Tahun 2016, SHARP Fokus di Segmen Middle Class

Tahun 2015 lalu, PT SHARP Electronics Indonesia menutup penjualannya di angka Rp 8,3 triliun. Itu artinya, SHARP mampu meraih market share sebesar 19,3% di pasar elektronik Indonesiadi mana nilai total penjualan elektronik nasional di tahun lalu mencapai Rp 43 triliun.

IMG_20160222_52423

Diakui General Manager Divisi National & Sales PT SHARP Electronics Indonesia Andry Adi Utomo, tahun lalu pertumbuhan SHARP memang sangat tipis, hanya 2%. "Kami berharap taun 2016 ini, pertumbuhan kami bisa mencapai 5%," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, SHARP akan fokus pada kelas menengah (middle class). Dijelaskan Andry, menurut Boston Consultan Group, pada tahun 2012, jumlah kelas menengah Indonesia mencapai 41 juta jiwa atau 16,2% Tahun 2020, jumlahnya diprediksi akan mencapai 68,2 juta jiwa atau 26%. Sementara itu, kelas menengah atas, pada tahun 2020, diprediksi akan mencapai 140,9 juta jiwa.

"Penghasilan kelas menengah berada pada kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per hari atau Rp 1 juta hingga Rp 4,5 juta. Ciri-ciri mereka adalah penghasilan, daya beli, dan gaya hidup naik. Dari sisi value, mereka berubah dari basic needs ke produk yang memiliki added value. Spending produk elektronik di segmen menengah 7,43%," ia menerangkan.

Untuk menjawab kebutuhan dan keinginan di segmen menengah tersebut, SHARP pun menghadirkan inovasi produk sesuai kebutuhan konsumen Indonesia atau local fit product. Di kategori TV LCD misalnya, segmen menengah umumnya membutuhkan ukuran 24 hingga 40 inchi. "Ukuran 32 inchi paling banyak diminati segmen menengah, karena mereka mulai mengganti TV tabung ke LCD. Untuk itu, kami akan fokus di ukuran tersebut," lanjutnya.

Di kategori lemari es atau kulkas, segmen menengah mulai mengganti kulkas satu pintu menuju dua pintu atau dari yang kapasitas 200 liter ke 350 liter. "Mereka juga fokus pada lemari es yang voltase dan watt yang rendah serta bergaransi. Oleh karena itu, SHARP punya kulkas dua pintu dengan garansi 10 tahun," ungkapnya.

Di kategori mesin cuci, segmen memengah membutuhkan mesin cuci dua tabung dengan kapasitas besar (8-10 kg) atau full auto yang sederhana berkapasitas 6-8 kg. Tentu saja, mereka membutuhkan peragkat elektronik yang berdaya listrik rendah. "Untuk itu, kami meluncurkan produk mesin cuci dua tabung dengan seri Dolphine dan full auto dengan seri Mega Mouth," ia menambahkan.

Sementara itu, di kategori AC, segmen menengah fokus pada produk yang berdaya listrik rendah dan yang cepat dingin. "Untuk AC, kami punya produk Low Wattage Plasmacluster Series, dengan garansi tiga tahun kompresor," tega Andry, yang menyebutkan bahwa kontribusi tertinggi di SHARP adalah kategori lemari es 35% dan LED TV 20-25%.

Dari sisi harga, SHARP juga menawarkan harga yang kompetitif. Sementara dari channel distribusi, kata Andry, "Kami juga mulai serius masuk ke pasar eCommerce dengan menggandeng stus belanja online. Sebab, kelas menengah juga mulai memiliki kebiasaan berbelanja di situs belanja online. Tahun lalu, kontribusi penjualan dari eCommerce mencapai 5-10%."

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
The Long Journey of Mobil Klinik Indosat Ooredoo

Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera, terutama di bagian barat dan selatan, menyebabkan beberapa area tergenang banjir yang...

Close