Sinar Mas Land Dukung Pembangunan National Science & Techno Park

Insight

Konsep keterpaduan Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dengan pihak swasta sebenarnya telah digagas sejak dekade 80-an. Ketika itu dicanangkan pembangunan sebuah technopolis yang bermakna kota berwawasan iptek. Untuk mewujudkan misi ini, Pemerintah tahun ini menggandeng swasta mengembangkan Puspitek dalam Taman Tekno (National Science & Technology Park), sebuah kawasan riset terbesar di Indonesia yang terletak di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Puspitek ini dikelola oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kementrian menggandeng Sinar Mas Land untuk menjadikan Puspitek sebagai National Science & Technology Park (N-STP) yang tidak hanya fokus sebagai pusat penelitian dan pengembangan iptek, namun juga sebagai pusat pengembangan produk-produk nasional, pusat penumbuhan kewirausahaan berbasis teknologi melalui inkubasi, pusat informasi iptek, serta pusat pelatihan bagi SDM industri. “Jadi ini untuk menghidupkan lagi konsep technopolis itu,” kata Dr. Sri Setiawati, Kepala Puspitek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Selain menggandeng Sinar Mas Land, untuk mengembangkan N-STP ini, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Universitas Paramadina.

Menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek- Dikti) Mohammad Nasir, selain di Serpong, akan ada sembilan STP lain di Indonesia, yaitu di Bengkulu dan Riau khusus untuk pengembangan energi terbarukan; Palembang untuk pengembangan pertanian dan peternakan; Solo untuk pusat informasi, teknologi, terutama teknologi pengelasan dan teknologi automotif; Sragen untuk pengembangan bidang pertanian; Jepara untuk bidang kelautan dan perikanan, terutama budi daya ikan dan sistem tangkap ikan laut; Kaltara untuk bidang kelautan dan pertambangan; Sumbawa untuk bidang pertambangan; dan Papua Barat untuk pengembangan pangan sagu.

"Indonesia harus punya valley, sebab Indonesia mempunyai beragam pulau sehingga memerlukan sentra STP yang bisa mendorong ekonomi daerah. Presiden Joko Widodo menginginkan dibangun sampai 100 techno park yang bisa dianggap sebagai impian adanya Silicon Valley di Indonesia," katanya.

Eksekusi

Science Techno Park (STP) ini akan dieksekusi dalam bentuk Galeri Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi oleh kolaborasi strategis empat institusi lintas sektor yang mewakili unsur ABG (Academician-Business-Government). Keempat institusi lintas sektor itu adalah Pemerintah Pusat sekaligus lembaga litbang melalui Puspitek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina, dan dunia usaha, yaitu Sinar Mas Land.

Menteri Ristek Nasir berharap Galeri Iptek dan Inovasi ini dapat berkontribusi bagi pembangunan masyarakat berbasis iptek khususnya di Kabupaten Tangerang, peningkatan daya saing daerah, serta penciptaan produk-produk inovasi serta wirausaha berbasis teknologi di masyarakat.

Pada pertengahan Januari 2018, di istana Wakil Presiden RI, Perwakilan Pusat Penelitian Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina, dan Sinar Mas Land menandatangani kesepakatan bersama untuk pengembangan Galeri Iptek dan Inovasi ini. Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dan Menristekdikti.

Galeri ini akan berlokasi di Kabupaten Tangerang, tepatnya di area BSD City. Sebagian area akan menempati lahan Puspitek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, seluas 15 Ha yang berada di wilayah tersebut. Galeri akan menjadi show case kemajuan inovasi dan juga teknologi terapan terkini, tempat untuk pemberdayaan dan edukasi masyarakat dalam bidang Iptek, dan tempat pemasaran produk-produk UKM dan startup berbasis teknologi binaan inkubator bisnis teknologi di Puspitek, Pemerintah Kabupaten Tangerang, maupun Universitas Paramadina dan Sinar Mas Land.

Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land, menjelaskan bahwa Sinar Mas Land sangat mendukung dan mengapresiasi pengembangan Galeri Iptek dan Inovasi di BSD City. Ia berharap kolaborasi itu dapat memperkaya kawasan BSD City yang saat ini sedang bertransformasi menjadi smart integrated digital city. Ia juga sangat antusias dengan kehadiran Universitas Paramadina di BSD City yang lokasinya terintegrasi dengan Galeri ini.

"Tentunya kehadiran Universitas Paramadina juga memperkaya ekosistem BSD City, khususnya di sektor pendidikan dan sebagai talent pool bagi sejumlah perusahaan yang terdapat di kawasan Digital Hub. Lebih jauh lagi pengembangan Smart Integrated Digital City ini akan menciptakan banyak sekali peluang bagi berbagai pihak lintas sektor, khususnya warga Tangerang dan sekitarnya di bidang pendidikan, riset, usaha, maupun lapangan pekerjaan," ungkap Dhony.

Sebagai salah satu Universitas yang turut berkolaborasi dan mendukung pengembangan Galeri Iptek dan Inovasi di Tangerang, Universitas Paramadina akan membangun kampus di atas lahan seluas 2 hektar yang lokasinya terpadu dengan galeri tersebut, di atas lahan prasarana dan sarana umum yang akan diserahkan Sinar Mas Land kepada Pemkab Tangerang untuk dimanfaatkan sebagai kampus.

Kelengkapan sarana dan prasana di BSD City akan semakin mempermudah terciptanya sebuah ekosistem inovasi karena terdapat kawasan Digital Hub yang dapat menghubungkan antara dunia penelitian, kampus dengan industri berbasis teknologi dan dunia usaha.

Prof. Firmanzah, PhD., Rektor Universitas Paramadina, menambahkan, “Kami bersinergi dengan Sinar Mas Land, khususnya BSD City, karena kawasan ini telah dilengkapi dengan beragam infrastruktur, termasuk infrastruktur teknologi yang mendukung kegiatan belajar-mengajar mahasiswa Universitas Paramadina ke depannya. Tidak hanya itu, kami juga akan memberikan beasiswa kepada putra dan putri Tangerang sebagai wujud sumbangsih kami untuk kemajuan dunia pendidikan."

Sementara itu, Puspitek Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, memiliki peran besar dalam merancang konsep serta desain pengembangan Galeri agar mengacu pada konsep pembangunan N-STP Puspitek.

Di sisi lain, keberadaan Galeri Iptek dan Inovasi ini akan meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset negara seluas ±15 hektar dengan dukungan pembangunan gedung dan sejumlah sarana serta infrastruktur yang akan melalui program CSR Sinar Mas Land. Ke depannya pengelolaan Galeri Iptek dan Inovasi ini sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab dari Puspitek.

Bagi Kabupaten Tangerang, Galeri ini selaras dengan visi Kabupaten Tangerang, yaitu mewujudkan masyarakat Tangerang yang cerdas, makmur, relegius, dan berwawasan lingkungan. "Cerdas mengandung makna memiliki wawasan, kemampuan, dan keterampilan yang cukup terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pencapaian tingkat pendidikan formal sehingga mendukung kualitas sumber daya masyarakat sebagai subyek pembangunan," tutur A. Zaki Iskandar, Bupati Tangerang.

Galeri ini, lanjutnya, juga dapat menjadi ajang promosi daerah dalam pengembangan Iptek. Setiap tahun Pemerintah Kabupaten Tangerang mengadakan lomba inovasi melalui gelaran Teknologi Tepat Guna yang diikuti oleh Pos Pelayanan Teknologi yang tersebar di seluruh kecamatan. "Kegiatan gelar Teknologi Tepat Guna tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang banyak melahirkan teknologi-teknologi terbaru yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Zaki.

Result

Rencananya, proyek sinergi empat institusi ini akan mulai memasuki tahap konstruksi pada pertengahan 2018 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)