Melalui Event Lomba, Tata Berhasil Membendung Serbuan Asing

tata Empat tahun lalu Daimler, merek otomotif tertua dan terbaik di dunia, masuk ke pasar India dengan meluncurkan truk komersial kelas berat dan menengah. Perusahaan yang bermarkas di Jerman itu meluncurkan produk yang menurut klaim mereka sebagai sari awal sudah membumi di India. Truk kargo baru di bawah merek Bharat Benz itu menjanjikan kinerja yang unggul dengan harga yang hanya sedikit lebih tinggi dari harga produk sejenis di India. Masuknya Daimler ke India sempat mengguncang pasar kendaraan komersial kelas menengah dan berat yang sekitar 80% dikuasai oleh hanya dua pemain - Tata Motors dan Ashok Leyland. Ini tentu membuat Tata khawatir. Meski demikian, Tata tidak tinggal diam. Sekitar tahun itu juga, Tata Motors yang merupakan perusahaan pembuat truk terbesar di India, meluncurkan gagasan kejuaraan balap truk tahunan, Buddh International Circuit (BIC) di Noida yang menjadi tuan rumah balapan Formula 1. Idenya adalah untuk mempertontonkan dan mendongkrak merek andalannya, Prima. Di pasar India, Prima memang berkompetisi menghadapi produk-produk dari merek-merek terkenal seperti Volvo, Daimler, MAN, AMW dan Scania. Selama bertahun-tahun, mereka sebagai pemain produk pinggiran karena persaingannya terlalu kuat. "Pada tahun 2009 kami meluncurkan Prima. Jumlahnya tidak signifikan tetapi kami melakukan banyak hal. Untuk pertama kalinya kami menciptakan merek itu, kami memberi seperangkat identitas dan nilai-nilai yang tiba-tiba membuat Tata dan Prima terlihat sangat berbeda dari image konvensional ,’ kata Ramakrishnan. Untuk membuktikan keberaniannya, untuk pertama kalinya, pada 2014 lalu, Prima ikut bertarung dalam balap truk T1. Sementara Prima menghadapi persaingan image di BIC Tata Motors melawan 'Bharat Benz dan Volvo-Eicher, di pasar ritel kendaraan komersial sedikit demi sedikit Tata mendapatkan pangsa pasar. "Kami melihat balap truk sebagai salah satu cara untuk menampilkan teknologi Prima. Perlombaan adalah bukti kehandalan, daya tahan produk," kata Ramakrishnan. Prima yang ditampilkan dalam lomba itu, dirancang secara khusus sehingga mampu melajui dengan kecepatan puncak 130kmph. Untuk menggarap pasar ritel, perusahaan yang berbasis di Mumbai mendekati para pemilik armada dan pembeli individu mereka menggunakan driver terlatih dalam menggunakan Prima yang dipilih dari para driver yang melamar. Di antara mereka dipilih selusin driver terpilih yang diberi latihan lebih lanjut dalam mengemudikan Prima. Mereka inilah yang dipilih mengemudikan truk yang disertakan dalam lomba itu. Sejumlah perusahaan komponen mitra pemasok Tata Motors ikut mendukung acara itu. Total ada enam tim yang ikut dalam lomba itu - Castrol Vecton, Cummins, Dealer Daredevils, Dealer Warriors, Tata Technologies Motorsports dan Tata Motors Finance. Tata1 Memasuki tahun ke tiga musim perlombaan, Tata menuai hasil. Pesanan baru tidak hanya datang dari dalam negeri tetapi dari luar negeri. Selama dua tahun terakhir, laju penjualan Prima melonjak secara signifikan. "Distributor Internasional diundang untuk balapan. Mereka terkesan dengan apa yang dilakukan Prima. Mereka kembali dan menempatkan pesanan dan kami sekarang mendapatkan repeat order.’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Begini Strategi Re-Launch Softex Daun Sirih

Di tengah pertumbuhan pasar pembalut nasional yang melamban, yakni 5-10% pada tahun 2015 lalu, Softex Daun Sirih justru sanggup tumbuh...

Close