Empat Taktik Pemasaran yang Membuat Bujet Marketing Terbuang Percuma

budget marketing

Ada banyak cara memanfaatkan bujet marketing atau anggaran pemasaran perusahaan. Namun, kerapkali pemasar atau marketer kesulitan untuk menentukan pilihan, apakah anggaran pemasaran tersebut untuk pemasaran tradisional atau pemasaran digital. Jenni Boyd, seperti yang dikutip dari Business2Community.com, mengingatkan bahwa pemasar harus berhati-hati dengan empat cara pemasaran ini. Alih-alih menggunakan empat taktik pemasaran ini, maka anggaran pemasaran perusahaan akan tersedot sia-sia.

#Direct Mail Kita semua tentu sudah akrab dengan direct mail flyers atau lebih sering dikenal dengan "junk mail." Ternyata, 44% dari direct mail tidak pernah dibuka. Ironisnya, pada tahun 2013, direct mail masih tetap menjadi pengeluaran pemasaran yang terbesar. Meskipun, biayanya hampir 100 kali lebih dari pemasaran email. Daripada memilih metode pemasaran usang seperti direct mail, maka ada baiknya pemasar mencoba email marketing. Toh, email marketing masih merupakan bentuk pemasaran langsung dan dinilai jauh lebih efektif. Lantaran, email marketing sanggup menghasilkan rata-rata 4.300% ROI (Return of Investment) untuk bisnis.

#Iklan Display Apakah Anda tahu bahwa standard Ads dan mobile banner Ads masing-masing hanya memiliki rata-rata 0,12% dan 0,14% klik? Fakta lainnya, Blocking-Ads tumbuh sebesar 41% pada tahun 2015 dan 56% dari display Ads (iklan display) tidak pernah dilihat. Sebuah survei mengungkapkan bahwa hampir setengah dari responden telah memasang alat untuk memblokir display Ads dalam enam bulan ke depan. Bahkan, sekarang ada sekitar 45 juta pengguna aktif yang melakukan pemblokiran iklan di Amerika. Diperkirakan pemblokiran iklan tersebut menyedot biaya dari pengiklan sebear $ 22 juta pada tahun 2015. Alhasil, display Ads pun dengan cepat menjadi tren di masa lalu. Dengan mobile traffic seperti sekarang, maka 60% traffic terjadi di web. Sementara itu, perangkat Apple dan Android memungkinkan pemblokiran iklan terjadi. Hal itu tentu saja akan mempersulit pemasar dalam menjangkau konsumen dengan iklan display (dispay Ads).

#Produk Gratis yang Tak Berguna Kebanyakan orang menyukai ide untuk memberikan barang atau souvenir gratis. Sayangnya, banyak perusahaan memberikan justru memberikan barang-barang murah, yang kemungkinan konsumen hanya akan membuangnya. Misalnya, memberikan gratis gantungan kunci, pena, pemberat kertas, hingga stiker. Jika perusahaan tetap ingin menganggarkan bujet untuk memberikan souvenir atau merchandise, maka berilah item produk yang memang benar-benar diinginkan konsumen. Sejumlah item produk gratis yang dijamin akan digunakan berkali-kali, antara lain pengisi baterai telepon, notebook, dan t-shirt dengan grafis yang keren -- alias bukan hanya logo perusahaan Anda.

#Google AdWords Google mengontrol 67,6% dari pasar mesin pencari di Amerika. Oleh karena itu, Google AdWords tampak seperti tempat terbaik untuk beriklan. Meskipun Google AdWords dapat menjadi pilihan yang baik, banyak bisnis terlalu bergantung pada platform ini. Industri bahkan membayar lebih dari $ 50 per klik dengan AdWords. Padahal, banyak konsumen yang melihat Google AdWords, namun mereka memilih untuk tidak mengklik-nya. Lantaran, beberapa orang tidak percaya iklan. Untuk itu, sebuah pilihan yang lebih efektif adalah dengan diversifikasi portofolio iklan Anda dengan beriklan di Facebook, Twitter, dan situs lainnya, selain Google AdWords.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ini Alasan Bintan Lagoon Resort Mengincar Pulau Bintan

Setelah Bali, Lombok, dan Papua, kini giliran Bintan menjadi salah satu destinasi wisata pilihan para pelancong. Sejatinya, pemerintah Indonesia memang...

Close