Cara Citi Membuka Akses Finansial Bagi Pengusaha Mikro

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri perbankan, maka literasi finansial sekaligus inklusi finansial menjadi inisiatif yang terus digiatkan Citi Indonesia. Cukup dimaklumi, mengingat jumah orang Indonesia yang melek perbankan masih tercatat rendah.

Salah satu inisiatif yang sejak lama digiatkan oleh Citi Indonesia adalah program “Citi Microentrepreneurship Awards” (CMA) yang menyasar segmen pengusaha mikro di Indonesia. Sejak digelar pada 2005 silam hingga sekarang, program CMA sudah menjangkau lebih dari 13 ribu pengusaha mikro.

Dijelaskan CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, program yang memasuki tahun ke-13 ini merupakan inisiatif sekaligus program unggulan Citibank yang didanai oleh Citi Foundation. “Program ini juga dilaksanakan di 30 negara, termasuk Indonesia,” katanya di sela-sela pengumuman pemenang CMA 2017-2018 yang digelar hari ini (5/4) di Jakarta.

“Kami yakin bahwa semakin banyak masyarakat yang berani dan siap berwirausaha yang dimulai dari skala mikro, maka semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Adapun Citi Microentrepreneurship Awards bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pentingnya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro,” ungkap Batara.

Ditambahkan Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki, pada program CMA 2017-2018, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 800 pengusaha mikro. Padahal, target di awal hanyalah 500 peserta. “Ini menunjukkan bahwa para pengusaha mikro di Tanah Air sudah memiliki kesadaran untuk mengembangkan bisnis mereka serta memiliki kesadaran untuk mengelola keuangan secara benar,” katanya.

Dari 800 peserta yang mendaftar, tambah Vera, 50 peserta terbaik kemudian dipilih sebagai semifinalis. Selanjutnya, diseleksi hingga terpilih 20 finalis yang berkesempatan mengikuti pembekalan selama 3 hari. “Ke-20 finalis kemudian mengikuti penjurian oleh para penilai yang kompeten serta dari berbagai latar belakang, antara lain akademisi, sektor finansial, jurnalisme, pelaku bisnis, dan institusi pemerintah terkait,” tuturnya.

Penghargaan CMA 2017-2018 diberikan kepada para pemenang yang terbagi ke dalam lima kategori kompetisi, yakni Agriculture, Arts and Creative Design, Fishery, Green, serta Service and Culinary. Selain itu, terdapat pula tiga penghargaan khusus, yakni Young Microentrepreneur, Best Woman Microentrepreneur, dan Microentrepreneur of the Year.

“CMA 2017-2018 juga memberikan penghargaan untuk Lembaga Keuangan Mikro, yaitu Microfinance Institution of the Year sebagai bentuk apresiasi terhadap lembaga pendamping terbaik. Penghargaan utama bagi pengusaha mikro dalam Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) 2017-2018 adalah Microentrepreneur of the Year,” tegas Vera.

Para pemenang CMA 2017-2018 adalah Mario Devys (kategori Agriculture), Nuri Ningsih Hidayati (kategori Arts and Creative Design), Nienik Rakhmawati Zauharoh (kategori Fishery), Stefanus Indri Sujatmiko (kategori Green), Siswanto (kategori Service and Culinary), Hafidh Rifky Adiyatna (kategori Young Microentrepreneur), Susi Sukaesih (kategori Best Woman Microentrepreneur), Nuri Ningsih Hidayati (kategori Microentrepreneur of the Year), dan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (kategori Microfinance Institution of the Year).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)