School Branding ala LeSalle College Jakarta

LeSalle College Jakarta, sebagai sekolah desain internasional yang berpusat di Kanada dan mempunyai 23 kampus di seluruh dunia, kembali menjalankan school branding. Kegiatan school branding dihadirkan lewat program “Creative Show 2018” yang dihelat di The Hall Senayan City, Jakarta, pada pertengahan April ini.

Program “Creative Show 2018” merupakan pameran aneka karya mahasiswa LeSalle College Jakarta dari enam program studi, yakni Fashion Design, Fashion Business, Interior Design, Digital Media Design, Photography, dan Artistic Make Up.

Diungkapkan Victor Lemena, National Sales & Marketing Manager LeSalle College Jakarta, Creative Show 2018 merupakan rangkaian dari perayaan 21 tahun berdirinya LaSalle College Jakarta. “Kali ini, kami mengusung tema 'Nian Tana', yang berarti Tanah Air. Itu adalah bahasa daerah Maumere, Flores,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa tahun ini, Graduation Ceremony LaSalle College Jakarta berhasil meluluskan sebanyak 211 siswa, dengan 51 siswa Fashion Design, 52 siswa fashion business, 24 siswa Digital Media Design, 6 siswa Photography, 19 siswa Interior Design, dan 59 siswa Artistic Make Up.

Pada kesempatan itu, LeSalle Jakarta juga memperkenalkan empat program studi terbarunya, yakni Strata 1 di bidang Desain Interior, Interior Decorating Certificate, dan dua program diploma yang diakui secara internasional, yaitu Graphic Design dan Games Arts & Design.

“Pada puncak acara, kami menutup kemeriahan dengan Fashion Show yang menampilkan 144 mini collections yang dibuat oleh mahasiswa Fashion Design LaSalle College Jakarta,” jelasnya.

Creative Show 2018

Peragaan busana bertema “Nian Tana” merupakan tugas akhir dari para siswa lulusan LeSalle College Jakarta. Diungkapkan Shinta Djiwatampu, Program Director Fashion Design LeSalle College Jakarta, melalui peragaan busana tersebut, para mahasiswa dapat menampilkan karya kreatif dan luar biasa, serta mampu bersaing dalam industry fashion lokal maupun Internasional.

Tema “Nian Tana” yang diusung “Creative Show 2018, diterangkan Shinta, terinspirasi oleh alam dan keramahan daerah Maumere. "Tidak hanya wilayahnya alami, kami juga terinspirasi oleh penari dan penenun di Maumere. Kain tenunnya semua dibuat dari pewarna alam,” ujar Shinta.

Program Creative Show 2018 menampilkan 70 desainer dengan total 266 koleksi (baju) yang dibagi dalam 4 sekuel dengan tema yang berbeda, di antaranya Flores dan Mini Collection.

“Treatment yang digunakan pun berbeda. Ada yang dengan teknik bordir, fabric, namun semua didesain modern sesuai kebutuhan sekarang, ready to wear. Kami menggunakan kain tradisional tapi tidak terlihat seperti kostum, karena menggunakan teknik cutting modern,” katanya.

Diakui Shinta, untuk pengerjaannya, koleksi busana tersebut memakan waktu delapan bulan, karena harus menyesuaikan kain yang terkadang tidak cukup. “Jadi, timnya harus benar-benar mendesain agar kain tersebut cukup untuk diubah menjadi dress, outer, bottom, hingga top yang lebih modern,” tambahnya.

Alasan pemilihan kain Flores. Diungkapkan Shinta, karena warnanya sudah maju, seperti memiliki warna pink dan hijau muda yang tidak dimiliki kain lainnya. “Bahkan, kualitasnya pun cukup bagus dan tidak mudah luntur,” yakinnya.

Setiap tahunnya, ditegaskan Shinta, LeSalle College Jakarta selalu mengusung tema berbeda, dimana daerah yang diangkat adalah daerah yang terkenal dengan kain khasnya. “Jika tahun ini kami mengangkat Flores, maka beriktunya kami akan mengeksplorasi Kalimantan Barat. Ini adalah salah satu cara kami menanamkan cinta Indonesia kepada para mahasiswa," tutup Shinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)