Telkomsel Digital Advertising Tumbuh Signifikan

Indonesia adalah salah satu negara yang paling cepat mengadopsi mobile advertising dengan peluang pertumbuhan yang masih besar dan terus meningkat setiap tahunnya. Pendapatan mobile advertising di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat hingga empat kali lipat dengan nilai mencapai lebih dari USD 20 juta pada tahun depan (2018).

Menurut Harris Wijaya, Vice President Digital Advertising & Analytics Telkomsel, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia adalah salah satu negara yang rata-rata pertumbuhan belanja iklan (ad spending) digital per tahun secara umum cukup tinggi, mencapai lebih dari 5%. Pada 2017 kisaran pertumbuhannya bahkan diperkirakan mencapai sekitar 20%, dan diprediksi akan mencapai dua kali lipatnya pada 2010.

“Dalam lima tahun terakhir ini mobile advertising di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingginya penetrasi smartphone di tengah-tengah masyarakat. Pada 2016, lebih dari 45% penduduk Indonesia sudah mengakses Internet dari perangkat mobile mereka. Ke depan mobile advertising diprediksi akan menjadi tren dalam dunia pemasaran,” ungkap Harris.

Ada empat kategori digital advertising yang ditawarkan Telkomsel Digital Advertising, antara lain messaging, display, reward, dan measurement & insight. Messaging menawarkan iklan digital dalam bentuk SMS, MMS, UMB, USSD, dan IVR. Display menawarkan layanan iklan melalui media online, seperti Banner. Untuk mendukung engagement pengiklan dengan pelanggannya, Telkomsel menyediakan layanan kategori reward, yaitu berupa mobile coupon, telco reward (Pulsa/Paket Nelpon/Paket SMS/Paket Internet gratis), dan Telkomsel Vending Machine. Lalu, untuk mendukung strategi mobile marketing, Telkomsel juga memiliki layanan MSIGHT yang memanfaatkan teknologi big data untuk memberikan insight terkait mobile behavior pelanggan.

Namun, untuk mobile advertising, format yang paling populer adalah SMS. Mengapa? SMS dinilai mampu menjangkau para pengguna ponsel dari segala macam tipe, mulai dari basic phone, feature phone, hingga para pengguna smartphone. Selain itu, media SMS juga mampu menyampaikan pesan/promo langsung dari pengiklan ke ponsel target yang disasar.

“Meski saat ini penetrasi smartphone terus meningkat, namun sebenarnya para pengguna non-smartphone masih cukup banyak. Berdasarkan data temuan Telkomsel pada tahun 2017, kepemilikan ponsel bukan smartphone di Indonesia masih berada di angka 50%. Sebanding dengan kepemilikan smartphone yang sudah mencapai 50%. Oleh sebab itu, format SMS masih menjadi yang paling populer,” tutur Harris.

Masing-masing format iklan mobile, lanjutnya, sebenarnya memiliki keunggulan berbeda-beda. Contohnya, SMS memiliki keunggulan dari sisi jangkauan yang lebih luas dan dapat diterima oleh semua tipe ponsel. Sedangkan MMS menawarkan format yang lebih interaktif dengan pesan berupa gambar, video, atau suara. Namun, ke depannya, iklan seluler yang perlu menjadi perhatian adalah iklan yang menggunakan teknologi video. Hal ini tidak lepas dari penetrasi smartphone yang tinggi dan konektivias 4G yang cakupannya terus meningkat. Pertumbuhan konsumsi iklan video pun terus meningkat.

Lalu, siapa target yang paling prospektif yang disasar Telkomsel mobile advertising? Sebagai salah satu operator seluler terbesar di Indonesia dengan total lebih dari 178 juta pelanggan, Telkomsel juga saat ini menjadi satu-satunya operator yang telah mengoptimalkan layanan big data untuk melakukan advance profiling terhadap target pasar yang ingin dibidik oleh brand melalui layanan Telkomsel MSIGHT.

Melalui solusi Telkomsel MSIGHT yang kami tawarkan, brand dapat memilih profil pelanggan yang ingin dibidik sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan usia, gender, lokasi, ARPU, tipe ponsel, hingga yang behavior pelanggan lebih canggih seperti Call, SMS, Browsing, Apps, Location, Segment Profiling (Industrial specific segment & Consumption behavior segment), dan Custom Profiling,” sebut Harris.

Lalu sejauh mana efektivitas digital advertising yang ditawarkan Telkomsel? Pada dasarnya, media behavior pengguna terhadap iklan yang diterima akan kembali pada brand dengan konten promo yang ditawarkan. Sebagai contoh, jika konten yang ditawarkan bersifat event maka pengiklan menggunakan LBA (Location Based Advertising) dalam mengirimkan promonya, media tersebutlah yang efektif dalam mengajak pelanggan yang sesuai target market untuk datang ke event yang dimaksud. Sedangkan untuk campaign yang bertujuan untuk meningkatkan awareness, banner advertising dianggap menjadi media pengiklan yang tepat.

“Secara garis besar, mobile advertising memiliki peran penting dalam mendukung kinerja operator seluler di era digital saat ini. Telkomsel Digital Advertising sendiri tumbuh positif setiap tahunnya. Bahkan pada semester pertama tahun ini, pertumbuhannya sudah mencapai lebih dari 50%,” pungkas Harris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Maipark Launching Aplikasi Data Banjir Hydra

  PT Resuransi Maipark Indonesia meluncurkan Hydra (Hydrology Analysis) yakni aplikasi berbasis web yang menampilkan data banjir untuk dimanfaatkan oleh...

Close