Konsep Social Marketing ala Sido Muncul

Mengkomunikasikan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu strategi Sido Muncul dalam memperkuat image perusahaan maupun brand. Diceritakan Direktur Marketing Sido Muncul Irwan Hidayat, "Awal kami menggelar program Mudik Gratis Sido Muncul pada tahun 1991, memang tidak ada kegiatan seremonial dalam melepas para pemudik. Hal itu berlangsung hingga tahun 1993. Baru, pada tahun 1994, kami mengkomunikasikan program CSR Mudik Gratis Sido Muncul kepada publik."   IMG_20160701_55964 Tak hanya mengkomunikasikan program tahunan tersebut--antara lain lewat mengundang media, menteri, dan sederet artis ternama yang merupakan brand ambassador dari produk-produk Sido Muncul--Sido Muncul juga membuka booth penjualan di sana. Contohnya, pada seremonial pelepasan Mudik Gratis Sido Muncul 2016 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah hari ini (1/7), para pemudik dapat mengikuti games menarik di setiap booth penjualan produk-produk Sido Muncul, seperti Tolak Angin, Kuku Bima, dan Tolak Angin Linu. Para pemudik juga berkesempatan meraih aneka hadiah menarik, televisi misalnya. Mereka juga dihibur oleh sederet bintang iklan produk-produk Sido Muncul, di antaranya Tantri Kotak dan Dony Kusuma. Diterangkan Irwan, sejak lama Sido Muncul mengusung konsep Social Marketing, yakni melakukan aktivitas sosial untuk kepentingan pemasaran. Oleh karena itu, lanjut Irwan, tak hanya program CSR yang dikemas dalam balut pemasaran, namun iklan-iklan produk Sido Muncul pun harus mengusung misi sosial. "Iklan-iklan produk Sido Muncul yang mengusung misi sosial sudah kami lakukan sejak tahun 2009,” tandasnya. IMG_20160701_17102 Kreatif iklan Merek Kuku Bima misalnya, papar Irwan, selalu mengangkat tema pariwisata. Antara lain, iklan Kuku Bima yang memperlihatkan keindahan daerah pariwisata Danao Toba, Sumatra. "Dengan mengusung tema pariwisata, kami ingin mendukung perkembangan pariwisata di Indonesia," lanjut Irwan. Begitu juga dengan merek Tolak Angin. Diungkapkan Irwan, Sido Muncul mengusung misi kesehatan pada iklan-iklan Tolak Angin. “Melalui iklan Tolak Angin, kami ingin menyampaikan pesan bahwa perlunya program Berobat Gratis untuk mereka yang membutuhkan,” urai Irwan. IMG_20160701_35497 Selanjutnya, pada iklan produk Tolak Linu, tambah Irwan, Sido Muncul mengangkat tema lingkungan hidup. “Dengan produk Tolak Linu Mint, kami buat iklan peduli lingkungan. Melalui iklan tersebut, kami mengajak masyarakat untuk mampu memisahkan sampah plastik dengan makanan agar dapat didaur ulang. Dengan demikian, sampah pun dapat memiliki nilai ekonomis,” ia menerangkan. Langkah itu penting dilakukan, ia menuturkan, mengingat Indonesia menghasilkan 200 ribu ton sampah setiap harinya. Adapun 30 ribu tonnya adalah sampah plastik. Sayangnya, hanya 10 ribu ton sampah plastik yang dapat didaur ulang, sedangkan sisanya 20 ribu ton menjadi beban lingkungan. Pada program “Mudik Gratis Sido Muncul 2016” atau mudik gratis yang ke-27 ini, Sido Muncul pun mengkampanyekan sekaligus mengedukasi kepada para pemudik tentang perlunya menjaga lingkungan. “Langkah ini kami lakukan juga untuk mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dengan aturan Plastik Berbayar pada awal tahun 2016 ini,” tutup Irwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Revolusi Mudik dari Shopee

Aplikasi mobile social marketplace Shopee, menawarkan program gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia yang mereka sebut revolusi mudik. Dengan gratis...

Close