Iklan Jadi “Gaul” dengan Emoji

grafis3Emoji berupa gambar atau ikon lucu pada aplikasi di smartphone awalnya digunakan agar pesan antarpersonal lebih menarik dan informal. Namun, saat ini banyak brand yang menggunakan emoji dalam menyampaikan pesannya kepada khalayak. Tentu saja, tujuannya agar bisa lebih akrab dengan konsumen atau calon konsumen. Tujuan tersebut rupanya ada benarnya. Seperti dilansir dari eMarketer, kini makin banyak brand yang memanfaatkan emoji untuk menciptakan kedekatan dan keakraban brand dengan khalayak. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Appboy terhadap pengguna smartphone di Inggris dan Amerika Serikat baru-baru ini ditemukan data bahwa pengguna smartphone pada usia 14 tahun ke atas berpandangan positif terhadap penggunaan emoji oleh para merek. Sebanyak 39% responden beranggapan penggunaan emoji membuat merek terlihat lebih kasual dan santai, 13% menganggap relatable. Meskipun begitu tetap saja ada yang berpadangan negatif tentang penggunaan emoji. Sebanyak 12% menganggap merek yang menggunakan emoji adalah merek yang kekanak-kanakan. 11% lainnya beranggapan penggunaan emoji tidak diperlukan oleh pemilik merek, dan 2% menyatakan emoji tidak selalu berkaitan dengan sifat menghibur. Kaum wanita rupanya lebih menerima penggunaan emoji dalam pesan dibandingkan dengan laki-laki. Bahkan, laki-laki meggangap pesan brand tidak pantas menggunakan emoji. Analisa Appboy terhadap aktivitas di platform menyebutkan, frekuensi pesan dengan emoji oleh brand meningkat drastis. Pada bulan Juni 2015, brand mengirim 145 juta pesan seluler yang berisi emoji. Setahun kemudian, jumlah pesan melonjak jadi 814 juta pesan atau meningkat lima kali lipat. Sebelumnya, tanggal 17 Juli 2016, ditetapkan sebagai "Hari Emoji Sedunia". Menyambut momen itu, Twitter mengumumkan sesuatu yang penting bagi para pengiklan dengan cara membuat beragam emoji menggemaskan dalam rangka promosi brand. Untuk itu, Twitter menggandeng beberapa pengembang (provider) yang dapat membantu para pengiklan membuat emoji. Beberapa rekanan pengembang tersebut adalah AdParlor, Amobee, HYFN, Perion, SocialCode, dan 4C. Product Manager Twitter Neil Shah mengatakan, peran emoji di ranah maya tak kalah penting dengan kata. Bahkan, pada 2015 lalu, Oxford Dictionary menetapkan salah satu jenis emoji sebagai kata terpopuler. Alasan lainnya, menurut Shah, emoji menyediakan beragam ekspresi dan mood. Dengan begitu, pengguna bakal lebih ekspresif mencurahkan kondisi hatinya lewat emoji.  “Emoji menjadi penting bagi masyarakat modern untuk berekspresi, begitu juga bagi brand dan pemasar," tandasnya. Setidaknya, pesan iklanya lebih “gaul” dengan emoji. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Agar Percaya, Nasabah Datangi Kantor Bank

Meskipun kehadiran digital tumbuh dalam urusan keuangan dengan maraknya layanan e-banking, namun para nasabah perbankan di Amerika Utara menikmati penanganan...

Close