|
 Event Review-Martha Tilaar Menindaklanjuti program pemerintah “Tanam dan Pelihara Pohon”, Martha Tilaar Group pun menggelar program tanam pohon bersama. Di area Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar, mereka melibatkan 500 orang yang berasal dari beragam kalangan untuk menaman 500 species pohon di sana. Penulis: Dwi Wulandari Peliput: Akmar Afandi/Dwi Foto: Ihsan
Pukul delapan pagi, matahari pagi belum terlalu terik. Semilir angin masih bisa dirasa di lahan seluas 10,5 hektar di tengah Kota Cikarang. Sebagian sawah sudah mulai ada yang menguning. Sementara ratusan orang sudah tampak menyebar di sebagian lahan kosong di area yang disebut Kampoeng Djamoe Organik itu. Mereka secara serentak menanam batang pohon sukun, tanaman obat, kosmetik, dan aromaterapi. Awal Desember itu, bersama Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI), Martha Tilaar Group memang tengah menggelar program ”Tanam 500 Pohon Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar”. Acara yang dihadiri Menteri Perindustrian Fahmi Idris itu juga dikunjungi oleh segenap lapisan masyarakat. Mulai dari siswa-siswi Pramuka, mahasiswa perhotelan, travel agent, dinas pariwisata, hingga jajaran pemerintah daerah di Bekasi. Dijelaskan Martha Tilaar, pemilik Martha Tilaar Group, program tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaannya terhadap pelestarian lingkungan. Toh, program corporate social responsibility (CSR) seperti itu, telah rutin digelar Martha Tilaar. Salah satunya, yakni dengan mendirikan Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar.  Lanny Rahadi Lanny Rahadi, PR Manager Martha Tilaar, menguraikan bahwa lahan Kampoeng Djamoe sudah ada sejak tahun 1995. ”Baru pada tahun 2005 kami membukanya,” katanya. Sampai saat ini, baru ada 3,5 hektar yang aktif dimanfaatkan untuk ditanam 500 sepecies. Sisanya, Martha Tilaar Group mengajak masyarakat untuk turut terlibat menanamkan pohon di sana.Even itu tak sekadar tanam pohon. Di Kedai Sehat, yang terletak persis di lantai bawah Rumah Manado—bangunan dua lantai yang ada di tengah Kampoeng Djamoe—digelar pula sejumlah kegiatan lanjutan. Misalnya, pengumuman pemenang Lomba Tanam Obat Keluarga yang diikuti seluruh karyawan Martha Tilaar Group. Tak ketinggalan, ada juga diskon khusus untuk para pengunjung yang ingin membeli produk-produk Martha Tilaar. Seperti rangkaian produk Sariayu yang didiskon 50%, Biokos yang didiskon hingga 20%, dan Dwi Sri Spa yang mengiming-imingi hadiah tas anyaman cantik yang diproduksi langsung oleh perempuan-perempuan binaan Martha Tilaar—yang tergabung dalam Martha Tilaar Innovation Center. Fitri Ristiati, 24 tahun, salah seorang pengunjung di even itu, mengaku terkesan. ”Banyak orang yang bisa berpartisipasi dalam acara ini,” ujar Fitri yang ditemui di booth Biokos. Selain berpartisipasi dalam even tersebut, ia mengaku memanfaatkan waktunya untuk berkonsultasi dengan Beauty Consultant Martha Tilaar. Sebagai loyalis merek Sariayu, perempuan yang juga dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti itu juga menyempatkan diri membeli produk kosmetik Martha Tilaar di sana. Bagi Fitri, image yang selama ini tertangkap dari Martha Tilaar adalah produk kecantikan yang sudah terpercaya sejak lama, baik dari kualitas maupun bahan organik yang digunakannya. ”Makanya, saya pakai produk ini turun temurun sejak dari nenek,” yakinnya. Sejatinya, Kampoeng Djamoe Organik bukan hanya dimanfaatkan oleh Martha Tilaar Group. Diterangkan Lanny, masyarakat sekitar pun bebas mengunjungi. Sejauh ini, sudah banyak masyarakat sekitar memanfaatkan Kampoeng Djamoe untuk kegiatan mereka. Misalnya, siswa Al-Azhar, Singapore International School, British Council, ibu-ibu Dharma Wanita, dan sebagainya. “Event-nya bisa berupa talkshow, senam bersama, dan lainnya,” sambung Lanny. Fasilitas di Kampoeng Djamoe pun terbilang lengkap. Selain aula yang tersedia di Rumah Manado, kantin di Kedai Sehat Alami, lahan tanam, kolam pembibitan