Strategi Hooq Akuisisi Pelanggan

Hampir 2,5 tahun di Indonesia, Hooq—layanan video-on-demand premium yang juga mitra strategis Telkomsel dalam memberikan layanan VideoMAX—sudah mampu mencetak 28 juta pengunduh. Angka yang tidak kecil sebagai pendatang anyar, yang baru dirilis di Indonesia pada April 2018 lalu. Maklum saja, Hooq harus berkompetisi dengan incumbent, seperti iFlix maupun Netflix, yang notabene sudah lebih dulu hadir sekaligus agresif merangsek pasar di Indonesia.

Berbagai upaya pun digiatkan Hooq guna bertarung merebut hati para pengguna layanan video-on-demand. Salah satunya, yang baru saja dilancarkan Hooq adalah dengan merilis serial TV orisinal Indonesia pertama, “Brata”. Konten orisinal tersebut diproduksi bersama dengan perusahaan telekomunikasi terkemuka Indonesia, Telkomsel.

Dijelaskan Guntur Siboro, Country Managing Director Hooq Indonesia, webseries “Brata” yang terdiri dari enam episode itu memliki dua objektif. Pertama adalah mengakuisisi pelanggan baru. Kedua adalah meningkatkan frekuensi menonton atau mendorong para pengguna Hooq untuk terus menonton konten video di Hooq.

Kehadiran serial “Brata” yang ber-genre action romantisme itu bukan tanpa sebab. Berdasarkan insight yang diperoleh Hooq, 50-60% konten orisinal atau film-film lokal ditonton oleh pelanggan Hooq. Tak heran, sejak awal, Hooq lebih mengedepankan konten lokal dibandingkan konten asing. Misalnya, dengan menghadirkan film “Ada Apa dengan Cinta 2” (AADC 2) secara eksklusif di Hooq.

“Jika selumnya kami menghadirkan konten lokal, maka September ini kami merilis konten orisinal yang diproduksi sendiri bersama Telkomsel, yakni Brata. Ini kami lakukan karena Indonesia belum seperti di luar negeri yang konten serialnya sangat banyak,” papar Guntur, yang menyebutkan bahwa 'Brata' hanya hadir eksklusif di Hooq dan Telkomsel MAXstream mulai 7 September 2018.

Alasan lainnya adalah serial yang banyak diproduksi di Indonesia adalah untuk tayangan di free to air, yang biasanya kejar tayang. Alhasil, menurut Guntur, tantangan yang muncul adalah kualitasnya tidak sekelas movie quality dan kerapkali kehabisan cerita.

Oleh karena itu, Hooq berkolaborasi dengan Telkomsel menghadirkan “Brata” yang memiliki kualitas sekelas layar lebar. Pemain utama yang berperan sebagai Brata di serial “Brata” pun merupakan pemenang penghargaan aktor terbaik di Indonesia Movie Awards 2017, yakni Oka Antara. Sebelumnya, ia bermain dalam film Killers, Sang Penari, The Raid 2, dan Foxtrot 6 yang akan segera tayang.

Adapun ES Ito adalah pengarah dan penulis serial Brata. Ia merupakan penulis dari #republiktwitter serta novel-novel thriller laris Indonesia seperti Negara Kelima dan Rahasia Meede. Brata disutradari oleh Kuntz Agus dan Micheal Pohorly. Micheal juga memproduseri serial ini bersama Fauzan Zidni.

Ke depan, diakui Guntur, Hooq akan banyak menghadirkan konten dari film-film lokal atau memproduksi konten orisinal sendiri. Langkah itu akan menjadi strategi Hooq ke depan. “Menghadirkan sekaligus memproduksi serial lokal sudah menjadi tren di luar negeri,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)