Efektivitas Kampanye 'Storytelling' Bagi Opera

Opera Indonesia

Film pendek "Arah Kisah Kita" by Opera Indonesia.

Menurut studi Cisco Visual Network Index yang dirilis Cisco System pada 2015, akses video menggunakan perangkat mobile diprediksi akan meningkat 11 kali lipat hingga tahun 2020 mendatang. Selain disebabkan tingginya adopsi perangkat smartphone, tren tersebut juga didukung oleh konsep storytelling video sebagai salah satu konten markom pilihan sejumlah brand beberapa tahun belakangan. Menyadari potensi tersebut, Opera, perusahaan internet asal Norwegia, belum lama ini menghadirkan kampanye dalam bentuk film pendek berjudul 'Arah Kisah Kita' yang resmi diluncurkan di YouTube pada awal Februari 2016 lalu. Sebagai engagement, film yang bercerita tentang cerita romantis anak muda yang didukung dengan perkembangan teknologi internet tersebut juga mengajak para YouTubers untuk terlibat dalam pembuatan ending dari film tersebut. “Relationship saat ini telah banyak berubah seiring dengan berkembangnya teknologi internet yang membuat segala sesuatu yang tadinya terasa jauh menjadi dekat dan cepat. Dan jelas sekali bahwa kehidupan kita saat ini tidak bisa lepas dari internet dan browser, termasuk ketika kita membangun relationship. Hal inilah yang kami coba komunikasikan lewat kampanye storytelling Arah Kisah Kita di YouTube,” ungkap Kooswardini Wulandari, Communications Manager Opera Software Indonesia kepada MIX Marcomm beberapa waktu lalu. Sejak resmi diluncurkan sampai saat ini, kampanye 'Arah Kisah Kita' Opera berhasil mendapat respon positif dari para user. Tercatat ada lebih dari 550 ribu views dimana 50%-nya menonton film pendek 'Arah Kisah Kita' sampai selesai. Lalu, sebanyak 79% menonton lewat mobile atau smartphone, dan sisanya lewat desktop. Selama kampanye Arah Kisah Kita, Opera juga mengomunikasikan kampanye tersebut lewat akun Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan LINE, dimana Opera meraih 6,5 juta followers. “Melalui kampanye 'Arah Kisah Kita', Opera ingin meningkatkan engagement dengan para penggunanya di Indonesia yang saat ini totalnya mencapai 30 juta user aktif, antara lain dengan menghadirkan konten yang menghibur dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” imbuh Dini. Tahun ini, selain masih konsentrasi mengampanyekan film pendek 'Arah Kisah kita', diversifikasi produk juga menjadi fokus Opera, mengingat kompetisi di kategori browser semakin ketat dengan kehadiran pemain-pemain baru, seperti UC Browser dan sebagainya. Untuk itu, tahun ini Opera berencana akan meluncurkan aplikasi mobile browser Opera Coast untuk versi Andorid. “Beberapa waktu lalu, kami juga baru menghadirkan fitur Video Boost untuk aplikasi Opera Mini yang tersedia secara gratis di Playstore. Fitur ini memampukan pengguna untuk menghemat data plan mereka. Lalu, kami juga menghadirkan Opera Max, yaitu sebuah aplikasi untuk solusi manajemen smartphone yang sampai saat ini totalnya 5 juta user secara global. Dengan produk-produk baru ini, kami ingin Opera menjadi brand yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar,” pungkas Dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Jagadiri Sponsori Bali United

Apa manfaat perusahaan asuransi ketika menjadi sponsorship sebuah klub sepak bola? “Kami ingin membawa perubahan terhadap dunia asuransi yang selama...

Close