Branding Melalui Ikatan Alumni Unpad

Memposisikan diri sebagai World-Class University, Universitas Padjadjaran (Unpad) berkomitmen untuk meningkatkan kualitasnya secara kompetitif dan profesional. Tak hanya persiapan dan pembenahan dalam penyelenggaran pendidikan tinggi di semua fakultas dan program studi, tetapi juga mengembangkan pendidikan karakter yang berbasis kebangsaan dan kearifan lokal. Pendidikan karakter tersebut tidak hanya dilakukan oleh dosen dan mahasiswa, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan komponen lain, yaitu tenaga kependidikan atau para staf administrasi.

Sejatinya, dengan mengedepankan pendidikan karakter yang berbasis kebangsaan dan kearifan lokal, maka Unpad dapat melahirkan alumni yang unggul sebagai entepreneur dan memiliki leadership yang berkualitas serta memahami benar konteks sosial budaya yang akan dihadapi.

Positioning yang telah ditetapkan itu tentu saja terkait dengan visi yang diusung Unpad, yakni sebagai “Universitas Riset dan Berdaya Saing Regional” serta bermanfaat bagi masyarakat luas. Demi mewujudkan visi tersebut, alumni pun menjadi salah satu pihak yang dilibatkan. Sejatinya, alumni dinilai memiliki peran penting dalam meningkatan performa Unpad di tingkat nasional maupun internasional. Alumni juga menjadi penghubung kampus dengan dunia global.

Untuk itu, Unpad memiliki Ikatan Alumni Unpad atau yang lebih dikenal dengan Ika Unpad. Melalui Ika Unpad, diharapkan dapat mendorong penguatan strategi Pentahelix yang digagas Unpad. Maksudnya, peran alumni tersebar ke dalam lima unsur Pentahelix, yaitu akademisi, pemerintah, pengusaha, komunitas, dan media. Dengan demikian, Ika Unpad ke depan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mendorong Unpad untuk berkontribusi lebih kepada masyarakat.

Menurut Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, peran alumni salah satunya diukur sebagai indikator pemeringkatan universitas versi QS university ranking. Pada pemeringkatan ini, reputasi alumni di dunia profesional menjadi penentu pemeringkatan.

Lalu bagaimana upaya branding Unpad, terutama setelah resmi menjadi PTN Badan Hukum sejak tahun 2014 lalu? Pertama, konsisten melakukan inovasi yang berkesinambungan dan terukur. Hal ini berkaitan dengan brand equity Unpad. Dengan inovasi, diharapkan ekuitas merek Unpad tetap terjaga dengan baik. Ekuitas merek dinilai sangat penting dalam mewujudkan dan memelihara kepercayaan para stakeholders, antara lain mahasiswa, masyarakat, industri, perusahaan, dan lembaga baik di lingkup nasional maupun internasional.

Kedua, penguatan SDM (Sumber Daya Manusia). Unpad terus mendorong peningkatan kualitas SDM-nya. Penguatan unit kerja, pengembangan kualitas dosen, dan peningkatan kualitas lulusan yang mampu berdaya saing regional, nasional, maupun internasional, adalah bagian dalam rangka peningkatan kualitas institusi. Tiap fakultas diharuskan melakukan berbagai kegiatan akademik, riset, program CSR dan atau pengabdian masyarakat, yang sesuai program studinya.

Ketiga, menyebarkan WOM (Word of Mouth) positif melalui media, baik konvensional maupun digital. Dalam melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan, Unpad memanfaatkan media massa dan jejaring sosial untuk membangun citra dan reputasi positif kampus. Antara lain blog, website, Twitter, Facebook, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)