 Sharp Cooking Club Berangkat dari kelas edukasi product knowledge microwave Sharp, Sharp Cooking Club berkembang menjadi komunitas loyal yang mampu mengendorse merek. Peliput dan Penulis: Nurur R Bintari; Foto : Ihsan Sulaiman
Sabtu tengah siang di Grand Indonesia sayap barat. Gallery Sharp yang tak seberapa luas terisi penuh ibu-ibu muda. Ada sekitar 20-an orang dan semuanya memperlihatkan muka antusias saat Rudy Andreas Mantik mempraktikkan step-step pembuatan tiga resep lapis legit di stage depan. Kalau ada yang dirasa kurang jelas, mereka tak segan menyela penjelasan Supervisor Cooking Class MWO (Microwave Oven) Small Home Appliances Departement Sharp tersebut. Rudy tidak pelit membagi rahasia-rahasia teknis memasak. Semisal bahan apa yang cocok digunakan agar kocokan putih telur bisa kaku. Bagaimana agar kocokan telur tidak amblas setelah dituangi gula pasir. Ibu-ibu itupun dengan tekun memperhatikan dan serius mencatat hal-hal yang dirasa penting. Di sela-sela termin memasak, Rudy dan timnya tak pernah lupa menyisipkan pesan-pesan branding Sharp. Setiap kali ia mengulang penjelasan tentang fitur-fitur dalam produk microwave yang dipergunakan, serta perbedaan spesifikasi masing-masing seri. Dalam kondisi tersebut, masalah harga setiap varian juga tidak tabu dibicarakan. Selain itu Rudy juga melemparkan kuis-kuis yang berhubungan dengan keunggulan dan profil produk. Hebatnya, hampir semua peserta mampu menjawab pertanyaan tentang knowledge produk sampai yang detil sekalipun. Mereka berebut menjawab, kendati hadiah yang disediakan bukan barang-barang mahal. Sharp Cooking Club (SCC) memang selalu berlangsung hidup dan interaktif. Pola hubungan Rudy dan tiga orang stafnya dengan para peserta, juga antar para peserta, tak ubahnya komunikasi dalam sebuah keluarga. Maklum saja, kebanyakan peserta kelas memasak itu juga aktif dalam milis www.sharp-indonesia.com/cookingclub yang dimoderatori oleh Rudy. SCC terbentuk pada November 2006. Cikal bakalnya adalah Sharp Cooking Class yang terbentuk sebagai pengembangan SPG Cooking Demo yang sering diadakan di pusat-pusat perbelanjaan. SPG Cooking Demo sendiri awalnya dirintis lima tahun lalu dari demo konsumen rumah ke rumah untuk memberi edukasi mengenai penggunaan microwave dan microwave oven Sharp yang seringkali kurang dipahami konsumennya. Jadi pembentukan komunitas ini memang berangkat dari produk microwave, varian home appliance keluaran Sharp yang paling dikenal masyarakat dan semakin diminati konsumen. Sharp Cooking Class sendiri diadakan pertama kali di kantor utama Sharp yang terletak di kawasan Pulogadung. Kegiatan ini cukup berkembang sehingga pada bulan Agustus 2006 Best Denki (pusat elektronik Jepang) minta agar Sharp membuka kelas memasak di outlet mereka yang terletak pusat perbelanjaan Senayan City. Jadilah sebulan kemudian untuk pertama kalinya kelas memasak ini diadakan di luar kantor pusat. Dan lokasinya tak hanya di Senayan City, namun juga di Mangga Dua Square. Sekali dayung, ini merupakan langkah strategis Sharp–khususnya divisi kitchen appliances—untuk mendekati konsumen yang tinggal jauh dari kantor pusat. Sejak awal, kelas memasak ini memang diperuntukkan khusus bagi konsumen Sharp Kitchen Appliances, terutama pemilik microwave dan microwave oven Sharp. Tadinya tenaga pengajarnya hanya satu, yakni mbak Sri. Namun beberapa waktu kemudian Sharp sengaja menempatkan Rudy, ahli masak lulusan Universitas Negeri Jakarta(UNJ), sebagai supervisor khusus dari pihak brand. Komunitas SCC sendiri tercetus atas ide Iffan Suryanto, General Manager Sales & Marketing Hyper Sharp. Saat itu ia melihat peluang bahwa para anggota Sharp Cooking Class membutuhkan tempat ‘penampungan’ khusus yang sekaligus bisa menjadi sarana interaksi, baik antar anggota maupun dengan Sharp sebagai pemilik brand. Maka setelah melalui beberapa meeting selama empat bulan antara tim Small Home Appliances Sharp dengan pihak pembuat website, pada Januari 2007 terbentuklah website Sharp Cooking Club sebagai wadah komunitas. Selain menampilkan informasi terkini seputar dunia kuliner dan produk kitchen appliances Sharp, website ini memberi ruang bagi anggota untuk berinteraksi di antara mereka sendiri dan terutama dengan Sharp sebagai pemilik brand. Milis ini juga memberi kesempatan bagi anggotanya untuk menampilkan resep-resep kreasi mereka. Sudah tentu, mulai dari appetizer sampai dessert, semua direkomendasikan dengan menggunakan produk kitchen appliances Sharp. Selain itu para anggota bisa mendapatkan berbagai informasi berupa artikel dan tips-tips seputar dunia masak memasak yang bisa diinput setiap hari. Sejauh ini anggota website SCC masih dibatasi hanya untuk konsumen Sharp Kitchen Appliances. Untuk masuk dalam keanggotaan, konsumen harus memasukkan nomor kartu garansi produk yang mereka beli ke dalam formulir pendaftaran on-line website. Rudy mengaku, sampai saat ini jumlah anggota milis SCC sudah mencapai 3.000-an anggota, tersebar di seluruh Tanah Air. Namun yang aktif sering ikut kopi darat masih terbilang ratusan orang, terutama yang berdomisili di Jakarta. Dalam struktur organisasi dan kegiatan bisnis Sharp, aktivitas yang berkaitan dengan masak-memasak ini dimasukkan sebagai program after sales service untuk kepuasan pelanggan. Saat ini ada lima jenis program, namun program Cooking Class dan SCC tercatat sebagai kegiatan yang berjalan paling efektif dan mampu mengundang interaksi langsung dengan konsumen. Selain club masak special (Sharp Cooking Event) yang diadakan rutin setiap bulan di Grand Indonesia sejak enam bulan silam, Sharp juga mengadakan cooking class mingguan di Best Denki Senayan City pada setiap Sabtu mulai pukul 13.00. Di sini para anggota klub boleh ikut secara cuma-cuma. Pada kesempatan tersebut, konsumen anggota klub diajarkan bagaimana cara menggunakan Sharp Kitchen Appliances dengan baik dan benar, sekaligus cara-cara memasak beserta tips-tips praktis. Ajang tersebut sekaligus dijadikan wadah bagi para anggota milis untuk saling berkenalan dan berbagi pengalaman dalam menggunakan produk-produk kitchen appliances Sharp. Di luar SCC dan Sharp Cooking Class, Sharp masih memiliki beberapa progam below the line yang berkaitan dengan aktifitas masak memasak. Antara lain demo konsumen yang ditujukan bagi pembeli Sharp Microwave, Microwave Grill dan Microwave Oven yang ingin mempraktikkan alat tersebut namun tak mau repot datang ke acara off air cooking class. Dengan demikian demo ini bersifat pribadi karena dipraktikkan langsung ke rumah konsumen. Sudah tentu bagi mereka dikenakan biaya transportasi sesuai dengan jarak rumahnya. Selain itu sampai sekarang SPG Cooking Demo bulanan juga masih rutin diadakan di pusat-pusat perbelanjaan terpilih. Misalnya di Electronic City, Electronic Solution, Home Cientro, Hypermart, Carrefour dan Giant. Demo yang dilakukan oleh SPG yang terampil memasak ini ditujukan untuk menarik calon konsumen Sharp yang sedang mencari produk Kitchen Appliances. Pada kesempatan tersebut calon konsumen dipersilakan mencicipi hasil masakan yang dihasilkan oleh Sharp Kitchen Appliances. Terakhir mereka juga punya program Cooking Competition (Lomba Memasak) yang diadakan setiap 3 bulan. Lomba ini biasanya diadakan di pusat perbelanjaan ternama dan diikuti oleh peserta yang kompeten dalam dunia kuliner. Juara dari lomba memasak inilah yang akan mendapat penghargaan dari Sharp. Melda, 35 tahun, anggota