Program Co-CSR UBL dan UNS melalui Festival Unagi

Sebagai bagian dari wujud tanggung jawab social kampus (campus social responsibility), Universitas Budi Luhur (UBL) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar seminar bertajuk "Cara Budidaya Sidat untuk Mencapai Standard Kualifikasi Ekspor". Pada kesempatan itu, digelar juga pameran ikan sidat dan Unagi Dinner. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Unagi Festival yang digelar pada 21 April ini di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. IMG_20160422_54839 Diterangkan Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D., kegiatan itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, UBL dan Universitas Sebelas Maret mengemasnya menjadi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang merupakan salah satu unsur Tridharma Perguruan Tinggi. Dipilihnya budidaya ikan sidat tak lepas dari tingginya kebutuhan pasar ekspor akan ikan sidat, yang notabene merupakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat, seperti peternak ikan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa Unagi atau ikan sidat bukanlah makanan biasa. Makanan ini termasuk makanan termahal di restoran-restoran Jepang karena kandungan gizinya. Kebutuhan dunia akan ikan sidat saat ini 300.000 ton, dimana 40%-nya adalah untuk memenuhi kebutuhan Jepang. Negara lain yang membutuhkan suplai ikan sidat adalah Taiwan, Cina, Korea Selatan, Australia, New Zealand. Sedangkan, jumlah produksi ikan sidat Indonesia masih kurang dari 1%. Ditambahkan Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, MBA., “Bahkan, beberapa supermarket besar di Jakarta membutuhkan ikan sidat 3 ton per bulan, dan baru terpenuhi 10%. Bila peluang ini digarap, akan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. Oleh karena itu, UBL bekerja sama dengan UNS untuk memenuhi kebutuhan yang cukup besar akan ikan sidat ini." Sebelumnya UNS telah melakukan penelitian bersama Sigherland co. Ltd. Osaka, Jepang dalam budidaya sidat. Kerja sama dilakukan dalam hal menjaga kestabilan suplai, mengembangkan market, cost and delivery time, serta added value produk, khususnya pasokan sidat untuk ekspor. Hasilnya, antara lain menemukan resep pembuatan pakan organik ikan sidat.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Madeleine dan Tantangannya Berkarir di Industri Digital

“Melihat dunia yang semakin dinamis, semakin banyak kesempatan bagi perempuan untuk maju, terlebih lagi di dunia digital dan teknologi. Pada...

Close