 Iwan Murty Pasar susu Indonesia tahun ini diperkirakan menyusut 23% menyusul krisis ekonomi global yang mengimbas Tanah Air. Survei yang dilakukan Ipsos, perusahaan market research yang berpusat di Perancis, menunjukkan bahwa sebanyak 23% responden mengurangi penggunaan atau konsumsi susunya sejak terjadinya krisis. Survei dilakukan terhadap 585 sampel ibu-ibu di Jakarta pada Februari lalu.
Selain susu, penggunaan listrik dan air juga dikurangi (diakui oleh 20% responden), detergen (17%), dan skin care (13%). Iwan Murty, Managing Director IPSOS Indonesia, menjelaskan bahwa berdasarkan face to face interview dengan ibu rumah tangga yang terbiasa berbelanja di toko kelontong, diketahui bahwa mereka umumnya akan berhemat dalam menghadapi krisis (70%) dan berencana mencari tambahan pendapatan (53%). Bagaimana cara mereka berhemat? Menurut Iwan, penghematan dilakukan dengan mengurangi pos-pos tertentu (27%), mengurangi konsumsi (24%), termasuk berganti ke kemasan yang lebih kecil (19%). Sedangkan pos-pos pengeluaran yang dikurangi umumnya berupa kebutuhan tersier seperti belanja baju, makan di luar, jalan-jalan di mal, sampai uang saku anak. Dengan temuan ini Ipsos merekomendasikan lima strategi marketing yang dapat dilakukan perusahaan pada masa resesi ini. Kelima strategi tersebut adalah: memberikan value added terhadap produk tanpa perlu memotong harga secara permanen, tetap beriklan, mengganti pesan komunikasi dari merek aspirasi ke merek yang terjangkau, terus memonitor perubahan perilaku konsumen, dan terus berinovasi. (Iski) |