Frisian Flag Kembali Gelar Program "Ngariung Cerdas"

Pemberdayaan para peternak sapi perah merupakan program berkelanjutan yang rutin dihelat oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Awal Mei ini, FFI kembali melanjutkan program tersebut dengan menggelar kegiatan diskusi bertajuk "Ngariung Cerdas Bareng Peternak Salatiga". Pada kesempatan itu, hadir para peternak sapi perah, ahli peternakan dari koperasi daerah setempat, serta ahli persusuan.

Dikatakan Corporate Affairs Director FFI Andrew F. Saputro, sebagai pelaku di industri persusuan dan bagian dari keluarga koperasi, sudah menjadi komitmen FFI sejak lama dalam membantu para peternak sapi perah lokal untuk berkembang. Mengingat, FFI adalah bagian dari FrieslandCampina yang juga berbasis koperasi. "Kami melihat bahwa tantangan terbesar yang dihadapi industri peternakan sapi perah di Indonesia adalah minimnya pengetahuan para peternak mengenai GDFP sehingga mereka masih menjalankan pola peternakan tradisional," ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan peternak sapi perah lokal atas tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice GDFP), FFI menggelar kegiatan diskusi ini. "Kegiatan ini juga menjadi bentuk refleksi dukungan FFI dalam mendorong seluruh pemangku kepentingan di industri persusuan Indonesia untuk bersinergi membangun industri," ucapnya.

Dalam acara Ngariung Cerdas Bareng Peternak Salatiga, FFI tidak hanya menghadirkan ahli peternakan dan dokter hewan dari Koperasi Unit Desa (KUD) Wahyu Agung, Salatiga. Namun, FFI juga menghadirkan Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Institut Peternakan Bogor Dr. Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si, PhD sebagai pembicara tamu.

FFI memang telah sejak lama menjalankan Dairy Development Program (DDP) sebagai bagian upaya kami memberdayakan para peternak sapi perah lokal. Setelah menjalankan serangkaian program pemberdayaan peternak di Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk pertama kalinya kami merambah Jawa Tengah, tepatnya di kota Salatiga ini," tambah Andrew.

Ia pun berharap kegiatan diskusi tersebut dapat menjadi awal mula kolaborasi berkelanjutan dan berkesinambungan dari FFI untuk memberikan kontribusi nyata pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil susu ternak sapi di Indonesia.

Belum lama ini, FFI juga telah menginisiasi digitalized milk collection point (MCP) di Pangalengan, Jawa Barat, yang bisa membantu pihak koperasi menjaga kandungan bakteri dalam susu (total count plate TCP) seminimal mungkin, melakukan analisa susu, dan pembayaran per peternak. "Kegiatan Ngariung Cerdas sendiri telah berlangsung sejak tahun 2016 dan telah menjangkau lebih dari 1.000 peternak di wilayah jangkauan FFI seperti Pangalengan, Lembang, Pasuruan, Tulung Agung, dan Salatiga," pungkas Andrew.

Ditambahkan Epi, sinergi yang kuat memang dibutuhkan bagi setiap pihak yang terlibat dalam industri persusuan. "Peranan yang tidak kalah pentingnya juga diharapkan dari pihak koperasi peternakan yang selama ini menjadi pihak perangkul para peternak, yang menampung serta mengevaluasi susu hasil ternak secara adil dan berimbang. Sudah selayaknya koperasi menjadi wadah utama untuk pemberdayaan para peternak, tentunya dengan bantuan dan dukungan dari pihak lainnya, khususnya pelaku usaha," ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)