Mampu Tumbuh 18%, Begini Strategi Natur Bertumbuh di Pasar Hair Care

Pasar hair care di Tanah Air, yang dimulai sejak tahun 2010, masih sangat menjanjikan. Dalam setahun nilai bisnisnya mencapai Rp 9 triliun. Bahkan, di tengah ekonomi yang kurang bersahabat, pertumbuhan pasar hair care nasional di tahun 2015 mencapai 12-14%. Sayangnya, dari nilai bisnis yang menjanjikan itu, 80%-nya dikuasai oleh merek-merek multinasional. Sisanya, 20% diperebutkan oleh merek-merek lokal. Salah satunya, Natur. IMG_20160503_30161 Diakui Andi Haryadi, Presiden Direktur PT Gondowangi, "Sampai saat ini pasar hair care masih didominasi oleh merek-merek multinasional. Sementara itu, kontribusi terbesar masih di produk shampoo, kemudian diikuti oleh produk kondisioner dan tonic. Sementara itu, baru 10% pengguna shampoo yang menggunakan hair tonic." Melihat fakta itu, maka sejak tahun 2015, PT Gondowangi melalui Natur mulai masuk ke pasar hair care. Ditambahkan Andi, sebelumnya Natur hanya fokus di pasar shampoo dan tonic. "Mulai tahun 2015, kami mulai menghadirkan produk perawatan rambut di luar produk shampoo dan tonic. Antara lain, Natur Hair Mask, Hair Mist, dan Hair Serum," tega Andi yang menyebutkan Natur hadir di Indonesia pada tahun 1997. Sebagai produk lokal yang baru memiliki pangsa pasar 2% di pasar hair care, diungkapkan Andi, Natur memutuskan untuk fokus melakukan edukasi market. "Strategi edukasi ini kami lakukan untuk mendorong konsumen agar tidak hanya menggunakan produk shampoo, conditioner, dan tonic. Melainkan juga menggunakan produk hair care lainnya," ia menerangkan. Langkah eduksi yang dilakukan Natur adalah mengedepankan aktivasi merek yang mampu menciptakan brand experience dan brand engagement. Natur menggelar roadshow ke sejumlah kota di Indonesia. "Kami menghadirkan booth di supermarket atau pusat belanja. Di sana ada booth konsultasi seputar kesehatan rambut, ada hair check, dan tempat keramas untuk konsumen mencoba produk Natut," paparnya. Ia menambahkan, Natur juga menggelar aktivasi di media digital. Sebab, menurutnya, di era yang serba digital seperti sekarang brand juga harus masuk ke dunia digital. "Sampai saat ini, kami memang masih main di sosial media dengan memberikan tips-tips," kata Andi yang menyebutkan bahwa dari total pendapatan Natur, 70%-nya dikontribusi oleh shampoo Natur. Re-Launch Natur Diakui Andi, jika pasar hair care tumbuh 12-14% di tahun 2015, maka Natur sanggup tumbuh 18%. "Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan penjualan Natur mencapai 16% Tahun 2016 ini, kami berharap penjualan dapat tumbuh 35%," lanjutnya. Untuk mencapai target yang cukup tinggi itu, tentu membutuhkan strategi yang jitu. Diterangkan Andi, "Kami melakukan relaunching produk hair Natur Natural Exreact Hair Tonic. "Selama ini, Natur Hair Tonic merupakan salah satu unggulan kami. Relaunch kami lakukan dengan menghadirkan kemasan bar. Kami juga menggandeng Luna Maya sebagai brand ambassador Natur," tegasnya. Masih mengutamakan strategi edukasi dengan roadshow ke berbagai pusat belanja, Natur juga menggelar consumer promo berupa bundling produk. "Harapannya, dengan bundling paket produk 3 in 1, konsumen dapat mencoba produk hair care lainnya di luar shampoo," tutupnya.
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Pertamina Nobatkan Ridwan Kamil Sebagai Kepala Daerah Peduli Lingkungan Hidup

Seiring banyaknya program lingkungan yang dijalankan oleh di berbagai unit operasi, PT Pertamina (Persero) memberikan penghargaan kepada Ridwan Kamil, Walikota...

Close