Ketika Perilaku Ber-Social Media Berubah

Tahun 2018, dominasi media sosial terhadap dunia pemasaran masih akan terus berlanjut. Bahkan, waktu yang dihabiskan pengguna untuk ber-social media terus mengalami kenaikan.

Tetap terhubung dengan teman rupanya menjadi motivasi utama pengguna untuk menggunakan jejaring sosial. Pada saat itu, konsumen digital juga terlibat dalam aktivitas baru seperti menonton siaran langsung, mencari produk, berinteraksi dengan bot Messenger, dan menonton video mobile yang jumlahnya terus meningkat. 

Berikut ini delapan perubahan perilaku pengguna dalam ber-social media.

#1 Hampir Seluruh Pengguna Internet Dapat Dijangkau Via Media Sosial

Menurut studi GlobalWebIndex's, 98% pengguna internet mengatakan bahwa mereka mengakses atau menggunakan jejaring sosial setiap bulannya. Dan, 78% pengguna internet berusia 16-64 tahun terkoneksi dengan social media melalui perangkat mobile mereka.

#2 Pengguna Social Media yang Pasif Terus Bertumbuh

Sekitar 42% digital consumer menggunakan jejaring sosial untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka. Tetapi, survei ini juga menjumpai pertumbuhan jumlah pada passive social networkers. Sebagai contoh, 39% menggunakan jejaring sosial untuk mengakses berita. Dan, hampir 39% menggunakan jejaring sosial untuk mengisi waktu luang mereka. Tak heran, jika jejaring sosial kerapkali menggunakan konten video untuk melakukan monetisasi.

#3 Semua Mata Tertuju ke Mobile-First Social Video

Booming konsumsi video di media sosial didorong sejumlah kekuatan, antara lain smartphone, durasi perhatian yang pendek, pentingnya konteks, dan sesuatu hal yang baru. Dan, dalam “perang” perhatian di mobile video, Facebook mampu meraih peringkat teratas. Pada Q1 2017, Facebook berhasil memperoleh 48% dari total video yang diposting di media sosial.

Fakta itu menunjukkan bahwa brand sudah menuju social video (video yang ditayangkan di media sosial). Hal itu diperkuat dengan kontribusi konten video yang mencapai 21% terhadap total posting an yang dilakukan oleh brand pada Q1 2017. Itu artinya, tumbuh 6% dibandingkan Q1 2016.

#4 Proses Transaksi di Media Sosial

Social media kembali menjadi sumber inforamsi utama untuk mencari brand atau produk. Studi terhadap 178.421 pengguna internet usia 16-64 tahun yang dilakukan oleh GlobalWebIndex, menjumpai fakta bahwa 28% pengguna mengakses media sosial selama melakukan pencarian produk di online. Angka itu terus bertumbuh tiap tahunnya. Di mana tahun 2016 angkanya masih di 25% dan 23% di tahun 2015. Bahkan, 46% pengguna internet di global mengikuti brand melalu media sosial.

#5 Setiap Tiga Menitnya Pengguna Melakukan Jejaring Sosial

Menurut data ComScore, waktu yang dihabiskan pengguna internet setiap tahunnya terus bertumbuh. Hal itu terjadi di semua segmen demografis pengguna. Satu dari setiap tiga menitnya, pengguna menghabiskan waktunya di jejaring sosial atau aplikasi pesan, seperti Whats App dan sebagainya.

#6 Media Sosial Telah Mengambil Alih Peran Mesin Pencari

Untuk pencarian produk online, mesin pencari memang masih memimpin atau dijadikan sebagai cara yang paling sering digunakan oleh pengguna internet. Akan tetapi, media sosial mulai mengambil alih. Terbukti, 41% pengguna internet di global mengatakan bahwa mereka menggunakan media sosial untuk mencari merek atau produk baru. Bahkan, di segmen usia 16-24 tahun, media sosial telah mengambil alih peran mesin pencari, yang selama ini dijadikan kanal utama bagi pengguna dalam mencari merek atau produk baru.

#7 Jejaring Sosial Menyediakan Lebih Banyak Iklan

Selama jejaring sosial menawarkan sekaligus memborbardir berbagai fitur iklan, maka konsumen atau pengguna akan menyerang balik dengan mem-blok iklan tersebut. Riset yang dilakukan oleh perusahaan analitik Pagefair menemukan bahwa saat ini ada 11% populasi internet di global telah mem-blok iklan yang ada di website. Dan, eMarketer meramalkan bahwa 41% dari milenial akan menggunakan Ad-Blockers pada tahun 2017.

#8 Masa Depan Pencarian Produk Online Adalah Visual dan Suara

Pencarian produk melalui teknologi suara akan kian bersinar. Teknologi itu sudah diisi oleh Google Home dan Amazon's Alexa. Meski demikian, pencarian secara visual juga akan berkembang. Perusahaan analisis sosial juga sudah mengekspansi tools untuk brand monitoring mereka ke pencarian visual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)