Tiga Tantangan dalam Merancang Strategi Media Sosial di 2018

Laporan terbaru dari "Hootsuite 2018 Social Trends Survey" mengungkapkan bahwa ada tiga tantangan besar yang akan dijumpai para pemasar terkait perencanaan strategi media sosial untuk merek mereka di 2018 ini.

Ketiga tantangan itu adalah

Tantangan #1 Menemukan solusi yang berkelanjutan guna menghadapi menurunnya jangkauan organik di media sosial. Analis memperingatkan bahwa pencapaian Facebook organik bisa menyusut lebih dalam di tahun 2018. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerima kenyataan baru ini dan berhenti mengejar taktik jangka pendek, untuk kemudian mulai membangun strategi berkelanjutan yang tidak bergantung pada penempatan organik di Feed Berita Facebook.

Itu artinya, pemasar harus lebih selektif. Misalnya, jika objektif merek adalah organic engagement, maka pemasar harus fokus pada jejaring sosial yang menarik dan memiliki pemirsa setia. Ini artinya, pemasar harus juga melacak ROI (Return of Investment) iklan di media sosial secara benar. Dengan demikian, pemasar dapat memperoleh lebih banyak anggaran untuk membangun influencer jangka panjang dan strategi advokasi.

Analisis BuzzSumo terhadap 880 juta postingan pada 2016 dan 2017 mengungkapkan bahwa karena persaingan konten yang meningkat, maka rata-rata engagement untuk Konten Facebook jatuh. Konon, video terus menjadi konten yang terbaik. Rata-rata postingan video pada April 2017 misalnya, mencapai 12,05% dari total page audience. Sedangkan foto hanya 11,63%, link 7,81%, dan status update hanya 4,56%.

Tantangan #2 Video sosial melonjak ke depannya. Terbukti, survey Hootsuite menjumpai bahwa 46% responden mengatakan mereka sudah menerapkan social video, dengan 26% berencana untuk menerapkan pada tahun 2018. Ini berarti, social video meningkat signifikan. Oleh karena itu, jika pemasar tidak membuat video sosial atau menggunakan iklan video sosial, maka brand akan jauh tertinggal.

Pada tahun 2017, belanja iklan video sosial melonjak 130% Tak heran, jika video menjadi strategi pertumbuhan utama untuk jejaring sosial. Mengingat, video di media sosial juga menjadi media selular yang menarik dan mudah dimonetisasi. Meski demikian, pemasar tetap perlu menghubungkan dan mengintegrasikan video sosial ke strategi yang lebih luas.

Tantangan # 3 Keluhan yang saat ini umum dikemukakan oleh pemasar adalah mereka lelah dengan daftar taktik, alat, dan format konten. Jejaring sosial memang terus berinovasi dan membangun cara baru guna menjangkau pemirsanya. Akan tetapi, pemasar berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa strategi media sosial mereka terhitung efektif sehingga investasi layak dilanjutkan. Perlu diingat, investasi di media sosial harus berdampak bisnis yang nyata. Artinya, tidak hanya berdanpak pada memperoleh pengikut yang lebih banyak atau meningkatkan jangkauan pemirsa.

Tantangan ini tercermin dari hasil survey Hootsuite yang menjumpai fakta bahwa 40% responden mengatakan sulit membangun konten yang targeted untuk jejaring media sosial tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pertimbangkan 5 Tren Ini untuk Merancang Strategi Marketing 2018

Tahun 2018, Forrester Research meramalkan bahwa seluruh bisnis dan industri akan mengalami penurunan sebesar 30%. Penurunan itu terjadi karena pengalaman...

Close