Beda Content Marketing dan Native Advertising

Orang sering digalaukan oleh beberapa istilah dalam komunikasi pemasaran. Sebut saya trend yang lagi banyak diperbincangan saat ini, yakni content marketing dan native advertising. Sejatinya, seperti ditulis oleh Joe Pulizzi dari Content Marketing Institute, content marketing buanlah hal baru. Cuma mungkin orang menyebutnya berbeda-beda. Ada yang menyebut customer media, branded content, custom publishing, atau custom content. Namun kini kebanyakan orang menyebutnya sebagai content marketing.

Menurut Pulizzi, adalah penting untuk memahami bagaimana istilah di industri lain yang terkait dengan content marketing (pemasaran konten). Beberapa tahun yang lalu, ketika istilah native advertising (iklan asli) baru muncul, banyak pemasar dan eksekutif agensi yang keliru menggunakan pemasaran konten dan iklan asli secara bergantian. Ketika itu terjadi, menurut Pullizi, industry komunikasi pemasaran  mundur selangkah, karena iklan asli hanyalah model pemasaran satu arah, meski dapat mendistribusikan konten.

Menurut Pulizzi, pemasaran konten adalah teknik pemasaran strategis untuk menciptakan dan mendistribusikan konten yang bermakna, relevan, dan konsisten untuk menarik dan memperoleh pemirsa yang jelas. Tujuannya adalah mendorong pelanggan untuk melakukan sesuatu yang menguntungkan baik pelanggan itu sendiri maupun penyampai konten dengan cara mengubah atau meningkatkan perilaku konsumen.

Dengan kata lain, pemasaran konten adalah tentang menarik audiens ke dalam pengalaman (atau "tujuan") yang Anda miliki, bangun, dan optimalkan untuk mencapai tujuan pemasaran Anda. Prosesnya berkelanjutan dengan pencapaian hasil terbaik melalui integrasi pemasaran konten ke dalam strategi pemasaran secara keseluruhan. Ini berfokus pada media yang Anda miliki, bukan menyewa atau membayar untuk waktu tertentu. Dalam pemasaran konten, merek memiliki media, dan merupakan aset merek.

Sementara itu, native advertising (iklan asli) adalah – istilah katanya, Anda membayar dan Anda bermain. Maksudnya, merek membayar untuk penempatan konten di platform di luar media yang dimiliki oleh brand atau perusahaan. Biasanya berbasis informasi karenanya isinya selalu bermanfaat, menarik, dan ditargetkan untuk khalayak yang spesifik. Kemungkinan besar, ini bukan iklan tradisional yang secara langsung mempromosikan produk atau layanan perusahaan.

Di sinilah iklan asli terlihat seperti pemasaran konten. Informasi tersebut biasanya sangat ditargetkan (mudah-mudahan) dan diposisikan sebagai barang berharga. Tapi sekali lagi, dalam iklan asli, Anda menyewa platform distribusi konten orang lain (seperti iklan), kecuali bahwa Anda tidak memalsukan produk atau layanan.

Yang menjadi pembeda iklan tradisional dengan iklan asli, dalam iklan asli pengguna media tidak terganggu dengan iklan asli karena disampaikan dengan cara yang tidak menghalangi perilaku normal pengguna di saluran tertentu. Merek menciptakan iklan asli agar terlihat semirip mungkin dengan konten situs pihak ketiga (media yang digunakan digunakan pelanggannya). Meskipun perusahaan media menginginkan hal itu juga (karena lebih mudah menjualnya), iklan asli juga harus mengeluarkan banyak label peringatan di sekitar konten untuk memastikan penempatan berbayar 100% transparan.

Singkatnya, iklan asli tidak mengganggu pengalaman pengguna dan menawarkan informasi bermanfaat dalam format yang mirip dengan konten lainnya di suatu situs sehingga pengguna lebih banyak terlibat dengannya, seperti iklan spanduk. Ini bagus untuk pengiklan, dan jika isinya benar-benar bermanfaat, bagus untuk konsumen.

Namun yang perlu diingat, iklan asli adalah pemasar konten satu arah yang dapat mendistribusikan konten mereka. Artinya, dalam iklan asli, tidak terjadi interaksi timbal balik antara khalayak dan pengiklan. Karenanya iklan asli harus mudah ditangkap dan dimengerti maksudnya oleh khalayak. Karenanya iklan asli harus menggunakan bahasa dan istilah yang sangat sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Menyimak Kesuksesan 11 Merek Lewat Buku “Innovative Companies”

Inovasi merupakan salah satu jawaban kunci dalam menghadapi segala perubahan di era digital seperti sekarang. Termasuk, dalam menghadapi era kompetisi...

Close