Ritel Telekomunikasi Melesu, Tiga Strategi Inilah yang Membuat Erajaya Tumbuh 29%

Ritel produk telekomunikasi rupanya merupakan salah satu industri yang terkena dampak kelesuan ekonomi Indonesia. Jika sepanjang tahun 2014 lalu penjualan device telepon selular (ponsel) mencapai 55 juta unit atau senilai US$ 4 miliar, maka hingga semester pertama 2015 ini jumlahnya diprediksi baru mencapai 20 jutaan unit.

erajaya

Istimewanya, di tengah kelesuan itu, Erajaya Group—perusahaan ritel telekomunikasi terbesar di Indonesia—justru mampu meningkatkan penjualannya, bahkan merebut pasar kompetitor. Sepanjang semester pertama 2015, Erajaya Group sanggup tumbuh 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, hingga kini Erajaya mampu menguasai market share 38-40% di pasar device dan gadget telekomunikasi. Itu artinya, Erajaya masih menempati posisi market leader di pasar ritel telekomunikasi (device).

Dijelaskan Direktur Marketing & Komunikasi Erajaya Group Djatmiko Wardoyo, pertumbuhan tersebut disebabkan Erajaya melancarkan tiga strategi jitunya. Pertama, Erajaya memiliki kelengkapan portofolio brand. “Dibandingkan kompetitor, Erajaya memiliki portofolio brand yang paling lengkap. Di ritel, kami meamsarkan hingga 17 brand device. Sedangkan di perusahaan distributor, kami mendistribusikan 14 brand ponsel,” urai Djatmiko.

Di tengah ekonomi yang lesu, diakui Djatmiko, Taichi brand—kependekan dari Taiwan dan China brand—merupakan merek yang paling menonjol dan laris manis. Sebut saja, brand Oppo, Xiaomi, dan Lenovo yang masuk kategori China brand. Dan, Asus dan Acer yang masuk kategori Taiwan brand. “Kemampuan Taichi brand menonjol di tengah ekonomi yang lesu, karena mereka mampu menawarkan harga yang terjangkau dan fitur yang tak kalah lengkapnya,” yakinnya.

Strategi kedua, Erajaya massif melakukan ekspansi. Di tengah kompetitor yang tiarap, tahun ini Erajaya justru agresif membuka gerai Erafone Mega Store—sebagai gerai ultimate-nya. Sampai dengan semester pertama 2015 ini, Erafone Mega Store telah dibuka di Balikpapan, Banjarmasin, Palu, Bandung, Depok, Bengkulu, dan Medan.

Sementara itu, melihat terjadinya pergeseran produk aksesoris ponsel yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang Indonesia dan harganya yang tercatat cukup mahal, maka Erajaya pun meluncurkan gerai berkonsep baru, Era Plus. Gerai Era Plus yang telah diluncurkan pada awal tahun 2015 itu menawarkan konsep penjualan 50% produk ponsel dan 50% produk aksesoris. “Sampai saat ini, Era Plus sudah berjumlah enam gerai. Itu artinya, sampai semester pertama 2015, total gerai yang dimiliki Erajaya Group mencapai 540 gerai,” paparnya.

Ketiga, Erajaya juga tampak aktif menggelar kegiatan pemasaran maupun promosi. Mulai dari mengikuti agenda pameran akbar, seperti Mega Bazaar, Indo Comtech, Indonesia Cellular Show, hingga Pesta Pekan Raya Jakarta (PRJ). Erajaya juga masih memiliki pameran tahunan yang digelar sendiri, yakni Erajaya Expo, yang digelar di sejumlah kota.

“Kami juga rutin melakukan product launch, hingga menawarkan aneka kemudahan pembelian lewat cicilan 3 bulan hingga 24 bulan. Dengan aneka tawaran cicilan seperti itu, maka konsumen masih mau membeli atau mengganti ponsel mereka, meskipun ekonomi sedang lesu. Mengingat, kebiasaan orang Indonesia mengganti ponsel-nya rata-rata setahun sekali,” urai Djatmiko, yang menyebutkan bahwa Erajaya juga aktif memasarkan produknya lewat situs belanja online milik Erajaya maupun masuk di market place.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)