Strategi Branding Datsun di Segmen LCGC

Baru hadir di pasar otomotif Indonesia pada 2013, kinerja Datsun terhitung menggembirakan. Resmi melakukan penjualan pada Mei 2014, penjualan Datsun kini sudah mencapai lebih dari 50 ribu unit. Jika tahun 2014 penjualan Datsun mencapai 23 ribu, maka tahun 2015 penjualan Datsun menyentuh 30 ribu unit. Bahkan, dengan penjualan itu, Datsun berhasil memperoleh segment share 18% di pasar LCGC.

IMG_20160224_50898

Sukses Datsun memasuki pasar Indonesia di tengah industri dan ekonomi yang kurang bersahabat boleh jadi karena Datsun tercatat fokus pada segmen Low Cost Green Car (LCGC). Cukup dimaklumi, lantaran pemain LCGC belumlah banyak. Yakni, baru ada Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Datsun. Saat ini, segmen tersebut pun terhitung sangat menjanjikan, karena masih bertumbuh dan kontribusinya terhadap total industri otomotif nasional mencapai 16%.

Dijelaskan Head of Datsun Indonesia Indriani Hadiwidjaja, "Kami masuk ke Indonesia dengan dua varian, yakni Datsun GO+ Panca (MPV) dan Datsun GO Panca (hatchback) dengan range harga Rp 90-100 jutaan. Kami adalah satu-satunya brand yang memiliki model MPV untuk segmen LCGC. Target market kami adalah first time new car buyer, yakni meeka yang baru pertama kali membeli mobil atau mereka yang baru pertama kali membeli mobil baru."

Upaya branding tentu saja menjadi langkah awal yang dilakukan oleh Datsun untuk memperkenalkan brand-nya di Indonesia. Demi mencuri perhatian publik, Datsun mencoba menghadirkan program yang berbeda yang tidak lazim digelar oleh para pemain otomotif. Antara lain lewat program Datsun Rising Challange (DRC) yang digelar pada tahun 2013. Program kompetisi perencanaan bisnis tersebut ditujukan bagi para risers--sebutan untuk kinsumen Datsun. "Risers adalah mereka yang gigih menggapai mimpi, dinamis, muda berusia 20-35 tahun, dan bersemangat," lanjutnya.

Sukses DRC 1 dengan jumlah proposal yang masuk hingga 1.200 proposal, tahun 2015 ini Datsun kembali menggelar sekuelnya, DRC 2, yang sudah dimulai pada Oktober 2015. "Berbeda dengan sebelumnya DRC 2 fokus pada kewirausahaan yang memberdayakan masyarakat guna mengentaskan permasalahan sosial atau social entrepreneurship. Tak kurang dari 2.600 proposal telah masuk ke kami," kata Indri di sela-sela acara workshop DRC 2 hari ini (24/2) di Salihara, Jakarta.

Tak hanya program berkala DRC yang digelar Datsun, demi memperkuat mereknya di Indonesia. Ditambahkan Indri, tahun 2016, Datsun juga akan mengikuti pameran otomotif GIIAS 2016, menggelar brand activation bertajuk Carnaval di sejumlah kota, menggelar program reality show di RCTI berjudul "Pemburu Mimpi" yang saat ini baru memasuki episode keempat, melakukan aktivasi di social media (facebook, twitter, dan instagram), memberikan program leasing yang menarik, dan sebagainya. "Semua kampanye dan branding Datsun harus mengusung tiga prinsip sebagai pesan komunikasinya, yakni Dream, Access, dan Trust," tutupnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
3M Jalin Kemitraan dengan Jaringan Ritel ACE

Tahun 2016, 3M memutuskan untuk bertransformasi. Jika sebelumnya 3M menggunakan pendekatan bisnis-centric, maka mulai tahun ini 3M memilih pendekatan market-centric....

Close