Apa Kata Pelaku Bisnis tentang Pameran Dagang?

Pameran dagang (Trades Show) atau ekshibisi menjadi salah satu alat pemasaran yang tercatat efektif bagi para pelaku bisnis. Studi yang dilakukan Display Wizard terhadap 100 peserta pameran (Exhibitors) menunjukkan bahwa 75% dari mereka masih menganggap pameran dagang sebagai saluran pemasaran yang penting. Bahkan, mereka melihat masa depan yang positif terkait pemeran dagang. Sayangnya, banyak juga dari mereka yang diwawancarai menyuarakan kekhawatiran tentang pameran dagang terkait tingginya biaya pameran.

Masih menurut studi tersebut, terungkap bahwa ada sejumlah faktor terpenting yang membuat para peserta memilih pameran dagang sebagai salah satu alat pemasaran mereka. Faktor paling penting pertama adalah kualitas peserta pameran (64%). Selanjutnya, disusul oleh cost atau harga (53%), industri (40%), lokasi (38%), jumlah peserta (23%), dan venue atau tempat (18%).

Lantas, berapa persen dari anggaran pemasaran yang pemasar alokasikan untuk pameran? Ada 36% responden yang menjawab 5-10% anggaran pemasaran mereka digunakan untuk bujet pameran. Sementara itu, 28% responden mengaku mengalokasikan kurang dari 5% untuk pameran. Selanjutnya, 23% responden mengalokasikan 10-20% untuk anggaran pameran dan 10% responden mengalokasikan 20-40% untuk bujet pameran. Hanya 3% responden yang menganggarkan lebi hdari 40% untuk pameran.

Ketika ditanya kapan mereka mulai merencanakan pameran dagang marketing, maka 28% responden menjawab 1-2 bulan sebelum pameran berlangsung. Sementara itu, 22% responden mulai merencanakan pameran sejak 2-4 bulan sebelumnya. Kemudian, disusul oleh 19% yang merencanakannya sejak 6-12 bulan sebelumnya, 18% merencanakan pameran mulai dari 4-6 bulan sebelumnya, 10% merencanakan sejak 2-4 minggu sebelumnya, dan hanya 3% yang mengaku merencanakannya 1-2 minggu sebelumnya.

Terkait cara pemasar dalam menindaklanjuti pameran dagang mereka, maka 81% responden mengaku memilih menggunakan email. Selanjutnya, 68% menggunakan ponsel, 42% melalui meeting tatap muka, 27% lewat media sosial, dan 25% dengan direct mail.

Sebagai alat pemasaran, tentu saja ada berbagai keuntungan yang dapat diperoleh pemasar atau peserta ketika mereka mengikuti pameran. Mayoritas responden atau 83% dari mereka mengaku akan memperoleh keuntungan seperti berjumpa dengan kustomer yang potensial. Sementara itu, 63% mengaku dapat membangun brand awareness lewat pameran dagang. Selanjutnya, 44% mengaku dapat bertemu dengan pelanggan yang sudah ada, 28% meningkatkan bisnis regional, 26% memata-matai kompetitor serta menghasilkan publisitas.

Kendati menguntungkan, namun pemasar juga mengakui bahwa ketika akan menjadi peserta pameran, mereka menjumpai sejumlah masalah. Masalah yang paling dirasakan oleh mereka adalah harga yang tinggi (63%), kesulitan mengukur ROI atau Return of Investment (54%), jauh dari kantor (38%), kesulitan terkait logistik (24%), hingga butuh biaya untuk display di pameran dagang (20%).

Tak hanya bermanfaat untuk bisnis perusahaan, rupanya pameran dagang juga bermanfaat bagi para staf atau tim di perusahaan. Terbukti, 57% responden mengaku bahwa para stafnya dapat memperoleh sales skill dengan mengikuti pameran dagang, 46% mengaku memperoleh product knowledge, 38% mengaku menciptakan staff bonding, hingga 21% mendapatkan loyalitas perusahaan.

Lantas, bagaimana soal prediksi pameran dagang ke depannya di mata pemasar? Mayoritas responden atau 75%-nya memiliki prediksi yang positif akan masa depan pameran dagang. Hanya 25% responden yang memprediksi pameran dagang akan negatif ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ini Lima Bentuk Infografis yang Sedang Popular

Infografis merupakan bentuk pemasaran konten yang terhitung efektif di era digital seperti sekarang. Bahkan, di media konvensional seperti koran dan...

Close