Inisiatif Coca-Cola untuk Program Pengelolaan Air

Inisiatif Coca-Cola terhadap upaya konservasi sekaligus penyediaan akses air bersih di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 2006. Dan, investasi terhadap total program air oleh Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) sudah mencapai US$ 2 juta, meliputi 12 water replanish program dari Sumatera Utara hingga Nusa Tenggara Timur serta mengembalikan 1 miliar liter air kembali ke alam. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan visi global The Coca-Cola Company di 2020 terkait Water Neutrality.

Tahun 2017, inisiatif tersebut kembali diwujudkan CCFI lewat program "Green Rusunawa". Kali ini, CCFI menggndeng Unika Atma Jaya sebagai mitra. Melalui program tersebut, CCFI membangun sebuah model percontohan rumah susun berorientasi lingkungan, yang disebut Green Rusunawa.

Konsep Green Rusunawa adalah dengan mengintegrasikan model pengelolaan air melalui pemanfaatan air hujan berupa sistem Rain Water Harvesting (RWH) dan pengelolaan sampah di Rumah Susun Sederhana Sewa atau (Rusunawa). 'Model percontohan Green Rusunawa ini dikembangkan di 3 blok Rusunawa Muara Baru, di Wilayah Jakarta Utara," kata Titie Sadarini, Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia.

Ditegaskan Titie, program ini merupakan perluasan dari komitmen CCFI terhadap upaya konservasi serta penyediaan akses air bersih. "Salah satu tantangan masyarakat moderen saat ini adalah terkait mitigasi perubahan iklim, khususnya perubahan pola hujan. Belajar dari pengembangan sistem memanen air hujan melalui beberapa program Rain Water Harvesting kami, kali ini kami mengaplikasikannya ke Rusunawa dan mengintergasikannya dengan tata kelola sampah yang berkelanjutan melalui pemberdayaan bank sampah setempat serta pengadaan ruang sosial berupa learning center untuk mendukung pembekalan bagi warga rusun," ucapnya.

Ia berharap, pemodelan lewat program Green Rusunawa tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga serta menjadi acuan bagi upaya pembangunan Rusunawa yang berorientasi lingkungan.

"Program ini dimulai pada tahun 2017 dan dilakukan kemitraan dengan PPM Unika Atma Jaya sebagai pelaksananya. Pelaksanaan program termasuk perencanaan, perakitan insfrastruktur RWH, pelatihan hingga pendampingan kepada warga rusunawa proses pembangunan sistem pengelolaan sampah dan pemberdayaan bank sampah yang ada," lanjutnya.

Ditambahkan Dr. Agustinus Prasetyantoko, Rektor Unika Atma Jaya, Pemanenan air hujan sebenarnya sudah lama dimanfaatkan di daerah-daerah tertentu. Namun, tidak banyak dilakukan di perkotaan. "Beberapa tantangan termasuk di antaranya persepsi yang keliru tentang air hujan serta penggunaan teknologi yang belum tepat guna. Program ini adalah contoh nyata sinergi positif untuk masyarakat kita."

Pelaksanaan konsep Green Rusunawa, menurut Agustinus, menyentuh dua elemen penting dalam penataan sebuah hunian yang berkelanjutan, yakni pengelolaan air dan sampah. Dengan demikian, bukan saja memberikan akses air bersih bagi kebutuhan sehari-hari, tapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan penghuninya secara lebih luas.

Dalam program Green Rusunawa ini, metode pemanenan air hujan dilakukan melalui teknik Rain Water Harvesting (RWH). Setidaknya lewat sistem ini, 336.000 liter air dapat ditabung dan membantu 300 kepala keluarga untuk mendapatkan akses air bersih. Rekam jejak program RWH yang dikerjasamakan oleh Unika Atma Jaya telah memasuki tahun ke-8.

"Visi ke depan kami adalah membentuk tiga center, yakni Center for nation, human, dan health development. Dan, apa yang kami lakukan lewat program ini merupakan bentuk nyata dari visi dan komitmen kami bagi kemanusiaan, kesehatan, dan keterlibatan berbangsa," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)