Komunitas Gradasi Wujudkan Kampung Seni

Ada banyak cara yang dapat dilakukan demi membenahi “wajah” sebuah kampung atau desa menjadi lebih baik, bahkan menjadi sebuah destinasi wisata. Salah satu caranya adalah melakukan sinergi dengan sejumlah mitra, baik pemerintah, perusahaan swasta, maupun perguruan tinggi. Langkah itu pula yang dilakukan oleh Kelurahan Sudimara Jaya, Ciledug, yang diwakili oleh Lurah Sudimara Jaya Abdul Haki.

Aparat desa di sana membuka diri untuk menjadikan daerahnya sebagai Kampung Seni oleh mitra perguruan tinggi Universitas Budi Luhur (UBL). Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) UBL dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam komunitas Grafis Drawing Imajinasi (Gradasi) memutuskan untuk membuat mural di RW 07, Kelurahan Sudimara Jaya, Ciledug, guna mewujudkannya menjadi kampung seni. Sejatinya, kegiatan itu merupakan implementasi kesepakatan antara Fakultas Ilmu Komunikasi UBL dengan Lurah Sudimara.

Dosen Fikom UBL Nawiroh Vera, Msi mengatakan bahwa nantinya, kampung di RW 07 Kelurahan Sudimara Jaya, Ciledug, akan dijadikan ikon kampung seni dengan berbagai pesan moral dalam bentuk mural dan grafiti. “Kerja sama ini merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi. Adapun kerja sama berupa pendampingan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di lingkungan RW 07, Kelurahan Sudimara Jaya, juga telah kami lakukan,” tandasnya.

Ditambahkan Dosen FTI Bank Sampah UBL Muhti, program PHBS diharapkan dapat membuat setiap rumah tangga bisa menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota keluarga.

Sementara itu, Dosen Fikom UBL Benny Muhdaliha mengatakan, pendampingan yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Fikom UBL adalah menggelar sosialisasi PHBS bagi warga setempat. “Misalnya, memberikan pelatihan mengenai lingkungan hijau nan asri dengan membiasakan mengolah sampah dan menanam pohon di rumah masing-masing,” ucapnya.

Selain itu, UBL juga memberikan pelatihan membuat mural di lingkungan perumahan. “Mural berguna agar perilaku vandalisme mencoret-coret tembok dapat diarahkan dengan sesuatu yang bernilai seni dan penuh dengan pesan moral. Manfaat dari kegiatan ini adalah berubahnya lingkungan yang kumuh menjadi lingkungan yang bersih, asri, nyaman, dan sehat,” tutup Muhti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Upaya Mempererat Hubungan Jepang-ASEAN

Untuk ketiga kalinya, Pusat Studi ASEAN di LSPR-Jakarta yang bernama Centre For ASEAN Public Relations Studies (CAPRS) bekerja sama dengan...

Close