Lima Strategi yang Membuat Erajaya Berkinerja Positif di Q1 2017

Kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk. pada kuartal pertama (Q1) 2017 ini menunjukkan catatan positif. Total penjualan Erajaya pada periode tersebut menembus Rp 5,17 triliun atau naik 6,51% dibandingkan Q1 2016. Sementara itu, pada periode yang sama, Erajaya mampu membukukan laba bruto sebesar Rp 482,54 miliar atau naik sebesar 19,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut, dipaparkan Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk. Hasan Aula disebabkan lima strategi marketing yang telah dijalankan Erajaya pada sepanjang Q1 2017. Strategi yang pertama adalah memanfaatkan event dan ekshibisi. Ada tiga event atau ekshibisi unggulan yang sudah dijalankan Erajaya pada Q1 2017, yakni Gadget Invention Week, iBoxing, hingga Pekan Raya Jakarta. “Pada kesempatan itu, kami menampilkan berbagai produk atau inovasi terbaru, menawarkan aneka benefit untuk konsumen, hingga consumer engagement,” ungkap Hasan.

Ditambahkan Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk. Sim Chee Ping, event dan ekshibisi merupakan kontributor penting terhadap total penjualan Erajaya. Oleh karena itu, Erajaya memiliki tim khusus yang menangani event maupun ekshibisi. “Ada sekitar 170 event, baik skala besar maupun kecil, yang kami gelar setiap tahunnya,” tandas Sim.

Strategi kedua adalah Erajaya fokus mengembangkan ritel, baik ritel yang dimiliki sendiri maupun ritel milik partner. Saat ini, diakui Hasan, Erajaya telah memiliki ritel Megastore yang merupakan flagship store dari Erajaya, Multibrand, iBox, Urban Republic, hingga SES (Samsung Experience Shop) dan MiHome yang telah dibuka di Malaysia.

Keseriusan Erajaya mengembangkan ritelnya dapat dibuktikan dengan penambahan jumlah gerai yang telah dilakukan di sepanjang Q1 2017. Dikatakan Hasan, jika pada Q1 2016 toko yang dimiliki Erajaya baru di angka 576 toko, maka pada Q1 2017 jumlahnya mencapai 729 toko. “Ada penambahan lebih dari 150 toko, baik milik sendiri maupun bersama partner,” ucap Hasan, yang menyebut Erajaya kini telah memiliki 77 Distribution Center di seluruh Indonesia.

Sementara itu, diimbuhkan Sim, terkait pembukaan gerai Megastore, Erajaya fokus pada daerah atau kota-kota di tingkat dua. Ke depannya, pembukaan maupun renovasi toko dengan konsep yang disuaki anak muda akan terus dilakukan Erajaya.

Strategi ketiga adalah dengan mengembangkan Value Added Service (VAS) dengan menjalin kerja sama dengan Amtrust. Strategi keempat, menjual Google Play berupa POSA Card (kartu plastik yang sudah ada value untuk consumer) di ritel Erajaya maupun minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.

Strategi terakhir adalah mengembangkan IoT (Internet of Thing) yang merupakan pasar masa depan. “Dalam mengembangkan IoT, kami menggandeng sejumlah partner seperti DJI, Garmin, GoPro Camera, Xiaomi, dan sebagainya. Dan, mengembangkan IoT akan menjadi strategi Erajaya ke depannya,” tutup Hasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)