Berceritalah Tentang Merek dan Pelanggan Anda

 

Setiap pengusaha memiliki sebuah cerita untuk diceritakan, apakah mereka menjalankan bisnis startups yang kapitalisasi pasanya mencapai tujuh digit atau merek pribadi yang tidak terlalu besar atau kecil. Paradigmanya adalah bahwa cerita tentang kita dan konsumen atau pengguna merek Anda merupakan aset paling berharga yang Anda miliki.

Membaca buku ini saya teringat tulisan di blog saya, http://edhy-aruman.blogspot.co.id/2013/06/ceritakan-pelanggan-adalah-pahlawan.html. Brand storytelling kini seakan bangkit untuk yang kedua kalinya. Betapa tidak storytelling adalah sebuah tradisi yang berlangsung sejak jaman dulu. Karena sudah menjadi tradisi seringkali orang lupa akan maknanya. Mereka sekadar bercerita namun tak bisa membuat audiensenya menangkap pesan di dalamnya. Kini setelah sejak kebangkitan pertama pada 50 tahun yang lalu dan kemudian dilupakan, orang tertarik meski sedikit yang benar-benar mendapat manfaatnya.

Dalam situasi pasar yang hiruk pikuk seperti sekarang ini, cerita atau dongeng dapat mengurangi kebisingan dan dapat menghubungkan Anda dengan pelanggan Anda. Dalam konteks inilah orang berbicara tentang content pemasaran. Pemasaran konten kinitelah menjadi salah satu alat pemasaran digital yang paling mampu menjangkau dan tersedia untuk menceritakan kisah Anda.

Saat ini , mungkin Anda telah mempertimbangkan pemasaran konten untuk menceritakan kisah And. Hanya saja, alih-alih melihatnya sebagai suatu peluang atau kesempatan, bisa jadi Anda melihatnya sebagai kemunduran. Kenapa? Membuat konten membutuhkan banyak waktu dan energi. Namun, yang harus direnugkan adalah banyak merek yang berhasil karena cerita. Perrtanyaannya adalah bagaimana mungkin beberapa perusahaan bisa menghasilkan banyak konten, mampu menggerakkan bisnis, dan masih punya waktu untuk bersantai bersama anak-anak mereka di penghujung hari?

Dalam konteks inilah penulis laris New York Times, Donald Miller, memberikan tips tujuh elemen universal dari cerita-cerita kuat untuk mengajarkan kepada pembaca bagaimana secara dramatis memperbaiki, bagaimana mereka terhubung dengan pelanggan dan mengembangkan bisnis mereka.

Clarity (Kejelasan) merupakan kunci dalam membangun sebuah cerita. Jika cerita Anda jelas dan menempatkan pelanggan sebagai pahlawan, Anda bakal mampu membangun bisnis yang berkembang di pasar manapun. Menggunakan contoh dari kisah-kisah populer Hollywood seperti Star Wars dan bahkan karya Shakespeare, Romeo & Juliet, penulis mengklaim bahwa semua cerita mengikuti kerangka kerja yang sangat mirip.

Buku ini memang berfokus pada cara bagaimana mendongeng yang mungkin tidak bisa didapatkan dari buku lain. Dimulai dengan karakter (pelanggan Anda) yang memiliki masalah. Mereka bertemu dengan pemandu (yang akhirnya menjadi Anda) dan memberi karakter rencana permainan untuk diikuti. Panduan menantang mereka dan memanggil mereka untuk bertindak dan kemudian sang pahlawan (karakter kita) menemukan kesuksesan yang membantunya menghindari kegagalan.

Miller mengambil topik yang makin menukik dan menambahkan kerangka StoryBrand tujuh langkah yang telah terbukti berhasil. Dia menganalisis struktur cerita yang bagus dengan cara yang mirip dengan yang dilakukan Nancy Duarte dalam bukunya, Resonate: Present Visual Stories that Transform Audiences  (Wiley, 2010) yang mengambarkan struktur sebagai kumpulan karakter, masalah, mempertemukannya dengan sebuah panduan, perencanaan, dorongan untuk bertindak, menghindari kegagalan, dan berakhir dengan sukses. Kelebihan Miller dibandingkan dengan Duarte, Miller secara langsung menerapkan struktur pengisahan cerita ke dalam kasus bisnis yang sesuai dengan pemasar seperti Anda.

Salah satu indikator bahwa sebuah buku bernilai adalah banyaknya hal-hal yang bernilai ketika seseorang membaca buku tersebut. Di buku Miller ini Anda akan menjumpai banyak pelajaran yang bernilai. Seperti kalimat, "Jika Anda bingung, Anda akan kalah." “Musuh pemasaran yang baik adalah kebisingan (corporate speaks), dan sebagainya. Dalam konteks cerita, menurut Miller, cerita adalah senjata terbesar yang dimiliki pemasar untuk melawan kebisingan.

Kenapa? Sebuah cerita mampu mengatur informasi sedemikian rupa sehingga orang dipaksa untuk mendengarkan. Bahkan sebuah cerita bisa membuat musik tidak bergetar. Ada lagi kalimat bermakna seperti, "Pelanggan adalah pahlawan Anda, bukan merek atau produk Anda." Disni, menurut Miller, merek harus diposisikan sebagai panduan bagi sang pahlawan, dan "Panduan, bukan pahlawannya, adalah yang paling berkuasa."

Seperti yang bisa Anda lihat, strukturnya sudah biasa, namun konteks dan wawasannya segar dan menarik. Miller menjelaskan bagaimana kerangka Brand Story juga akan membantu Anda merekrut staf dan pengelolaan identitas dan budaya perusahaan. Miller menyertakan templat dan instruksi yang berguna.

Buku ini patut direkomendasikan karena membangun cerita tentang merek  adalah pemasaran terbaik yang bisa dibaca. Metode revolusioner yang mampu menghubungkan dengan pelanggan ini memberi pembaca keunggulan kompetitif, mengungkapkan rahasia untuk membantu pelanggan mereka memahami manfaat menarik dari penggunaan produk, gagasan, atau layanan mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)