Mengapa PR Makin Berperan Dalam Influencer Marketing?

influencer-marketing-tools-660x330 Makin tingginya kekhawatiran marketer terhadap pemblokiran iklan tumbuh, membuat influencer pemasaran menjadi semakin penting. Media seperti YouTube, Instagram dan Snapchat kini menjadi saluran yang begitu populer, dan menjadi alat-alat baru yang mempermudah marketer bekerja dengan influencer. Dalam laporan eMarketer yang berjudul Influencer Marketing for US Brands: The Platforms to Watch, and the Best Ways to Work with Creators, disebutkan bahwa saat ini makin banyak eksekutif perusahaan yang meminati pemasaran influencer. influencer expecation "Influencer adalah bagian penting dari apa merek lakukan sekarang," kata Greg Manago, co-president of content and entertainment for North America at Mindshare. "Sekarang pertanyaan yang diajukan klien bukan lagi " Kami ingin melakukan sesuatu dengan influencer, Bagaimana menurutmu?" Akan tetapi yang sering diajukan adalah pertanyaan, 'Strategi influencer apa yang dilakukan untuk program ini?'" Influencer marketing makin popular karena strategi utamaa adalah untuk menghasilkan brand awareness, lead dan penjualan. Bahkan, mungkin terlalu populer. Persoalannya adalah, begitu makin banyak merek yang makin agresif mengejar influencer, harus diakui bahwa strategi itu makin menjadi kurang efeknya. Makin banyaknya orang yang masuk ke influencer marketing, makin meningkatkan biaya untuk memposting misalnya. Demikian pula, makin tingginya imbalan yang diterima para influencer juga membuat para pengikut palsu menuntut biaya yang lebih tinggi dari merek. Selain itu, FCC juga akan menindak posting berbayar yang kurang tepat dalam mengingkapkan sesuatu, dan pedoman baru Google dapat menghukum influencer yang tidak mengungkapkan pembayaran mereka. Beberapa orang mengatakan influencer marketing sudah mati atau kini telah menjadi bahan lelucon. Tapi banyak ahli mengatakan masalahnya bukan terletak pada influencer pemasaran itu sendiri; melainkan pada bagaimana perusahaan menerapkan strateginya. Untuk mencapai keberhasilan jangka panjang, pelaksanaan influencer marketing harus semakin menjadi PR – maksudnya tidak lagi terang-terangan berpromosi. Ini harus lebih berfungsi sebagai media yang diperoleh, dan bukan media yang dibayar. Itu berarti membangun hubungan jangka panjang dengan influencer dan membantu mereka menghasilkan konten yang asli, menarik pengelola koran, otentik, menarik, mendidik dan menghibur. Sebab bagaimana pun pendekatan PR terbukti bisa menghasilkan peningkatan pembaca/pemirsa dan kepercayaan yang lebih baik. Pada akhirnya, influencer marketing yang beradaptasi dengan earned media, akan meningkatkan kepercayaan penonton terhadap pesan yang disampaikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
LTC Glodok dan BCA Undi Pemenang Program “Lucky Draw Belanja Hokie”

Sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan, Lindeteves Trade Center atau LTC Glodok-Jakarta menggelar program “Lucky Draw Belanja Hokie”. Program yang digelar...

Close