ikan, ada juga rumah pasca panen. Di sana, masyarakat bisa melihat langsung proses pasca panen hingga menjadi bahan baku kosmetik Martha Tilaar. ”Contohnya pohon Jati Belanda ini,” Lanny menuturkan. Kampoeng Djamoe Organik rupanya juga dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bidang lingkungan. Berbagai paket program pelatihan telah ditawarkan. Sebut saja budidaya organik, pasca panen hingga bahan tanaman. Di samping itu, ada juga program belajar dan bermain untuk anak-anak serta program pemberdayaan untuk setiap orang. Lantas, apa obyektif dari even ini? ”Kami ingin mengajak masyarakat untuk memelihara lingkungan mereka, salah satunya dengan menanam pohon. Ini hanya bagian dari CSR Martha Tilaar. Tidak ada target penjualan,” jawab Lanny, yang enggan menyebutkan budget even ini.  Ezzet Chehab Ezzet Chehab, President Director OZE Group Business of CommunicationLebih Impact Full Jika Even Punya experience Mendengar gambaran event yang melibatkan 500 orang dari pelajar SMA hingga mahasiswa, jelas sesuai dengan target remaja yang memang menjadi bidikan beberapa jajaran brand keluaran Martha Tilaar. Namun, agen perhotelan/travel serta dinas pariwisata, saya rasa bukanlah target yang tepat jika kita bicara spesifik mengenai target market. Namun, jika kita bicara mengenai brand communication, tidak cukup berhenti dengan mentargetkan pada target umur saja.Akan lebih tepat jika menggali lebih dalam profile costumer seperti apa yang ingin di bidik. Dari sisi konsepnya, apakah sesuai dengan brand Martha Tilaar, menurut pengamatan saya Brand Martha Tilaar menawarkan kosmetik dengan bahan alami khas Indonesia. Artinya, selain dapat menambah kecantikan secara alami, bahan kandungannya pun aman digunakan. Jika brand benefit yang relevan ini dijadikan landasan, tentunya konsep event-nya akan lebih tajam dan mengena pada sasaran, sehingga pesan yang disampaikan pada media event ini pun dapat dengan jelas dikelola pada benak audience. Sebab, pada akhirnya yang dibeli konsumen adalah brand benefit. Sisi eksekusinya, setelah jelas merumuskan “what to say” pada konsep komunikasinya, saya rasa banyak hal lain yang dapat dilakukan dalam “how to say” pada setiap medium, termasuk pada medium event. Event merupakan medium yang memiliki kekuatan dalam mengemas direct experience suatu brand kepada target audience-nya. Nah, event Martha Tilaar akan lebih impact full jika event tersebut menawarkan result kepada audience melalui experience pada event itu. Misalkan saja make over kepada segenap remaja SMA dan mahasiswi yang dilakukan oleh make up artis ternama. Sehingga remaja SMA dan mahasiswi tersebut dapat membuktikan sendiri kecantikan rambut, kulit, maupun wajah mereka before and after. Apalagi, jika make over tersebut diawali dan diakhiri dengan photo session. Selain sebagai bukti yang tak terlupakan, medium foto tersebut akan menjadi media mouth to mouth promotion kepada teman-teman mereka. Kelebihan dari konsep event semacam ini adalah cukup efektif untuk mendidik dan menciptakan image segenap kalangan. Menanam berbagai jenis tumbuhan semacam ini, mendidik generasi untuk mengenali tumbuhan yang telah menjadi tradisi perawatan kecantikan khas Indonesia, serta menciptakan image bahwa Martha Tilaar menggunakan bahan alami yang terpercaya. Konsep event jenis ini adalah event PR. Jika event tersebut dinilai tidak memiliki news value, maka tujuan untuk menciptakan publicity dengan harapan memperoleh liputan pihak media untuk menyebarluaskan pesan pun akan gagal. Sehingga, selain jangkauan audience-nya sangat terbatas, jika dihitung total budget event tersebut, cost per person nya menjadi tinggi. Yang menarik, saya melihat sangat jelas korelasi antara tujuan brand kepada target audience-nya di event ini. Kegiatan menanam pun umum dilakukan pada konsep CSR, Namun, melibatkan agen perhotelan/travel dan dinas pariwisata merupakan suatu hal yang saya lihat cukup unik. Terbersit suatu misi untuk menjadikan “Kampoeng