komunitas SCC: Untuk Menambah Relasi Bagaimana ceritanya sampai Anda bergabung dengan komunitas ini? Saya masuk klub ini sejak setengah tahun lalu dan setiap bulan tidak pernah absen ikut SCC. Sebenarnya saya sudah memiliki oven Sharp sejak satu setengah tahun lalu, yang model lama. Namun awal saya bergabung dengan SCC justru atas ajakan adik saya yang baru saja membeli microwave Sharp. Ia ikut club ini melalui kartu garansi yang terlampir dan kemudian merekomendasikan saya. Namun kesininya, saya justru menjadi lebih rajin dibandingkan adik saya yang semakin sibuk. Apa manfaat yang Anda dapatkan dari komunitas ini? Banyak. Selain belajar teknik-teknik memasak, saya bisa copy darat dengan teman-teman anggota milis. Ini kan berarti saya menambah jaringan dan relasi. Makanya saya selalu semangat datang ke acara komunitas di berbagai tempat. Apakah kesertaan Anda dalam komunitas ini menjadikan Anda loyal terhadap produk-produk Sharp dan merekomendasikan merk Sharp kepada lingkungan Anda? Percaya atau tidak, hampir semua produk elektronik saya sekarang memakai Sharp. Bahkan teman-teman kos di kiri kanan saya juga ikut-ikutan pakai Sharp. Mereka saya ajak juga untuk ikutan dalam komunitas ini. Istijanto, Faculty Member Prasetiya Mulya Business School: Kekuatan Referral Marketing SCC yang dimotori oleh Sharp merupakan upaya produsen untuk mendekatkan diri dengan konsumen atau pelanggannya. Pertama, di sini akan terbentuk ikatan (bonding) antara produsen dan konsumen. Melalui SCC, pelanggan menjadi sering menggunakan microwave Sharp untuk memasak. Pelanggan secara individu menjadi semakin loyal dengan Sharp. Kedua, karena SCC melibatkan tidak hanya satu konsumen –seperti privat memasak– namun mempertemukan konsumen-konsumen Sharp yang lain maka terjadilah perkumpulan antar konsumen. Akibatnya di antara pelanggan akan terbentuk bonding juga layaknya ikatan sosial (social bonding). Komunitas Sharp pun terbentuk di sini sehingga SCC menfasilitasi terbentuknya 3 pihak yang saling terikat yaitu, konsumen satu dengan konsumen lain plus produsen Sharp. Jadi kekuatan bonding-nya semakin kuat. Inilah keunggulan dari komunitas yang diwadahi oleh Sharp sebagai produsen. Selain itu merek Sharp pun menjadi hidup dalam diri pelanggan. Karena mereka dipacu untuk sering memakai microwave Sharp dengan menu-menu baru yang diciptakan. Preferensi merek Sharp pun semakin kuat menancap di hati pelanggan. Ini membuka peluang pelanggan memakai kategori produk lain bermerek Sharp. Inilah efek loyalitas yang kuat sehingga terjadi pembelian lebih (more buying). Sebenarnya manfaat SCC tidak terbatas untuk mempertahankan pelanggan Sharp saja. Efek komunikasi WOM (Word of Mouth) juga terjadi. Wajar, pelanggan yang sangat puas dengan pengalaman akan bercerita ke orang lain dan mereferensikan produknya. Apalagi ajang kumpul-kumpul atau komunitas sangat disukai oleh kaum ibu sehingga mereka akan mengajar relasinya bergabung. Inilah kekuatan referral marketing. Jadi peluang mengajak pembeli baru yang dilakukan oleh pelanggan Sharp dimungkinkan terjadi. Ini juga tampak dari SCC yang digelar di mal-mal atau public place. Komunitas SCC sebenarnya juga bertujuan untuk menarik pembeli baru. Sebagai tambahan, dari ajang SCC ini, Sharp tidak harus menghadirkan pengajar atau ahli masak dari Sharp. Upaya lebih untuk melibatkan pelanggan Sharp dapat dilakukan di sini. Kalau selama ini pelanggan hanya dilibatkan sebagai peserta, maka konsumen yang pandai memasak diberi kesempatan juga untuk tampil mengajar. Jadi ada unsur saling menciptakan (co-creation). Tentu saja efek testimoni di sini semakin kuat dan akan terjadi bonding yang lebih kuat antara pelanggan dan merek Sharp. |