10 Seni Inovasi dari Guy Kawasaki

“Inovasi adalah sebuah proses,” tegas Guy Kawasaki, Chief Evangelist of Canva & Former Chief Evangelist of Apple, pada perhelatan akbar AdAsia 2017 di Bali, yang dihelat selama tiga hari, 8-10 November 2017. Pada kesempatan itu, ia ditunjuk sebagai pembiiara kunci AdAsia 2017 di hari pertama (8/11), dengan membawakan tema “The Art Innovation”.

Sebagai penginjil (evangelist) dari Apple, Guy dikenal sebagai orang yang paham betul tentang proses inovasi yang terjadi pada produk Apple. Oleh karena itu, di hadapan 1.200 peserta AdAsia 2017, ia berbagi 10 kunci bagaimana sebuah inovasi dihasilkan dan dapat diterima pasar. Kesepuluh tips tersebut ia dapatkan dari pengalamannya selama bersama Steve Jobs dan membesut inovasi di Apple.

Apa saja 10 kunci sekaligus pelajaran tentang seni inovasi tersebut?

#1 Jangan pernah bertanya pada kustomer. Itu sebabnya, Apple tidak pernah bertanya apa yang kustomer inginkan dari Apple. Langkah yang harus dilakukan oleh pemasar adalah buatlah produk yang memang ingin digunakan dan ciptakan sesuai harapan Anda. “Memang ini sedikit spekulasi dan tidak ada garansi apakah produk tersebut akan berhasil atau tidak. Tetapi, begitulah Apple diciptakan,” katanya.

#2 Lompatlah ke kurva berikutnya (jump to the next curve). Ia pun mencontohkan sebuah peta dapat bertranformasi. Mulai dari kurva 1.0 di mana peta hanyalah sebuah kertas. Kemudian, berlanjut ke kurva berikutnya map 2.0, yakni peta digital. Dan, Waze mampu melompat ke kurva 3.0 di mana ia tak hanya mampu menghadirkan sebuah peta digital. Namun, Waze mampu membuat penggunanya tetap terkoneksi dengan kondisi di jalanan dan menginformasikan jalan-jalan mana yang terjadi kemacetan.

#3 Ciptakan MVVVP (Minimum Viable Valuable Validating Product).

#4 Make design count. Artinya, pertimbangkanlah desain dalam menghadirkan inovasi. Di Apple, kata Guy, tim kreatif terdiri juga dari artis dan musisi.

#5 Polarize People. Menurut Guy, jika ada beberapa konsumen yang membeci produk Anda dan sebagian konsumen mencintai produk Anda, maka hal itu bukanlah masalah. “Yang justru menjadi masalah adalah jika konsumen tidak lagi peduli dengan produk kita,” ia mengingatkan.

#6 Ignore Naysayers. Guy menyarankan agar pemasar yang ingin melakukan inovasi untuk mengabaikan mereka yang menentang. Sebab, menurut Guy, sejatinya kegagalan terjadi jika Anda tidak pernah mau mencoba. Mengabaikan para penentang itulah yang akhirnya Steve Jobs mampu menciptakan Apple.

#7 Change your mind. Pemasar harus mampu membuka pikirian mereka. Oleh sebab itu, untuk menghadirkan inovasi, Steve jobs selalu menyarankan untuk tidak bertumpu pada aristektur iPhone yang sudah ada, untuk kemudian mendorong sekaligus membuka seluas-luasnya kepada para developer untuk menciptakan arsitektur baru untuk apple.

#8 Niche Thyself. Diungkapkan Guy, buatlah ceruk untuk dirimu (produkmu) sendiri dengan menonjolkan value dan keunikan.

#9 Let 100 Flowers Blossom. Menurutnya, inovasi tidak boleh sia-sia. Pemasar harus ambil keuntungan dari inovasi yang sudah dibuat.

#10 Churn, Baby, Churn. Ia menyarankan agar pemasar tidak terpaku pada kesempurnaan. Oleh karena itu, penting bagi pemasar untuk terus mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
“Communication Days Ke-12” Usung Tema CODE

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur (UBL) kembali menggelar "Communication Days" pada awal November ini. Program tahunan...

Close