8 Fakta Mengapa Segmen Muslim Millennial Makin Seksi

Laporan terbaru Mastercard-HalalTrip Muslim Millenial Travel Report 2017 (MMTR2017) mengungkapkan bahwa nilai bisnis pasar wisatawan muslim millennial diprediksi mencapai US$ 100 miliar pada tahun 2025 mendatang.

Sementara itu, secara total segmen wisatawan muslim, nilainya diperkirakan mencapai US$ 300 miliar pada tahun 2026. Itu artinya, segmen wisatawan muslim millennial berkontribusi sepertiga-nya dari total market wisatawan muslim di global.

Meningkatnya pengaruh teknologi serta keinginan untuk berwisata keliling dunia merupakan salah satu faktor yang mendorong peluang pertumbuhan pasar wisatawan muslim millennial hingga mencapai nilai sebesar US$ 100 miliar.

Ada delapan fakta menarik yang dijumpai dari hasil laporan tersebut terkait muslim millennial.

#1 Dari Muslim millennial yang disurvei terungkap bahwa selain berwisata untuk liburan (93 persen), mereka juga melakukan perjalanan dengan tujuan untuk menikmati budaya dan warisan lokal (63 persen) dan mengunjungi teman dan kerabat (43 persen).

#2 Mayoritas dari muslim millennial juga gemar berwisata, dimana mereka melakukan perjalanan sebanyak dua hingga lima kali per tahun (46 persen) dan rata-rata empat hingga enam hari per perjalanan (41 persen).

#3 Muslim milenial adalah wisatawan yang sangat memperhatikan biaya saat berwisata, di mana mayoritas dari mereka mengeluarkan uang dengan rata-rata sebesar US$ 101 hingga US$ 500 untuk komponen pengeluaran di setiap perjalanan (penerbangan, akomodasi, makanan, belanja, dan biaya tak terduga lainnya).

#4 Responden yang disurvei dalam penelitian ini menunjukkan preferensi untuk perjalanan yang bebas dan independen (72 persen). Sebab, mereka menghargai fleksibilitas dan kontrol selama melakukan perjalanan. Segmen muslim millennial juga paham akan teknologi, percaya diri, dan nyaman dalam merencanakan perjalanan mereka sendiri melalui platform online. Hanya 5 persen dari mereka yang memilih untuk menggunakan paket tur untuk perjalanan mereka.

#5 Mayoritas dari muslim millennial mengatakan bahwa mereka menghabiskan antara satu hingga enam bulan dalam merencanakan sebuah perjalanan (61 persen) serta melakukan riset mendalam dan meninjau berbagai sumber, baik secara tradisional dan platform online, sebelum berpergian.

#6 Sepuluh destinasi yang paling banyak dikunjungi oleh Muslim millennial adalah Malaysia, Indonesia, Jepang, Thailand, Australia, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan India.

#7 Biaya penerbangan dan akomodasi, keamanan dan kekhawatiran terhadap terorisme, serta ketersediaan makanan halal, merupakan tiga faktor utama bagi para muslim millennial dalam merencanakan perjalanan mereka.

#8 Untuk keputusan pemilihan makanan di sebuah destinasi, muslim millennial menilai keterjangkauan harga, pilihan makanan khas lokal yang Halal dan otentik, serta makanan lokal yang otentik sebagai tiga pertimbangan terpenting bagi mereka.

Dikatakan Fazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating & HalalTrip, laporan MMTR2017 bertujuan untuk mengevaluasi potensi dari pasar Muslim milenial bagi destinasi-destinasi wisata, operator tur, maskapai penerbangan, dan industri pariwisata serta perhotelan.

“Laporan ini juga memberikan wawasan-wawasan terkait dengan pasar wisatawan Muslim milenial yang berkembang pesat dan memiliki pengaruh yang semakin besar serta peluang-peluang yang dihadirkan oleh tren global,” ucapnya.

Perjalanan wisata bagi generasi Muslim millennial, ucapnya, kini berkembang dengan pesat seiring dengan adanya konsumen yang memiliki penghasilan yang lebih besar mencari pengalaman yang lebih eksotis dengan tujuan yang lebih jauh dibanding orang tua mereka.

Ditambahkan Aisha Islam, Vice President, Core & Digital Products, Indonesia, Malaysia & Brunei Division, “Nilai-nilai yang dipegang oleh kaum milenial semakin beralih dari hanya ingin memiliki sebuah barang, kini juga ingin mendapatkan pengalaman seperti yang dapat diperoleh saat melakukan perjalanan. Bagi para Muslim milenial, perjalanan mereka bukan sekadar liburan, namun juga seringkali dianggap sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri mereka, serta mencari pengalaman baru dan membuat hubungan yang lebih erat dengan keluarga serta teman.”

Penyedia layanan yang ingin masuk ke segmen muslim millennial, dianjurkan Aisha, perlu memahami hubungan para Muslim milenial tersebut dengan nilai-nilai yang mereka miliki. Di antaranya, nilai keaslian (authenticity), keterjangkauan (affordability), dan aksesibilitas (accessibility).

Populasi Muslim Millennial Lantas, seberapa besar sebenarnya jumlah wisatawan muslim millennial di dunia? Ternyata, ada sekitar 1 miliar muslim yang berusia di bawah 30 tahun. Itu artinya, mewakili 60 persen dari populasi di negara-negara dengan mayoritas Muslim. Sementara itu, pada tahun 2030, jumlah muslim diperkirakan akan berkontribusi sebesar 29 persen dari populasi global yang berusia 15-29 tahun. Oleh karena itu, populasi dari generasi muslim millennial menjadi sebuah kesempatan bagi pelaku bisnis yang bergerak di industri travel Muslim.

CrescentRating memprediksi bahwa lebih dari 30 persen wisatawan Muslim pada tahun 2016 merupakan kaum milenial dengan 30 persen lainnya merupakan Generasi Z, yakni kelompok demografis setelah kaum milenial. Itu artinya, dengan 121 juta wisatawan Muslim internasional pada 2016, lebih dari 72 jutanya adalah generasi millennial ataupun Generasi Z.

Berdasarkan penelitian tersebut, Arab Saudi, Malaysia dan Turki merupakan pasar perjalanan outbound terbesar bagi Muslim milenial yang tergabung dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC). Jerman, Rusia dan India berada di posisi tiga teratas untuk pasar perjalanan outbound bagi Muslim millennial di negara-negara non-OIC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Setelah Car Advertising, Sticar Tawarkan Media Placement di Motor

Setelah sukses menghadirkan platform branding berupa iklan di badan mobil (car advertising), Sticar kembali memperluas portofolio bisnisnya dengan merilis media...

Close