Universitas Pancasila Gunakan Guru BK Sebagai Influencer

Sempat diwacanakan berubah status menjadi kampus negeri dalam dua tahun terakhir, brand Universitas Pancasila (UP) makin berkibar. Namun pada tahun lalu, Rektor UP Prof. Wahono Sumaryono akhirnya menyatakan batal mengajukan permohonan perubahan status itu karena berbagai kendala—antara lain karena keterbatasan lahan. Sebagai kompensasinya, katanya, UP akan memaksimalkan belanja modalnya untuk meningkatkan kualitas.

Didirikan pada Oktober 1966 di Jakarta, kampus yang kini berlokasi di Jalan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, itu rutin membangun brand lewat berbagai aktivitas kampanyenya. Aktivitas itu antara lain branding ke anak-anak SMA yang menjadi target market-nya.

Aktivitas paling anyar nya adalah berpartisipasi di ajang pameran Indonesia International Education & Training Expo (IIETE) 2018 di JCC Senayan, Jakarta, pada 22-25 Februari 2018. Acara IIETE 2018 itu diikuti oleh lebih dari 120 PTS dan PTN dari seluruh Indonesia dan dihadiri oleh siswa/siswi SMA, SMK, SMF, dan MA Se-Jabodetabek.

Keikutsertaan UP dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan informasi mengenai pendidikan yang berkualitas bagi para siswa sekolah menengah. Booth Universitas Pancasila hadir di Hall A dengan berbagai macam kegiatan dan program yang menarik. Pada booth Universitas Pancasila juga telah disediakan laptop untuk para pengunjung yang langsung ingin mendaftar. Termasuk, beberapa penjaga stand yang berkompeten dan komunikatif dari pegawai, dosen, hingga mahasiswa juga dihadirkan di booth untuk membantu para pengunjung mendapatkan informasi yang komprehensif. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat merencanakan karirnya dengan tepat. Pada pameran kali ini, Universitas Pancasila juga menawarkan keringanan biaya kuliah dan kemudahan pembayaran sehingga memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk mendapatkan pendidikan yang mereka inginkan.

Tak hanya menghelat kegiatan branding pada calon mahasiswa, Universitas Pancasilan juga menggelar kegiatan untuk para guru. Dalam hal ini guru Bimbingan Konseling (BK), yang notabene berperan dalam memberikan masukan kepada siswa tentang jurusan dan kampus yang akan dipilih ke depannya. Pada pertengahan Januari ini (16/1), Universitas Pancasila menggelar acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru BK di Aula Fakultas Hukum Lt. 4. Tema yang diusung “Guru BK sebagai Basis Pendidikan Karakter bagi Generasi Milenial”.

Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. membuka kegiatan pelatihan. Acara dihadiri oleh para Dekan Fakultas, Ketua Program Magister, para Dosen, serta 280 Guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMA, SMK, SMF wilayah Jabodetabek Cilegon dan Sukabumi.

Program lainnya adalah memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 di tahun lalu. Di antaranya, dengan menggelar Entrepreneur Day 2017. Kegiatan Entrepreneur Day 2017 yang merupakan bagian dari program kerja Career Entrepreneurship Development Centre ( CEDC ) Universitas Pancasila. Melalui kegiatan itu, Universitas Pancasila menampilkan produk Akademik dan non akademik serta showcase produk Entrepreneurship dari seluruh Fakultas di lingkungan Universitas Pancasila.

Entrepreneur Day 2017 diharapkan akan menjadi sarana pencapaian dan peningkatan kerja sama dengan para mitra Fakultas maupun Universitas. Selain itu, juga sebagai ajang kompetisi yang memberikan manfaat besar bagi kemajuan dan peningkatan kualitas mahasiswa, fakultas, dan Universitas di bidang kewirausahaan.

Sementara itu, melalui Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila dilakukan juga kegiatan branding, yakni lewat kegiatan berskala nasional “Pancasila Innovation and Creative Week (PIC Week) 2017. Kegiatan itu merupakan bentuk dukungan dari alumni FEB Universitas Pancasila dalam memberi ruang pada generasi millenials untuk bisa menghadirkan tantangan kreativitas dan inovasi. PIC Week menjadi kesempatan emas bagi anak-anak Millenials (Siswa-Mahasiswa) se-Indonesia untuk menunjukan produk kreativitasnya yang dipresentasikan melalui video kreatif berdurasi 3 menit. Kegiatan itu gratis, bahkan finalisnya akan difasilitasi untuk datang ke Jakarta, dan berkesempatan mendapatkan akses dukungan permodalan dari perbankan, serta jaminan kredit untuk pemenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)