Ini Bukti Format Iklan "In-Program Ads" Makin Diminati Pengiklan

Agar iklan TV berpotensi dilihat pemirsa, maka pengiklan atau pemilik merek dituntut untuk mampu memanfaatkan berbagai format iklan. Maklum saja, iklan dengan format Commercial Break—alias tayang pada saat jeda—kerapkali justru dihindari pemirsa. Misalnya, dengan menggunakan remote TV, pemirsa dapat dengan leluasa mengganti channel TV pada saat jeda iklan berlangsung.

Oleh karena itu, sejumlah format iklan di televisi pun dimanfaatkan betul oleh  pengiklan. Saat ini, selain pada jeda iklan (Commercial Break), pengiklan dapat mengkomunikasikan produk atau mereknya ketika suatu program sedang ditayangkan (In-Program Ads). Format iklan TV In-Program Ads atau iklan di dalam program dapat berupa Running Text, Product Placement, Template, Squeze Frame, Built-In, dan lain-lain.

Dikatakan Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business Nielsen Indonesia, sejak Mei 2017 Nielsen telah memonitor iklan dalam format-format tersebut secara 24 jam di 15 stasiun TV nasional. “Terhitung, selama Mei hingga Oktober 2017, sekitar seperlima atau 22% dari total 2,7 juta jumlah kemunculan suatu produk komersial terjadi di dalam tayangan program. Dari bagian tersebut, bentuk yang paling banyak digunakan adalah Product Placement yang mencapai 29% dari jumlah tayangan, kemudian disusul oleh Running Text yang mencapai 18%, dan Template yang mencapai 17%,” paparnya.

Sementara itu, jika dilihat dari sektor produk yang banyak beriklan, format iklan di dalam program lebih banyak didominasi oleh produk-produk Minuman (27%), disusul oleh produk Telekomunikasi dan Obat-obatan di mana masing-masing 12%, makanan (11%), toeletris (8%), media (7%), dan apparel (5%). Menariknya, kondisi tersebut sedikit berbeda dengan yang biasa ditemukan untuk iklan commercial break, yang lebih didominasi oleh Produk Perawatan Pribadi atau toeletries (22%). Kemudian, disusul oleh produk Minuman (18%), Makanan (17%), Telko (11%), dan Farmasi (8%).

Pada sepanjang Mei-Oktober 2017, beberapa kategori produk juga gencar menggunakan kedua format iklan tersebut (Commercial Break maupun In-Program Ads) untuk menyampaikan pesannya. Sebut saja, kategori Layanan Online, Peralatan Komunikasi, serta Kopi dan Teh yang masuk dalam jajaran kategori dengan iklan terbanyak baik di dalam jeda iklan maupun di dalam program.

“Ketiga kategori produk tersebut menggunakan kedua format untuk saling melengkapi, misalnya seperti kategori Layanan Online yang lebih banyak beriklan di jeda iklan untuk genre program Berita (31% dari total iklannya) atau Informasi (21%) sementara memasang lebih banyak iklan di dalam program untuk tayangan Olahraga (45%) dan Hiburan (14%),” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Inilah 6 Startup Terpilih di Program GnB Accelerator Batch Ketiga

Perusahaan IT (Information Technology) Jepang, Infocom Corporation, dan Fenox VC dari Silicon Valley bersinergi menggelar program “GnB Accelerator”. Menyasar para...

Close