Adu Kuat Belanja Iklan di Kategori Mie Instant dan e-Commerce

nielsen-2 ok

Tumbuh 7% dengan total belanja iklan nasional mencapai Rp 118 triliun di sepanjang tahun 2015, menjadi angin segar bagi industri periklanan Tanah Air. Ada dua kategori yang menarik dicermati dari sepuluh brand dengan belanja iklan tertinggi (TV dan cetak). Kedua kategori itu adalah mie instant dan e-Commerce.

Data Nielsen Advertising Information Services menunjukkan pertarungan teratas terjadi di kategori mie instant, yakni antara brand Indomie dan Mie Sedaap. Keduanya menempati dua teratas pada daftar Top 10 Pembelanja Iklan Tertinggi di tahun 2015.

Jika Indomie menempati posisi pertama dengan belanja iklan Rp 971,2 miliar, maka Mie Sedaap menempati posisi kedua dengan belanja iklan Rp 733,7 miliar. Dengan belanja iklan tersebut, ternyata Wings lebih berani menggelontorkan belanja iklannya untuk Mie Sedaap. Terbukti, Wings meningkatkan belanja iklan untuk Mie Sedaap hingga 24%. Bandingkan dengan Indofood yang hanya menaikkan belanja iklan Indomie pada angka 5%.

Pertarungan sengit kedua terjadi pada industtri e-Commerce. Di industri itu, ada dua brand yang sengit membetot perhatian konsumen Indonesia lewat iklan TV dan cetak. Keduanya adalah Traveloka.com dan Tokopedia.

Jika Traveloka.com menempati posisi ketiga terbesar dengan belanja iklan Rp 697,3 miliar, maka Tokopedia yang telah mendapat banyak suntikan dana dari berbagai venture capital, sanggup menggelontorkan belanja iklan hingga Rp 625,3 triliun di tahun 2015. Tak mengherankan, jika Tokopedia menempati posisi keempat sebagai pembelanja iklan tertinggi versi Nielsen. Bahkan, pertumbuhan pelanja iklan Tokopedia pun menjadi yang paling tinggi di tahun 2015, yakni mencapai 1.611%.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Tahun 2015, E-Commerce Menjadi Kategori dengan Pertumbuhan Belanja Iklan Tertinggi

Setelah industri periklanan Indonesia mengawali tahun 2015 dengan berdarah-darah, yakni harus minus 1% pada kuartal pertama (Q1) 2015, akhirnya tahun...

Close