Strategi Crown Group Pasarkan Eastlakes Live

Indonesia tak hanya menjadi pasar potensial bagi proyek properti di Tanah Air. Proyek properti di luar negeri pun turut mengincar Indonesia sebagai pasar yang potensial. Hal itulah yang kini tengah dilancarkan Crown Group, perusahaan properti terkemuka di Australia, yang tahun ini segera meluncurkan proyek properti anyarnya, Eastlakes Live. Sebelumnya, Crown Group telah sukses dengan sejumlah proyek propertinya, seperti Parramatta, Ashfield, Epping, Newington, dan sebagainya.

Diungkapkan Iwan Sunito, Komisaris dan Group CEO dari Crown Group, Eastlakes Live hadir di Eastlake, Sidney, Australia. "Komunitas Indonesia banyak tinggal di daerah ini. Salah satunya, karena ada University New South Wales sebagai kampus ketiga terbesar di Australia. Itu sebabnya, kawasan ini sering disebut sebagai Kampung Indonesia," katanya.

Mengusung konsep hunian modern, ditambahkan Iwan, lokasi yang ditawarkan Eastlakes Live pun tercatat strategis. Yakni, hanya 3 km dari bandara Sidney, 6 km dari kawasan CBD, dekat dengan University South Wales, dan dekat dengan pantai.

"Di Eastlakes Live, kami akan bangun apartemen 586 unit di atas pusat perbelanjaan. Tahap pertama, kami akan bangun 134 unit. Saat ini, pembangunannya sedang berjalan dan akan selesai pada 2021 mendatang. Penjualan untuk tahap pertama akan dimulai pada Juni 2018. Untuk tahap dua, akan dibangun 452 unit. Pembangunan akan dimulai pada tahun 2021 dan ditargetkan selesai pada 2024," tuturnya.

Diakui Iwan, tidak seperti proyek properti yang telah diluncurkan sebelumnya oleh Crown Group, kali ini tahap satu Eastlakes Live hanya akan diluncurkan di Indonesia dan Sidney. Lantaran, Indonesia merupakan pasar yang potensial. Terbukti, masih belum diluncurkan secara resmi, deposit yang sudah masuk dari para calon pembeli telah mencapai Rp 1,3 triliun. "Dari angka itu, 30%-nya datang dari Indonesia. Dan, jumlah ini di luar dugaan kami," lanjut Iwan, yang menyebutkan bahwa tak sedikit calon pembeli Eastlakes Live direkomendasi oleh kerabat dan kawan mereka yang telah lebih dulu membeli properti Crown Group.

Menurut Iwan, ada tiga karakter market Indonesia yang dibidik Eastlakes Live. Pertama, orang Indonesia yang sudah menetap di Australia. Tipe ini terbagi dua, yakni Down Sizing, orang Indonesia yang telah memiliki rumah terlalu besar dan ingin diperkecil dengan memilih hunian yang dekat dengan pusat belanja dan fasilitas transportasi umum; serta Generasi Muda Profesional yang termotivasi memiliki apartemen sebagai aset.

Kedua adalah orang Indonesia yang tidak menetap di Australia, namun mereka memiliki anak yang baru disekolahkan di Australia atau dalam lima tahun ke depan akan menyekolahkan anaknya di Australia. Ketiga, global investor dari Indonesia. Dalam hal ini, anak muda yang paham betul akan kondisi dan peluang investasi di Australia dan menggunakan uang orangtuanya untuk membeli hunian di sana.

Ditegaskan Iwan, untuk tahap dua, selain Indonesia dan Sidney, Eastlakes Live akan diluncurkan di China, Hongkong, Singapura, dan Malaysia. "Harga yang kami tawarkan pun kompetitif, yakni Rp 6 miliar untuk 1 bedroom, Rp 8 miliar hingga Rp 13 miliar untuk 2 bedroom, dan Rp 13 miliar hingga Rp 23 miliar untuk 3 bedroom.

Nilai lebih lainnya yang ditawarkan Eastlakes Live, menurut Iwan, adalah lokasi yang nyaman dan dekat dengan alam. Eastlakes Live menyatukan kehidupan urban yang berwarna dan lingkungan komunitas yang ramah. Eastlakes Live berada di jantung hamparan hijau -- Eastlake Golf Course di sebelah tenggara dan Setu Eastlakes di barat. Eastlakes Live juga dekat dengan taman yang luas dan pantai terbaik di Sydney, termasuk Bondi, Coogee, Bronte, Clovelly, dan Maroubra. Selain itu, lanjut Iwan, pembangunan proyek senilai Rp 10 triliun itu dirancang oleh arsitek yang berbasis di Sydney, fjmt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)