Agar Berkomunikasi dengan Jurnalis Menjadi Efektif

Padatnya agenda jurnalis—baik dalam meliput, menulis berita, hingga rapat redaksi—menuntut praktisi Public Relations (PR) atau praktisi Corporate Coomunication harus mampu memilih waktu yang tepat ketika akan menghubungi sekaligus berkomunikasi dengan mereka. Alih-alih menghubungi jurnalis di waktu yang tidak tepat, maka langkah tersebut justru akan mengganggu kerja sang jurnalis. Lantas, kapankah waktu yang tepat bagi praktisi PR untuk menghubungi sekaligus berkomunikasi dengan jurnalis, baik terkait keperluan untuk mengundang acara atau menanyakan hal terkait pemberitaan? Merujuk survei yang dilakukan PR Newswire pada semester pertama 2016 terhadap 482 jurnalis di Asia Pasifik—termasuk di negara kunci seperti Australia, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Taiwan—ditemukan tiga waktu yang paling efektif untuk menghubungi jurnalis. Ketiga waktu yang tepat itu adalah pukul 9 hingga 11 pagi, dimana 40% responden yang berprofesi jurnalis mengaku waktu tesebut adalah waktu yang tepat. Selanjutnya, 22% responden mengaku pukul 11.00 hingga 14.00 siang merupakan waktu yang tepat. Selain itu, pukul 14.00 hingga 17.00 adalah juga dinilai sebagai waktu yang tepat bagi 22% jurnalis. halaman-16 Masih berdasarkan laporan tersebut, ternyata separuh dari responden atau 59%-nya mengaku bahwa email merupakan medium yang paling sering mereka gunakan dalam berkomunikasi. Selanjutnya, diikuti oleh meeting 11%, social media platform 10%, perangkat pesan singkat (instant message tools) 8%, telepon 6%, dan SMS 5%. Lantas, medium apa yang digunakan jurnalis ketika mereka memutuskan untuk memperluas jejaring kenalan mereka? Ternyata, ada tiga medium utama yang jurnalis gunakan, yakni 34% jurnalis memilih menggunakan telepon dan email. Selanjutnya, 29% mengaku bertukar kartu nama ketika mereka menghadiri acara press conference, media gathering, maupun event. Adapun 22% mengaku memanfaatkan situs jejaring sosial. hlm-17 Hal lain yang perlu diperhatikan praktisi PR dan Corporate Communication dalam menjalin hubungan dengan media atau jurnalis adalah berbagai faktor yang membuat mereka mengabaikan email atau pesan komunikasi. Oleh karena itu, penting bagi para praktisi PR maupun Corporate Communication memperhatikan kebutuhan para jurnalis. hlm-18Hasil riset PR Newswire mengungkapkan bahwa ada lima faktor utama yang membuat jurnalis mengabaikan pesan komunikasi yang dikirim oleh praktisi PR. Pertama, 22% jurnalis menjawab bahwa konten atau informasi yang tersedia tidak memiliki nilai berita atau informasi pemasaran tidak terlalu jelas. Selanjutnya, 21% jurnalis menjawab bahwa pesan atau informasi yang disampaikan tidak berhubungan dengan industri yang tengah mereka geluti atau tidak mampu menarik minat mereka. Faktor ketiga adalah konten pesan terlalu singkat dan tidak terlalu berguna (17%). Keempat, pesan email tidak profesional, bahkan tidak sopan (10%). Kelima, makna dari subjek email tidak jelas (9%) serta konten pesan yang terlalu singkat sehingga tidak memadai untuk dijadikan bahan penulisan (9%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Hadapi ASEAN Open Sky, Garuda Indonesia Perkuat Layanan di Terminal 3

Layanan di bandara adalah salah satu parameter sukses dari sebuah brand  maskapai penerbangan. Terlebih, bagi brand maskapai penerbangan yang mengusung...

Close