Djamoe” sebagai objek wisata. Terakhir, saran saya, jika tujuan event ini mempromosikan “Kampoeng Djamoe” sebagai objek wisata, mungkin menjalin kerjasama dengan komunitas yang relevan sebagai target audience. Itu merupakan sarana yang cukup efektif dan efisien. Misalnya, membuat event destination, dengan melibatkan komunitas club motor atau club sepeda—yang saat ini sedang berkembang menjadi tren. (Andi) | Company | Martha Tilaar | | Target Market | SES A, B, dan C | | Kategori Produk | Produk Kosmetik | | Nama Event | ”Tanam 500 Pohon Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar” | | Event Organizer | Tim Martha Tilaar | | Konsep Event | Mengajak masyarakat untuk menanam 500 pohon di area Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar | | Waktu Penyelenggaraan | 1 Desember 2008; Pukul 08.00-10.00 | | Venue | Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar di Cikarang | | Obyektif | Mengajak masyarakat penduli akan lingkungan, contohnya dengan menanam pohon. Ini merupakan bagian dari corporate social responsibility Martha Tilaar Group. | | Target Audience | Masayrakat Luas | | Deskriptif Event | Tanam pohon secara serentak, yang dikomandoi langsung oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Setelah itu, sebar benih ikan di kolam. Diakhiri dengan acara bebas. Misalnya, bisa melihat-lihat Rumah Pasca Panen, keliling lahan, dan sebagainya. Di sana, pengunjung juga bisa membeli produk kosmetik Martha Tilaar dengan diskon 20-50%. Bahkan, hasil kerajinan tangan para binaan Martha Tilaar juga bisa dibeli di sana. | | Hasil (Jumlah Audience dan Penjualan) | 500 pengunjung. Tidak ada target penjualan. | | Budget | - | | Susuan Tim | Tim Martha Tilaar | Hasil Observasi Even Program “Tanam 500 Pohon Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar” | |  Responden 1 | 
Responden 2 |  Responden 3 | | Nama: Umur: Alamat: Pekerjaan: Hobby: | Herna P. Danuningrat - Jakarta Ketua Masyarakat Pariwisata Jakarta Bercocok tanam | Marisca 17 tahun Jatinegara Pelajar, SMK Jaya Wisata 2 Jalan-jalan | Fitri Ristiati 24 tahun Bintaro Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jalan-jalan dan Olahraga | | Pre Event Komentar dan kesan tentang Brand yang ber-event. | Kami sebagai masyarakat pariwisata, melihat Martha Tilaar Group sangat aware terhadap penhijauan. | Martha Tilaar adalah merek yang menggunakan bahan-bahan yang alami dan salah satu produk yang terpercaya di Indonesia. | Martha Tilaar adalah produk kecantikan yang sudah terpercaya sejak lama, baik dari kualitas dan bahan organik yang digunakannya. | | Apakah memakai brand tersebut? | Ya. | Ya, Sariayu. | Ya, Sariayu. | | Kenapa memilih brand tersebut? | Saya sudah lama memakai brand Martha Tilaar dan sangat cocok untuk saya. | Karena produknya bagus dan cocok buat kulit saya. | Karena, saya memakai produk ini turun temurun sejak dari nenek saya. | | Post-Participation (Post Event) Yang diingat/berkesan dari event yang baru diikuti: Image dari brand yang ber-event yang menancap di benak responden setelah menyaksikan event: Merek apa yang akan Anda konsumsi di kategori yang sama? Apakah Anda akan merekomendasi kepada orang lain untuk membeli produk Martha Tilaar? | Yang paling saya ingat dari even ini adalah pada saat kami bersama-sama menanam pohon secara serempak. Martha Tilaar, sebagai brand yang peduli terhadap lingkungan. Tidak ada. Ya, karena Martha Tilaar, merek yang berasal dari Indonesia. Jadi, kita harus bangga memakai produk dalam negeri. | Acaranya bagus banget, kita bisa sama-sama menanam pohon.
Martha Tilaar peduli dengan Global Warming. Citra dan Ponds. Ya, karena kita harus bangga dengan produk negara sendiri. | Acara ini bagus sekali, apalagi yang membuat saya terkesan adalah banyak orang yang berpartisipasi di acara ini. Martha Tilaar bagus sekali. Dengan adanya event ini dapat mendukung program pemerintah menanam sejuta pohon. Tidak ada. Ya, karena saya bangga pakai produk Indonesia. | |