Strategi XL Menggarap Pasar Rural

Masih rendahnya penetrasi perangkat ponsel (handset) 4G di wilayah Utara dan Barat Indonesia—termasuk di dalamnya Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi—membuat PT XL Axiata Tbk (XL) memutuskan untuk memperluas jaringan 3G-nya di area tersebut. Hingga saat ini, penetrasi handset 4G di wilayah Utara dan Barat Indonesia masih di angka 1-2%. Sementara itu, penetrasi handset 3G sudah di angka 37-38%. Sisanya, penetrasi handset 2G atau feature phone mendominasi, yakni di kisaran 60%. xl-u900 Berangkat dari demand dan kebutuhan konsumen di area rural itulah, akhirnya pada awal Oktober ini (3/10), XL mengumumkan penambahan jaringan 3G baru dan mulai melayani pelanggan melalui jaringan 3G pada frekuensi 900 MHz (U900). Pemilihan frekuensi U900, karena XL ingin memberikan layanan data dan voice yang lebih baik dan lebih luas jangkauannya. Adalah wilayah Utara dan Barat Indonesia—terutama Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi—menjadi fokus wilayah yang akan diperluas jaringan 3G XL. Wilayah tersebut dipilih XL lantaran penertrasi XL di sana tercatat masih kecil. Untuk itu, memperluas jaringan 3G di wilayah tersebut merupakan strategi XL dalam menjangkau pasar pelosok. Diungkapkan Yessie D. Yosetya, Chief Service Management Officer XL, "Kami memang telah lama menghadirkan 2G dan 3G di Indonesia. Namun, sejak beberapa waktu lalu kami mulai melakukan penambahan jaringan 3G di frekuensi 900 MHz. Selanjutnya, usai mendapatkan sertifikasi komersialisasinya, saat ini kami bisa menghadirkan layanan 3G dengan kualitas yang lebih baik untuk akses data dan voice. Wilayah layanannya pun juga jauh lebih luas, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkannya di seluruh wilayah Indonesia." Dengan penambahan jangkauan 3G hingga ke pelosok Indonesia itu, maka layanan broadband di frekuensi 900 MHz akan mencakup area yang sangat luas, alias hampir 6 kali dari luas cakupan jaringan 3G sebelumnya. Tentu saja, dengan kualitas sinyal 2 kali lebih kuat saat berada di dalam ruangan (indoor). Itu artinya, pelanggan di 352 kota/kabupaten sudah bisa menikmati jaringan 3G, karena didukung dengan penambahan lebih dari 11.000 BTS 3G baru yang telah dibangun dan akan terus bertambah ke depannya. Lantas, berapa investasi yang dikucurkan XL untuk penambahan jaringan 3G tersebut? Dijawab Yessie, investasi yang dikeluarkan sekitar Rp 100 miliar. “Namun, perlu diingat, angka itu bukan hanay proyek perluasan 3G ini saja, tetapi ini merupakan investasi untuk persiapan jaringan 4G ke depannya di wilayah tersebut,” tegas Yessie. Demi mendongkrak pelanggan 3G di wilayah tersebut—antara lain mendorong pelanggan untuk meng-upgrade layanan mereka dari 2G ke 3G—maka XL menghadirkan tiga produk khusus per awal Oktober 2016. “Tiga produk khusus itu kami bandrol dengan tarif yang sangat kompetitif,” tambah GM Consumer Product XL Roy Wisnhu Wibowo. Pertama adalah paket "Hotrod Xtra", yaitu paket internet spesial dengan manfaat akses data di jaringan 2G/3G/4G dan XTRA benefit telepon ke semua operator yang berlaku secara nasional. Kedua adalah produk "Kartu Perdana" khusus bagi pelanggan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi dengan spesial benefit berupa tarif menelepon ke semua operator, hanya Rp 59/menit. Pada paket ini pelanggan juga mendapatkan bonus berupa 15 menit menelepon dan 150MB untuk akses data. Bonus ini diberikan setiap bulan selama tiga bulan. Bonus akan dilipatgandakan pada bulan ke-4 hingga 12 menjadi 30 menit dan 300 MB. Ketiga adalah paket "XTRA Bicara", yaitu paket menelepon hanya untuk pelanggan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pelanggan akan mendapat manfaat berupa menelepon ke sesama XL sepuasnya, menelepon ke operator lain, dan akses data di jaringan 2G/3G/4G. “Pelanggan yang ingin mendapatkan paket tersebut bisa memperolehnya melalui *123#, MyXL atau di toko-toko pulsa XL terdekat. Pada akhir Oktober 2016, layanan tersebut dapat diakses di 352 kota/kabupaten di seluruh Indonesia,” lanjut Roy. Sejumlah target pun dipatok XL melalui strategi penambahan jaringan 3G. “Salah satu targetnya adalah penambahan jumlah pelanggan XL sekitar 18-20% dan 30% pertumbuhan revenue di wilayah Utara dan Barat Indonesia hingga akhir tahun 2016 ini,” patok VP Network Planning & Development XL Budi Harjono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ambisi Mondelez Menguasai Pasar Snack Indonesia

Pasar snack di Indonesia sangat seksi. Nilai bisnisnya saat ini mencapai Rp 243 triliun. Tak mengherankan jika hampir semua pemain...

Close