ini (11/5) di Jakarta dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise.

Ditulis oleh Maria Hartiningsih, buku “Kartini Blue Bird: The Spirit of Emak-Emak” menceritakan tentang upaya, kerja keras, dan perjuangan luar biasa yang dilakukan oleh kaum perempuan – terutama para isteri pengemudi Blue Bird - untuk meraih kesempatan, mendapatkan skill, dan keahlian, hingga pada akhirnya dapat membantu perekonomian dan kesejahteraan keluarganya.

“Program Kartini Blue Bird merupakan harapan dan usaha dari Blue Bird dalam memberikan peluang kepada wanita untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan dirinya melalui pelatihan keahlian yang melahirkan industri-industri rumah tangga yang kuat. Objektifnya, bukan hanya untuk mencari keuntungan, namun juga mampu memberikan manfaat sosial yang lebih luas kepada para kaum perempuan Indonesia dan keluarganya,” tegas Noni.

Di buku ini, papar Noni, digambarkan bagaimana para istri pengemudi Blue Bird meyakinkan para suami agar dapat mengikuti pelatihan, perjuangan mereka memahami teknik menjahit, keberhasilan membuat baju, membuat kue beraroma lezat, hingga keberhasilan melakukan usaha kecil-kecilan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Dengan demikian, hsl itu menumbuhkan dan menjadikan individu dan pribadi-pribadi yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mampu memberikan kontribusi pada kesejahteraan keluarganya.

Kegiatan peluncuran buku “Kartini Blue Bird: The Spirit of Emak-Emak” ditandai dengan talkshow dengan tema “Women Empowerment” yang diikuti oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, Noni Purnomo, Maria Hertaningsih selaku penulis buku Kartini Blue Bird, serta perwakilan dari ibu-ibu Kartini Blue Bird.

Pada kesempatan itu, dilakukan juga peresmian “Gallery Kartini” yang menyimpan dan menampilkan berbagai produk dan barang UKM dari Kartini Blue Bird binaan PT Blue Bird (Persero) Tbk.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yebise mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi langkah Blue Bird melalui program Kartini Blue Bird sebagai suatu kegiatan yang sangat mendukung pemberdayaan perempuan. Hal ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi perusahaan dan korporasi lain dalam memberdayakan dan meningkatkan harkat wanita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)