 Lock&Lock Hadir di Tanah Air pada 2004 lalu, pertumbuhan penjualan Lock&Lock Indonesia per tahun mencapai 116%--di mana pada tahun lalu penjualannya menembus US$ 5 juta (sekitar Rp 50 miliar—red). Pencapaian yang gemilang itu, diakui President Direktur PT Lock&Lock Indonesia Woo Hack Jin, lantaran agresivitas Lock&Lock menggarap jaringan distribusi.
“Saat ini jaringan distribusi kami sudah lebih dari 200, termasuk departement store, supermarket, hingga hypermarket,” kata Woo Hack Jin, yang menargetkan Lcok&Lock menjadi nomor satu di Indonesia pada 2013 nanti. Bahkan, saat ini, Lock&Lock juga sudah membuka flagship shop, di Mal Central Park, Jakarta Barat. Sebagai pendatang baru, ia mengaku Lock&Lock perlu membangun awarness dan edukasi kepada konsumen Indonesia. Untuk itu, langkah pertama yang dilakoni adalah melakukan penetrasi pasar melalui ratusan channel modern di Indonesia. Jika kini Lock&Lock masih fokus pada area Jakarta dan beberapa pulau Jawa, tahun depan Lock&Lock akan merangsek ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali, dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Langkah lainnya, Lock&Lock juga menggandeng merek-merek lemari es dan perbankan untuk memasarkan produknya (lewat joint promo). Misalnya, meletakkan wadah Lock&Lock di setiap display kulkas di toko atau menjadi produk yang dibisa ditukar dengan reward point produk perbankan. “Saat ini kami sudah bekerja sama dengan LG, Samsung, Sharp, BNI, BCA, Danamon, dan sebagainya,” tambahnya. Langkah berikutnya adalah melakukan kampanye via print ad, TVC, dan kegiatan kehumasan. Dalam waktu dekat, Lock&Lock juga akan menggelar road show mal to mal. “Bujet markom kami dalam setahun lebih dari 5% dari revenue,” tutupnya. (Dwi) |