Dalam Kurun Lima Tahun, Alasan Konsumen Membeli Ponsel Alami Pergeseran

Harga smartphone yang makin terjangkau membuat porsi feature phone di pasar telepon selular (ponsel) kian tergerus. Mengapa? Lantaran, pengguna handphone di Indonesia memilih untuk meng-up grede ponsel mereka dari feature phone ke smartphone. Hal itu terbukti dari catatan Nielsen yang membandingkan penetrasi antara kepemilikan smartphone dan feature phone pada tahun 2013 hingga 2016. nielsen ok Sepanjang tahun 2013 hingga 2016, persentase kepemilikan feature phone di Indonesia terus menyusut. Jika tahun 2013 kepemilikan feature phone mencapai 67%, maka tahun 2014 turun menjadi 58%. Di tahun 2015, penetrasinya kembali menurun menjadi 48%. Selanjutnya, di 2016, jumlahnya makin menurun menjadi 38%. Sementara itu, jumlah kepemilikan smartphone terus melonjak tiap tahunnya. Tahun 2013 misalnya, kepemilikan smartphone masih di angka 12%. Tahun 2014, angkanya naik menjadi 14%. Tahun 2015 dan 2016, jumlah kepemilikan smartphone kembali naik, menjadi 26% dan 35%. Masih menurut catatan Nielsen, ada 10 alasan utama mengapa orang Indonesia membeli dan memilih handphone. Ke sepuluh alasan tersebut secara berturut-turut dari yang tertinggi persentasenya hingga yang terendah adalah untuk komunikasi, penting dan urgent, mendengarkan musik, update informasi, model bagus, harga murah (low price), chatting, trend, karena teman punya ponsel seperti itu, serta untuk email. Yang menarik, alasan membeli handphone pada tahun 2012 silam mengalami pergeseran jika dibandingkan tahun 2016. Alasan yang berubah sangat signifikan adalah mendengarkan musik. Pada tahun 2012, hanya 17% orang yang mengaku membeli atau memilih ponsel karena ingin mendengarkan musik. Tahun 2016, alasan tersebut makin tinggi, yakni mencapai 30%. Begitu juga dengan alasan membeli karena untuk update informasi. Tahun 2012, konsumen ponsel yang membeli dan memilih ponsel karena update informasi hanya 15%. Tahun 2016, alasan itu persentasenya melonjak menjadi 26%. Alasan lain yang sangat drastis perubahannya antara 2012 dan 2016 adalah chatting. Jika tahun 2012 alasan orang membeli atau memilih ponsel karena untuk chatting mencapai 4%, maka tahun 2016 orang yang membeli atau memilih ponsel karena alasan itu mencapai 20%. Begitu juga alasan karena trend. Jika tahun 2012 alasan membeli atau memilih ponsel karena trend masih 7%, maka tahun 2016 persentasenya baik menjadi 18%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
SK-II dan Mimpi Perempuan

Melanjutkan sensasi gerakan "Dream Again" pada office hijack 21 Juni lalu, pada momen peringatan kemerdekaan RI kali ini SK-II kembali...

Close