JAGADIRI Libatkan Karyawan dan Netizen di Program "Berbagi Tanpa Beban"

Demi menumbuhkan literasi membaca sejak dini, perusahaan asuransi e-Commerce pertama di Indonesia, JAGADIRI, menggelar aksi berbagi buku bacaan bertajuk “Berbagi Tanpa Beban”. Program berbagi buku bacaan tersebut digelar bertepatan dengan bulan Gemar Membaca yang jatuh setiap bulan September. Program tersebut menyasar anak-anak marginal di bawah Yayasan Sahabat Anak.

Digelarnya aksi berbagi buku bacaan tersebut, dikatakan Manager of Strategic Marketing PT Central Asia Financial Riccardo Frederik, tak lepas dari fakta bahwa minat baca orang Indonesia tercatat masih rendah. Indonesia masih berada di peringkat terbawah, yakni ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, setelah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Studi tersebut dilakukan oleh Central Connecticut State University pada 2016 dengan judul penelitian "Most Literate Nation In the World".

Dalam program tersebut, Asuransi JAGADIRI mendonasikan ratusan buku bersama para netizen kepada anak-anak binaan Yayasan Sahabat Anak (YSA) di Sekolah Non Formal YSA, yaitu Pusat Kegiatan Anak. “Program donasi yang dilakukan bersama netizen dan seluruh karyawan JAGADIRI ini telah dimulai sejak Juli 2017. Setiap netizen dapat berpartisipasi dengan mengunggah foto dan caption tentang pentingnya peran buku dalam perkembangan masa depan anak,” ia menerangkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ratusan buku yang telah terkumpul, nantinya akan dibagikan bersama dengan ratusan paket hampers kepada anak-anak binaan YSA. “Selain itu, karyawan JAGADIRI juga berkesempatan mengunjungi adik-adik di rumah belajar PKA dengan melakukan permainan edukatif bersama adik-adik dan para guru serta pendamping di YSA,” pungkasnya.

Ditambahkan Amanda Chastity, Marketing Communication PT Central Asia Financial, ”Kami menyadari tidak semua anak memperoleh kesempatan untuk menikmati sumber bacaan yang memadai. Melalui kegiatan ini sebagai rangkaian dari program 'Berbagi Tanpa Beban', Asuransi JAGADIRI ingin berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia dengan membantu anak-anak kurang mampu agar bisa mendapatkan kualitas pembelajaran yang baik.”

Sementara itu, dipaparkan Alles Saragi, Wakil Ketua Yayasan Sahabat Anak, “Saat ini, Sahabat Anak mengoperasikan rumah bimbingan belajar di tujuh lokasi di Jakarta dan telah memberikan akses pendidikan bagi lebih dari 1.000 anak-anak di kantung marginal ibu kota. Program belajar dilakukan setiap hari Sabtu atau Minggu di tujuh lokasi bimbel Sahabat Anak, setiap hari Senin-Jumat di sekolah nonformal dan PAUD Sahabat Anak. Antara lain, dengan mengajarkan pengetahuan seperti baca, tulis, berhitung, dan bahasa Inggris.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Sinergi Tiga Instansi Wujudkan Pengelolaan Hutan Lestari

Kesadaran perusahaan-perusahaan di Indonesia yang berbasis penggunaan kayu hutan untuk memiliki sertifikasi tercatat sudah cukup tinggi. Merujuk catatan Asosiasi Pengusaha...

Close