Ini 5 Tren Video Marketing di 2018

Tahun 2018 dipastikan akan membawa sejumlah tantangan baru bagi para pelaku bisnis. Selain kondisi ekonomi global yang masih belum kembali pulih, sehingga belanja iklan global diprediksi hanya tumbuh tipis 4,1%, tantangan lainnya adalah menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen karena efek dari perkembangan teknologi terkini.

Di Indonesia, tahun 2018 akan menjadi semakin berat, karena selain kondisi ekonomi yang masih belum membaik, tahun depan menjadi tahunnya politik. Lumrahnya tahun politik, maka diperkirakan tak sedikit para pelaku bisnis siap “mengerem” belanja iklan dan komunikasi mereka di tahun depan. Meski demikian, menurut laporan Zenith, dari Top 3 kanal komunikasi untuk beriklan, mobile internet dan desktop internet menempati peringkat kedua dan ketiga. Sementara peringkat pertama, masih dikuasai media konvnsional TV.

Oleh karena itu, penting bagi para pelaku bisnis untuk mengemas format iklan yang menarik di media internet maupun digital. Neil Wood-Mitchell, Direktur Three Motion, mencoba menawarkan solusi. Menurutnya, video marketing masih akan menjadi salah satu tools efektif yang dapat digunakan pemasar untuk memaksimalkan upaya pemasaran di tahun 2018.

Diungkapkan Neil, ada lima format video marketing yang akan menjadi trend di 2018, yang dapat dipertimbangkan pemasar untuk strategi marketing dan komunikase merek mereka.

#1 Live Video Live Video memang bukanlah tren yang baru. Namun, Live Video akan tumbuh dengan kecepatan yang luar biasa di tahun 2018. Orang akan menghabiskan 3x lebih lama menonton live video dibandingkan dengan video yang telah direkam sebelumnya.

#2 Video 360 derajat Video 360 derajat adalah teknologi yang cukup baru dan diperkenalkan pertama kali pada tahun 2014. Format video ini mungkin sudah menjadi tren di tahun 2017 dengan lebih dari 86% bisnis menggunakan 360 video sebagai alat pemasaran yang efektif, namun teknologi baru ini akan mulai booming di tahun yang baru.

#3 Virtual Reality (VR) Video Jumlah pengguna VR aktif diperkirakan mencapai 171 juta pada 2018. Pemintaan akan VR video diperkirakan akan meningkat di tahun depan, mengingat pada Oktober 2017 ini, Facebook meluncurkan headset VR baru mereka yang disebut Oculus Go. Gadget baru ini telah dipuji oleh komunitas digital karena dinilai sangat user-friendly.

#4 Video Mapping Video Mapping telah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun, perkembangan teknologi telah memungkinkan teknik video mapping (membuat proyeksi 3D pada permukaan yang rata) menjadi lebih utama dan pilihan. Para pelaku bisnis seperti Coca-Cola, Pabrik Guinness, hingga Walt Disney Company telah menjadikan Video Mapping sebagai pemasaran eksperimental mereka. Belakangan, startup dan institusi pendidikan pun memanfaatkan video mapping untuk menyampaikan pesan komersial mereka.

#5 Square Shaped Video Saat ini semakin banyak orang yang mengonsumsi video melalui ponsel mereka. Akibatnya, format di mana video disajikan juga bergeser agar relevan dengan saluran sosial yang digunakan. Ada lebih dari 80% orang sekarang mengonsumsi video melalui ponsel mereka, terutama melalui aplikasi media sosial. Cara video yang sekarang disajikan dan diformat pada perangkat seluler tentu saja juga berubah agar sesuai dengan platform media sosial.

Banyak pemasar di masa lalu dulu melakukan pemasaran video secara horisontal, kini ponsel dan tablet membuat kita berpikir secara vertikal. Hal ini menyebabkan banyak bisnis berani melakukan hal-hal sedikit berbeda dan membalikkan keadaan dengan membuat video vertikal langsung ke khalayak mereka.

Statistik menunjukkan bahwa dibandingkan dengan video horizontal, cuplikan Square Shaped Video (video persegi) menempati lebih dari 78% ruang di bagian Berita Facebook dan memperoleh persentase engagement yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Belanja Iklan Global Tembus $ 578 miliar di 2018, Bagaimana dengan Indonesia?

Tahun 2018, belanja iklan di global diperkirakan akan tumbuh tipis, yakni hanya 4,1%. Itu artinya, total belanja iklan global di...

Close